Menuju konten utama

Pemprov Jateng Siapkan Relokasi 424 Korban Longsor Banjarnegara

Pemprov Jateng siapkan lahan seluas 2 hektare untuk bangun hunian sementara bagi korban tanah longsor Banjarnegara.

Pemprov Jateng Siapkan Relokasi 424 Korban Longsor Banjarnegara
Relawan berjalan di samping puing bangunan yang terdampak bencana tanah longsor di Dusun Situkung, Desa Pandanarum, Kecamatan Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, Selasa (18/11/2025). Badan SAR Nasional (Basarnas) mencatat per Senin (18/11) pukul 11.00 WIB terdapat 48 rumah roboh atau hilang, dua warga meninggal dunia, dan 26 orang masih dalam pencarian serta 917 jiwa mengungsi imbas dari bencana longsor tersebut. ANTARA FOTO/Aprillio Akbar/nym.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan relokasi bagi 424 warga korban longsor di Desa Pandanarum, Kabupaten Banjarnegara. Warga akan dipindah dari tempat pengungsian ke hunian sementara sebagai langkah percepatan penanganan pascabencana.

Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi (tengah) dalam Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (18/11/2025). ANTARA/HO-Pemprov Jateng

Gubernur Jateng, Ahmad Luthfi, mengatakan lahan seluas dua hektare sudah disiapkan di Banjarnegara untuk pembangunan hunian sementara.

“Ini kita koordinasikan dengan bupatinya,” kata Luthfi usai Rapat Koordinasi Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana di Gradhika Bhakti Praja, Semarang, Selasa (19/11/2025) dikutip dari Antara.

Ia mengatakan relokasi harus dilakukan segera agar warga tidak berlama-lama tinggal di pengungsian. Jumlah pengungsi yang akan direlokasi mencapai 424 jiwa.

“Hunian sementara ini sesegera mungkin. Hunian tetap akan kita pikirkan setelahnya,” kata dia menegaskan.

Tanah longsor di Desa Cibeunying

Operasi SAR korban tanah longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah. ANTARA/HO-BNPB

Selain di Banjarnegara, kata dia, relokasi juga dipersiapkan untuk warga terdampak longsor di Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Kabupaten Cilacap.

“Untuk Majenang kita siapkan hunian sementara maupun hunian tetap. Fokus kita hunian sementara dulu,” katanya.

Menurut Luthfi, langkah relokasi merupakan bagian dari penanganan pascabencana yang harus cepat dan terencana, dengan dukungan pemerintah provinsi, kabupaten/kota, dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Sementara itu, Deputi Bidang Sistem dan Strategi BNPB, Raditya Jati, mengapresiasi langkah proaktif Pemprov Jateng.

“Tidak bisa lagi menunggu kejadian bencana baru sibuk merespons. Jateng sudah bergerak dari awal,” katanya.

Raditya menekankan pentingnya setiap daerah memiliki peta risiko yang disesuaikan dengan prediksi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), sehingga akan kelihatan wilayah dengan ancaman curah hujan tinggi, banjir, maupun longsor.

Ia juga mengatakan Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) terus dilakukan untuk menekan potensi hujan ekstrem di wilayah rawan.

“Ini diprioritaskan untuk wilayah dengan potensi hujan di atas 300 milimeter per hari,” katanya.

Baca juga artikel terkait KORBAN TANAH LONGSOR

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah