Menuju konten utama

312 Ribu Personel Kepolisian Amankan Perayaan Tahun Baru 2026

Polisi menyiapkan 2.903 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat.

312 Ribu Personel Kepolisian Amankan Perayaan Tahun Baru 2026
Asisten Utama Operasi (Astamaops) Kapolri Komjen Mohammad Fadil Imran (kedua kiri) menyematkan pita kepada perwakilan petugas gabungan saat Apel Gelar Pasukan Operasi Kepolisian Terpusat Lilin 2025 di Lapangan Monas, Jakarta, Jumat (19/12/2005). Sebanyak 146.701 personel gabungan diturunkan dalam Operasi Lilin 2025 yang berlangsung mulai dari 20 Desember 2025 - 2 Januari 2026 untuk memastikan perayaan Natal 2025 dan libur Tahun Baru 2026 berlangsung aman dan kondusif. ANTARA FOTO/Indrianto Eko Suwarso/tom.

tirto.id - Kakorsabhara Polri, Irjen Mulya Hasudungan Ritonga, menyampaikan kepolisian mengerahkan 312.000 personel untuk mengamankan seluruh rangkaian kegiatan masyarakat selama perayaan Natal dan Tahun Baru 2026.

Katanya, polisi menyiapkan 2.903 pos pengamanan, pos pelayanan, dan pos terpadu yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat untuk berbagai keperluan, mulai dari ibadah dan lainnya.

"Masyarakat dapat memanfaatkan layanan kepolisian melalui nomor 110 apabila mengalami permasalahan atau membutuhkan bantuan," ucapnya dalam keterangan resmi yang diterima Tirto, Rabu (31/12/2025).

"Polri berkomitmen untuk memberikan pelayanan semaksimal mungkin, meskipun diakui masih terdapat keterbatasan dan hambatan di lapangan," sambung Mulya.

Mulya menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat Indonesia jika dalam pelaksanaan tugas masih terdapat kekurangan. Meski demikian, dia memastikan Polri berupaya memberikan pelayanan terbaik.

Dia mengimbau masyarakat yang hendak meninggalkan rumah saat perayaan malam tahun baru agar memastikan kondisi rumah dalam keadaan aman. Masyarakat diminta memeriksa instalasi listrik, mencabut stop kontak yang tidak diperlukan, memastikan tidak ada kebocoran air, serta melepas kompor dan sumber gas.

"Selain itu, pintu dan jendela rumah harus dipastikan terkunci dengan baik. Bagi warga yang tinggal di lingkungan perumahan, disarankan untuk melapor kepada ketua RT atau petugas keamanan setempat agar dapat dilakukan pemantauan dan patroli," tuturnya.

Mulya menambahkan, titik krusial dalam Operasi Lilin meliputi tempat ibadah, pusat-pusat keramaian, pusat perbelanjaan seperti mal dan pasar tumpah, serta jalur arus mudik dan arus menuju Bali.

Seluruh lokasi tersebut menjadi prioritas pengamanan guna memastikan masyarakat dapat merayakan malam pergantian tahun dengan aman dan selamat.

Dia juga mengimbau masyarakat tidak merayakan malam tahun baru secara berlebihan, khususnya dengan penggunaan petasan dan kembang api.

"Saya mengajak seluruh masyarakat untuk memperbanyak doa agar bangsa dan negara senantiasa diberikan keamanan, ketenteraman, dan kedamaian," ucap Mulya.

Baca juga artikel terkait NATARU atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi