Menuju konten utama

83.083 Kendaraan Masuk ke Bali dari Pelabuhan Selama Nataru

Sementara itu, arus balik kendaraan melalui dua pelabuhan tersebut diperkirakan terjadi pada 3 dan 4 Januari 2026.

83.083 Kendaraan Masuk ke Bali dari Pelabuhan Selama Nataru
Sejumlah kendaraan antre memasuki kapal penyeberangan di area parkir Pelabuhan Ketapang, Banyuwangi, Jawa Timur, Minggu (21/12/2025). ANTARA FOTO/ Budi Candra Setya/bar

tirto.id - Dinas Perhubungan (Dishub) Provinsi Bali melaporkan sebanyak 83.083 kendaraan tercatat masuk ke Bali melalui penyeberangan utama, yakni Pelabuhan Gilimanuk dan Pelabuhan Padangbai, selama masa angkutan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 19-29 Desember 2025.

Kadishub Bali, I Kadek Mudarta, merinci kendaraan yang masuk ke Bali melalui Pelabuhan Gilimanuk mencapai 74.013 unit atau naik sebanyak 1,62 persen dari periode yang sama pada 2024. Sementara itu, kendaraan yang masuk melalui Pelabuhan Padangbai mencapai 9.070 unit atau meningkat 77,15 persen dari 5.120 unit di 2024.

“Untuk kendaraan yang keluar dari Pelabuhan Gilimanuk mencapai 78.233 atau naik 2,1 persen dari 76.624 pada periode yang sama di tahun 2024. Kendaraan keluar dari Pelabuhan Padangbai sejumlah 6.529 atau menurun 36,97 persen dari 10.358 pada periode yang sama di tahun 2024,” terang Mudarta ketika dihubungi kontributor Tirto pada Rabu (31/12/2025).

Mudarta merinci lonjakan penumpang terbesar terjadi pada tanggal 28 Desember dengan jumlah 11.229 unit, yang terdiri atas 7.526 kendaraan melalui Pelabuhan Gilimanuk dan 3.706 melalui Pelabuhan Padangbai.

Sementara itu, arus balik kendaraan melalui dua pelabuhan tersebut diperkirakan terjadi pada 3 dan 4 Januari 2026.

Selama masa Nataru, Dishub Bali mengaktifkan pusat komando (command center) yang terletak di CC Room Area Traffic Control System (ATCS) Provinsi Bali dan posko terpadu di Bundaran Bandara I Gusti Ngurah Rai dan Pelabuhan Sanur. Selain itu, Dishub Bali juga memonitor pergerakan harian di pintu-pintu masuk untuk mengantisipasi lonjakan kedatangan.

“Rekayasa lalu lintas dilakukan melalui koordinasi dengan kepolisian dan Dinas Perhubungan kabupaten/kota. Rekayasa tersebut antara lain penutupan atau pengalihan arus lalu lintas menuju lokasi di Kuta dan Canggu, serta pengoperasian kantong-kantong parkir bagi pengunjung yang menuju pusat-pusat keramaian perayaan tahun baru,” jelasnya.

Mudarta menambahkan, rekayasa lalu lintas juga dilakukan dengan menutup beberapa putaran (u-turn), pemberlakuan sistem buka-tutup di titik-titik tertentu, serta pengaturan fasa lalu lintas di simpang-simpang.

Sementara itu, Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Badung menerapkan rekayasa lalu lintas di Canggu, Kuta Utara pada 8 titik pada malam tahun baru, Rabu (31/12/2025). Rekayasa tersebut akan dimulai pada pukul 23.00 WITA.

“Tahun lalu sudah dianggap berhasil, jadi kami akan mengingkuti tahun lalu untuk penutupannya. Untuk penutupan, yang kami laksanakan nanti di Simpang Lapangan Tibubeneng, Simpang Perancak di sebelah utara Atlas, Simpang Jalan Sri Kahyangan, Parkir Atlas I, sebelah selatan Finns Beach, Simpang Subak Sari, Simpang Warung Made, dan Simpang Tegal Gundul,” ungkap Kasatlantas Polres Badung, AKP Ni Luh Tiviasih.

Baca juga artikel terkait NATARU atau tulisan lainnya dari Sandra Gisela

tirto.id - Flash News
Reporter: Sandra Gisela
Penulis: Sandra Gisela
Editor: Fadrik Aziz Firdausi