tirto.id - Sejumlah ide tema peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) 2026 dapat menjadi rujukan bagi sekolah, perpustakaan, pegiat literasi, hingga masyarakat umum. Simak kumpulan temanya.
Hari Buku Nasional diperingati saban tahun pada 17 Mei, yang pada tahun ini jatuh pada hari Minggu. Penetapan Harbuknas ini pertama kali dicanangkan pada tahun 2002 oleh Menteri Pendidikan Nasional saat itu, Abdul Malik Fadjar. Pemilihan tanggal tersebut merujuk pada momentum berdirinya Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas) pada 17 Mei 1980.
Dalam sejarahnya, peringatan ini digagas untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia sekaligus mendongkrak angka penjualan buku nasional. Harbuknas menjadi momentum penting bagi seluruh elemen bangsa untuk menyadari kembali bahwa literasi adalah fondasi utama dalam mencerdaskan kehidupan bangsa.
Penyelenggaraan peringatan ini terus dirawat setiap tahun sebagai bentuk apresiasi terhadap penulis, penerbit, dan seluruh ekosistem perbukuan di tanah air. Dengan tema yang relevan, perayaan Harbuknas diharapkan mampu membangkitkan gairah literasi di tengah gempuran era digital.
Kumpulan Ide Tema Peringatan Harbuknas 2026
Sejarah Hari Buku Nasional memang tidak dapat dipisahkan dari peran Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas). Hal ini dikarenakan penetapan tanggal 17 Mei sebagai Harbuknas merujuk langsung pada momentum berdirinya Perpusnas pada 17 Mei 1980 silam. Oleh karena itu, setiap tahunnya, perayaan hari buku dan hari jadi perpustakaan nasional menjadi satu kesatuan yang saling berkaitan.
Peringatan ini bertujuan untuk menumbuhkan kembali kesadaran akan pentingnya buku dan perpustakaan sebagai jendela dunia. Melalui dorongan literasi yang kuat, masyarakat diharapkan memiliki akses yang lebih luas terhadap bahan bacaan bermutu, yang pada akhirnya akan memperkuat budaya literasi di semua lapisan masyarakat serta mendorong perkembangan industri perbukuan nasional.
Pada tahun 2026 ini, peringatan menjadi semakin istimewa karena bertepatan dengan HUT ke-46 Perpustakaan Nasional RI. Sejalan dengan visi tersebut, Perpusnas mengusung tema utama "46 Tahun Merawat Pustaka, Memartabatkan Bangsa".
Sekretaris Utama Perpusnas, Joko Santoso, menjelaskan bahwa tema ini menekankan dua pilar penting, yakni merawat khazanah intelektual bangsa dan menjadikan literasi sebagai pendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Beberapa agenda Harbuknas 2026 biasanya dimeriahkan dengan berbagai kegiatan, mulai dari bazar buku murah, peluncuran karya literasi, hingga diskusi publik yang melibatkan penulis dan pegiat buku.
Hal ini dilakukan guna menjawab tantangan rendahnya angka melek huruf dan minat baca yang menjadi latar belakang awal pencanangan hari besar ini oleh Abdul Malik Fadjar pada 2002 silam.
Berikut adalah 20 ide tema peringatan Hari Buku Nasional (Harbuknas) 2026 yang variatif untuk berbagai kalangan:
- Literasi Tanpa Batas: Menembus Cakrawala dengan Membaca.
- Buku sebagai Jembatan Generasi: Merajut Masa Lalu, Membangun Masa Depan.
- Pustaka Berkelanjutan: Merawat Ilmu untuk Indonesia Maju.
- Gema Literasi di Era Digital: Membumikan Budaya Baca di Dunia Maya.
- Satu Buku, Berjuta Harapan: Membangun Karakter Bangsa melalui Literasi.
- Eksplorasi Dunia Lewat Jendela Pustaka.
- Merayakan Kata: Menghidupkan Kembali Minat Baca di Lingkungan Keluarga.
- Literasi untuk Kedaulatan Bangsa: Cerdas Berfikir, Bijak Bertindak.
- Membaca Itu Keren: Transformasi Literasi bagi Generasi Muda.
- Sinergi Pustaka: Memperkuat Ekosistem Perbukuan Nasional.
- Buku dan Perpustakaan: Warisan Pengetahuan untuk SDM Unggul.
- Inovasi Literasi: Menjadikan Buku sebagai Sahabat Setia di Setiap Waktu.
- Memartabatkan Bangsa dengan Ilmu: Budayakan Membaca Setiap Hari.
- Petualangan Imajinasi dalam Lembaran Buku.
- Literasi Inklusif: Akses Bacaan Bermutu untuk Semua Lapisan Masyarakat.
- Menjaga Tradisi Menulis, Merawat Budaya Membaca.
- Refleksi 46 Tahun Perpusnas: Memperkokoh Fondasi Intelektual Negeri.
- Buku sebagai Lentera: Menerangi Jalan Menuju Indonesia Emas 2045.
- Cerdas Literasi, Tangguh Menghadapi Tantangan Zaman.
- Harmoni Pustaka: Menyatukan Keberagaman melalui Literasi.
Penulis: Satrio Dwi Haryono
Editor: Yantina Debora
Masuk tirto.id



























