Menuju konten utama

Longsor Cilacap: 16 Orang Ditemukan Meninggal, 7 Masih Hilang

Total korban yang telah ditemukan setelah sebelumnya dinyatakan hilang bertambah menjadi 16. Semuanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

Longsor Cilacap: 16 Orang Ditemukan Meninggal, 7 Masih Hilang
Unit anjing pelacak (k-9) diterjunkan membantu proses pencarian korban longsor di Desa Cibeunying, Majenang, Cilacap, Jawa Tengah, Minggu (16/11/2025). Tim SAR mengerahkan sembilan unit anjing pelacak (K-9) pada hari keempat pencarian korban longsor, dan berhasil menemukan dua korban meninggal dunia serta dua bagian tubuh yang belum teridentifikasi, sehinggga total korban meninggal yang telah ditemukan menjadi 13 orang dan 10 korban masih dalam proses pencarian. ANTARA FOTO/Idhad Zakaria/YU

tirto.id - Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, menyampaikan informasi terbaru terkait situasi bencana tanah longsor di Kabupaten Cilacap pada Senin, 17 November 2025. Abdul Muhari menyampaikan bahwa saat ini total korban yang telah ditemukan setelah sebelumnya dinyatakan hilang bertambah menjadi 16. Semuanya ditemukan dalam keadaan meninggal dunia.

"Dari 23 yang dilaporkan hilang pada hari pertama, Alhamdulillah 16 korban sudah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia, dan masih ada 7 orang hilang," kata Abdul Muhari dalam Disaster Briefing: Upaya Penanganan Tanah Longsor Cilacap yang disiarkan langsung di kanal YouTube BNPB, Senin.

Muhari menuturkan bahwa ketujuh korban hilang yang belum ditemukan hingga saat ini diperkirakan berada di bagian atas dari kawasan yang tertimbun longsor.

"Ini sebenarnya bagian atas Kabupaten CIlacap, dan Banjarnegara di bagian tengah Jawa Tengah dan BNPB sudah memberikan dukungan tentu saja sangat banyak berupa per makanan dan non permakanan dan alat berat," ujarnya.

Berkaca dari kasus yang terjadi di Cilacap, Muhari meminta pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah untuk mewaspadai kondisi alam di wilayah mereka, terutama di bagian tengah hingga selatan. Menurutnya, ciri atau pertanda bencana longsor dapat diprediksi dan dilihat secara kasat mata oleh masyarakat.

"Hati-hati, waspadai kondisi lingkungan, ciri-ciri akan longsor itu visible dapat dilihat secara visual, kalau sering-sering melihatke arah bukit kalau misalkan kok pohonnya miring, itu sudah bisa menjadi pertanda," terangnya.

Di sisi lain, BNPB turut melakukan operasi modifikasi cuaca sejak Minggu (16/11/2025). Upaya modifikasi cuaca dilakukan dengan menyemai bahan berupa natrium klorida (NaCl) dan kalsium oksida (CaO) sebanyak 3 ton melalui tiga sorti penerbangan.

Operasi dilaksanakan secara intensif menggunakan satu armada pesawat Cessna PK-SNM yang diberangkatkan dari Bandara Husein Sastranegara, Bandung, menuju area yang berpotensi memicu peningkatan curah hujan di wilayah terdampak.

Baca juga artikel terkait TANAH LONGSOR atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Hendra Friana