Menuju konten utama

Italia Tolak Ide Gantikan Iran di Piala Dunia: Itu Tidak Pantas

Italia merespons usulan utusan Trump yang menyebut agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia 2026. Menteri Italia sebut usulan itu tidak pantas.

Italia Tolak Ide Gantikan Iran di Piala Dunia: Itu Tidak Pantas
Giorgia Meloni memegang bendera Italia saat dia berpidato di sebuah rapat umum di Roma, Sabtu, 19 Oktober 2019. AP/Andrew Medichini
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Italia menolak usulan untuk menggantikan Iran menjadi salah satu peserta di Piala Dunia 2026. Ide itu dianggap memalukan dan tidak pantas.

Usulan tersebut datang dari seorang utusan khusus Amerika Serikat Paolo Zampolli. Ia mengemukakan ide kepada Presiden FIFA, Gianni Infantino, bahwa tim nasional Italia bisa menjadi pengganti jika tim Iran batal tampil di Piala Dunia mendatang.

Menurut Zampolli, gagasan ini bukanlah permintaan politik, melainkan rencana cadangan apabila terjadi situasi darurat, mengingat konflik di Timur Tengah yang melibatkan Iran masih berlangsung hingga sekarang.

Ia bahkan menyebut usulan tersebut sebagai sebuah mimpi demi masyarakat Italia dan diaspora Italia di Amerika, dengan alasan bahwa Italia memiliki legitimasi historis sebagai juara dunia empat kali.

"Saya mengkonfirmasi bahwa saya telah menyarankan kepada Trump dan presiden FIFA Gianni Infantino agar Italia menggantikan Iran di Piala Dunia. Saya adalah warga negara Italia dan akan menjadi mimpi untuk melihat Azzurri di turnamen yang diselenggarakan AS," ucap Zampolli kepada Financial Times, Kamis(23/4/2026).

"Dengan empat gelar, mereka memiliki rekam jejak yang cukup untuk membenarkan dimasukkannya mereka," tambahnya.

Italia Tolak Usulan Gantikan Iran di Piala Dunia 2026

Usulan pergantian peserta Piala Dunia 2026 ini mendapat penolakan dari para pejabat Italia. Mereka menilai bahwa kelolosan ke Piala Dunia harus ditentukan melalui prestasi di lapangan, bukan melalui intervensi politik.

Menteri Olahraga Italia, Andrea Abodi, secara tegas menyatakan bahwa gagasan tersebut tidak pantas, karena bertentangan dengan nilai sportivitas.

“Itu tidak pantas… Anda [harus] lolos di lapangan,” tegas Abodi dikutip Al Jazeera, Kamis (23/4/2026).

Senada dengan itu, Menteri Ekonomi Italia, Giancarlo Giorgetti, bahkan menyebut ide tersebut memalukan.

Presiden Komite Olimpiade Italia Luciano Buonfiglio dan pelatih terkemuka Italia, Gianni De Biasi juga tidak menganggap usulan tersebut diperlukan.

“Pertama-tama, saya rasa itu tidak mungkin. Kedua, saya akan merasa tersinggung. Untuk pergi ke Piala Dunia, Anda harus mendapatkannya,” tandas Buonfiglio.

“Lebih lanjut, saya percaya Italia tidak membutuhkan dukungan Trump dalam masalah seperti ini. Saya pikir kita bisa mengatasinya sendiri,” kata De Biasi kepada Reuters, Kamis (23/4).

Di tengah perdebatan ini, FIFA berusaha menjaga posisi netral dan konsisten. Presiden FIFA, Gianni Infantino, menegaskan bahwa Iran pasti akan datang dan seharusnya bermain, karena olahraga idealnya berada di luar ranah politik.

“Tim Iran pasti akan datang. Mereka benar-benar ingin bermain, dan mereka harus bermain. Olahraga harus berada di luar politik,” jelas Infantino kepada CNBC Invest in America Forum, pada Kamis.

Di sisi lain, situasi Iran sendiri sebenarnya belum berubah secara resmi. Tim nasional Iran tetap dijadwalkan berlaga di Piala Dunia yang akan digelar di Amerika Serikat, dengan pertandingan grup di sekitar Los Angeles dan Seattle pada bulan Juni.

"Sesuai keadaan saat ini, kami akan berpartisipasi," kata presiden Asosiasi Sepak Bola Iran Mehdi Taj kepada kantor berita ISNA Iran, Kamis.

Iran juga telah lolos secara sah melalui jalur kualifikasi zona Asia, sehingga secara regulasi memiliki hak penuh untuk tampil.

Bahkan jika Iran mundur sekalipun, menurut ESPN (23/4/2026), secara teori penggantinya seharusnya berasal dari konfederasi yang sama, misalnya Uni Emirat Arab sebagai tim Asia dengan peringkat tertinggi yang belum lolos.

Baca juga artikel terkait PIALA DUNIA 2026 atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra