tirto.id - Sebanyak tiga pramugari PT Kereta Api Indonesia (Persero) menjadi korban dalam kecelakaan kereta di Stasiun Bekasi Timur. Saat ini, ketiganya menjalani perawatan di RS Primaya Bekasi Timur bersama korban lainnya.
Direktur Primaya Hospital Bekasi Timur, dr. Meizar Rizaldi, mengatakan bahwa ketiga orang tersebut didampingi oleh rekan kerja sebab berasal dari luar daerah.
"Ada yang ditunggui oleh teman kantornya karena di kami ada tiga pegawai dari KAI (Kereta Api Indonesia) yang dirawat dan kebetulan homebase-nya bukan di Jakarta, tapi di luar Jakarta. Jadi rekan kantornya juga sudah menunggu,” ujar Meizar ditemui di RS Primaya, Kota Bekasi, Jawa Barat, Selasa (28/4/2026).
Meizar menyebut ketiga korban berjenis kelamin perempuan dan saat ini sudah dalam kondisi stabil.
“Baik dan stabil,” katanya.
Total ada 10 korban yang ditangani pihak rumah sakit Primaya. Dari jumlah tersebut, enam orang masih rawat inap, sementara empat lainnya telah diperbolehkan pulang dengan status rawat jalan.
Dia menjelaskan, seluruh pasien yang masih dirawat inap dengan kondisi luka ringan hingga sedang. Mayoritas mengalami cedera kepala ringan, sementara beberapa lainnya mengalami trauma di bagian perut dan luka terbuka di kepala.
“Kami sebagai rumah sakit intinya adalah kami melayani pasien dan mengutamakan keselamatan karena balik lagi, setiap detik setiap menit itu berharga buat pasien,” kata Meizar.
“Yang terpenting but kami sebagai pihak rumah sakit adalah menangani trauma dan juga kebutuhan pasien secepatnya,” kata dia lagi.
Sebelumnya, kecelakaan kereta api terjadi di Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/4/2026) sekitar pukul 20.52 WIB. Unit KRL di stasiun tersebut dilaporkan tertempa KA Argo Bromo Anggrek relasi Gambir–Surabaya.
Total 14 orang dinyatakan meninggal dunia dalam peristiwa ini dan 84 luka-luka. Seluruh korban ditangani di delapan rumah sakit
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id































