Menuju konten utama

2.129 Personel SAR Dikerahkan Cari Korban Longsor Cisarua

Personel tambahan datang dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, dan Kantor SAR Cilacap untuk mempercepat pencarian korban longsor Cisarua.

2.129 Personel SAR Dikerahkan Cari Korban Longsor Cisarua
Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ketiga, Senin (26/1/2026). Tirto.id/Akmal Firmansyah
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Operasi pencarian korban longsor di Desa Pasirlangu, Kecamatan, Cisarua, Kabupaten Bandung Barat, memasuki hari ketiga pada Senin (26/1/2026). Tercatat sudah sebanyak 25 kantong jenazah telah berhasil dievakuasi. Sementara itu, sekitar 80 korban masih dinyatakan hilang dan diduga tertimbun material longsor di sejumlah titik.

Pantauan kontributor Tirto, sejumlah petugas melakukan evakuasi di titik Kampung Pasirkuning dan Kampung Pasirkuda. Tak seperti hari kedua, beberapa alat berat diturunkan. Guna mempercepat kemungkinan korban yang masih tertimbun, sebanyak 2.129 personel SAR gabungan dikerahkan secara besar-besaran.

Direktur Operasi Pencarian dan Pertolongan Basarnas, Laksamana Pertama TNI Yudhi Bramantyo N.S, mengatakan operasi SAR dilakukan dengan berbagai metode.

Tidak hanya penyisiran manual oleh personel di lapangan, tim juga menggunakan pompa air atau alkon untuk menyibak timbunan lumpur. Di samping itu, relawan juga meyiagakan alat berat, yakni sebanyak sembilan eksavator.

“Hari ini kami fokuskan pencarian di dua sektor. Ada sembilan ekskavator yang disiagakan untuk melaksanakan pencarian,” kata Yudhi di lokasi.

Berbeda dengan hari sebelumnya, jumlah personel yang diturunkan hari ini terlibat berasal dari Basarnas, TNI-Polri, BNPB, Kementerian PUPR, Kementerian Kesehatan, pemerintah provinsi dan kabupaten, BUMN, BUMD, sampai relawan dan komunitas SAR.

Yudhi mengatakan, dukungan tambahan juga dari Kantor SAR Semarang, Kantor SAR Yogyakarta, dan Kantor SAR Cilacap, yang memperkuat barisan pencari di lapangan.

Diketahui sampai Minggu (25/1/2026), tim SAR telah mengevakuasi 25 kantong jenazah dari area longsor. Seluruh jenazah tersebut langsung diserahkan kepada tim Disaster Victim Identification (DVI) untuk proses identifikasi.

Dari 25 kantong jenazah, 17 jenazah telah berhasil diidentifikasi dan diserahkan kepada pihak keluarga. Sementara sisanya, masih dalam proses pemeriksaan.

Pemprov Jabar juga memastikan dukungan alat berat terus tersedia di lokasi bencana longsor Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan, sedikitnya tiga ekskavator kecil disiagakan dari BPBD Provinsi Jawa Barat, Bina Marga Provinsi, dan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS).

“Apabila masih kurang, akan ditambah sesuai kebutuhan yang ditentukan Basarnas,” ujar ungkapnya.

Herman menjelaskan, koordinasi lintas instansi terus diperkuat agar penanganan bencana berjalan efektif dan efisien.

"Barusan kami melakukan sinkronisasi antara BNPB, pemerintah provinsi, dan kabupaten agar manajemen penanganan bencana bisa berjalan optimal di semua bidang," imbuhnya.

Baca juga artikel terkait KORBAN TANAH LONGSOR atau tulisan lainnya dari Akmal Firmansyah

tirto.id - Flash News
Kontributor: Akmal Firmansyah
Penulis: Akmal Firmansyah
Editor: Siti Fatimah