tirto.id - Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan perkembangan penanganan bencana tanah longsor yang terjadi di Cilacap pada Kamis (13/11/2025).
Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, mengatakan total korban meninggal yang telah ditemukan menjadi 18 orang, sementara lima korban lainnya masih dalam pencarian. Data tersebut dihimpunnya berdasarkan hasil pencarian yang dilakukan hingga Selasa (18/11) kemarin.
“Untuk Longsor Cilacap, upaya pencarian yang dilakukan hingga sore kemarin, itu di bagian sore hari menemukan dua jasad, sehingga total jasad korban yang sudah ditemukan berjumlah 18 jasad. Dan yang masih dalam pencarian sisa lima korban lagi,” ujar Abdul Muhari kepada Tirto, Rabu (19/11/2025).
Menurut Abdul, operasi pencarian di lokasi berlangsung relatif lancar karena kondisi cuaca yang cukup mendukung. Terlebih, BNPB juga disebutnya masih melakukan operasi modifikasi cuaca (OMC)
“Cilacap ini upaya pencarian cukup kondusif, cuaca mendukung karena BNPB masih melakukan operasi modifikasi cuaca, alat berat ada 25, K9 atau anjing pelacak masih ada 18,” katanya.
“Sehingga personel di lapangan yang berjumlah tidak kurang dari 600 orang itu bisa benar-benar optimal untuk menyisir daerah-daerah yang diduga menjadi lokasi tertimbunnya korban tersebut,” lanjut Abdul.
Sebelumnya, bencana tanah longsor telah menimbun sejumlah rumah warga di Dusun Tarukahan dan Dusun Cibuyut, Desa Cibeunying, Kecamatan Majenang, Cilacap.
BNPB menyatakan sebanyak 269 keluarga yang terdampak bencana tanah longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah masuk dalam daftar pemindahan tempat tinggal atau relokasi.
Kepala BNPB, Suharyanto, mengatakan relokasi tidak lagi menjadi pilihan, namun menjadi keharusan bagi warga di wilayah terdampak. Oleh karena itu, kata dia, persiapan lahan relokasi menjadi hal pertama yang diperhatikan.
"Laporan yang saya terima, lokasi relokasi sudah ada, dan tidak jauh, sekitar 2,5 kilometer," kata Suharyanto di Jakarta, mengutip Antara, Selasa (18/11/2025).
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id

































