Menuju konten utama

Tanggal 17 Mei 2025 Memperingati Apa? Ada Hari Buku Nasional

Peringatan hari penting nasional dan internasional setiap tanggal 17 Mei 2025. Ada Hari Buku Nasional.

Tanggal 17 Mei 2025 Memperingati Apa? Ada Hari Buku Nasional
Gedung Perpustakaan Nasional RI. (FOTO/perpusnas.go.id)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Tanggal 17 Mei 2025 jatuh tepat pada sejumlah peringatan skala nasional dan internasional. Dalam daftar hari penting itu ada Hari Buku Nasional. Lantas, tanggal 17 Mei memperingati apa saja? Ini daftarnya.

Hari penting nasional dan internasional adalah hari-hari yang ditetapkan dan didedikasikan untuk mengenang atau merayakan hal penting, misalnya peristiwa bersejarah, tokoh penting, nilai-nilai kemanusiaan, atau isu tertentu yang memiliki makna khusus bagi suatu negara maupun dunia internasional.

Terdapat dua hari penting nasional yang diperingati pada 17 Mei yaitu Hari Buku Nasional dan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI). Sementara itu, ada setidaknya empat hari penting internasional yang jatuh pada 17 Mei, meliputi Hari Telekomunikasi Sedunia, Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia, dan Biphobia, Hari Hipertensi Sedunia, dan Hari Kesadaran Neurofibromatosis Sedunia.

Hari Buku Nasional

Hari Buku Nasional diperingati setiap tanggal 17 Mei di Indonesia sebagai bentuk apresiasi terhadap peran buku dalam mencerdaskan kehidupan bangsa. Momentum ini menjadi penting karena dapat menjadi sarana promosi budaya membaca buku di tengah era digital.

Peringatan ini pertama kali dicanangkan pada tahun 2002 oleh Menteri Pendidikan saat itu, Abdul Malik Fadjar. Tahun 2025 menjadi peringatan Hari Buku Nasional yang ke-23.

Hari Buku Nasional bertujuan untuk meningkatkan minat baca masyarakat Indonesia. Selain itu, Hari Buku Nasional juga menjadi momen untuk mendorong produksi dan distribusi buku yang lebih merata serta mendukung para penulis dan penerbit dalam dunia literasi.

Dengan memperingati Hari Buku Nasional, diharapkan kesadaran akan pentingnya literasi dapat tumbuh sejak dini dan menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Indonesia. Banyak cara yang bisa dilakukan untuk memperingati Hari Buku Nasional seperti membeli buku baru atau membaca ulang buku favorit.

Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI)

Hari Buku Nasional dan Hari Ulang Tahun Perpustakaan Nasional Republik Indonesia (Perpusnas RI) berkaitan erat. Pasalnya, Hari Buku Nasional diperingati setiap tanggal 17 Mei bertepatan dengan hari lahirnya Perpusnas RI pada tahun 1980.

Perpustakaan Nasional pertama kali berdiri di Jalan Merdeka Selatan, Jakarta. Perpusnas dibentuk sebagai lembaga yang menggabungkan berbagai perpustakaan besar, termasuk Perpustakaan Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, dengan tujuan menjadi pusat dokumentasi dan informasi nasional serta mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan budaya.

Sejak saat itu, Perpusnas terus berkembang menjadi lembaga terdepan dalam bidang perpustakaan di Indonesia, dengan layanan yang semakin modern dan inklusif, termasuk pembangunan gedung layanan baru yang diresmikan pada tahun 2017. Hari ulang tahun ini menjadi momentum untuk meningkatkan minat baca dan literasi masyarakat Indonesia melalui berbagai kegiatan dan inovasi layanan perpustakaan.

Perayaan hari ulang tahun Perpusnas RI menjadi momentum untuk meningkatkan minat baca masyarakat, memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat informasi dan literasi, serta mendorong transformasi digital dalam dunia perpustakaan di Indonesia.

Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia

Mengutip laman United Nations (UN), peringatan Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia 2025 menyoroti kebutuhan mendesak untuk memajukan kesetaraan gender digital, sehingga perempuan dan anak perempuan di mana pun dapat memperoleh manfaat dan berkontribusi pada transformasi digital.

Hari Telekomunikasi Sedunia telah dirayakan setiap tanggal 17 Mei sejak tahun 1969, yang menandai berdirinya International Telecommunication Union (ITU) dan penandatanganan Konvensi Telegraf Internasional pertama pada tahun 1865. Hari ini ditetapkan oleh Konferensi Tingkat Tinggi di Malaga-Torremolinos pada tahun 1973 sebagai Resolusi 46.

Pada bulan November 2005, KTT Dunia tentang Masyarakat Informasi menyerukan kepada Majelis Umum PBB untuk mendeklarasikan tanggal 17 Mei sebagai Hari Masyarakat Informasi Sedunia untuk memfokuskan perhatian pada pentingnya TIK dan berbagai masalah yang berkaitan dengan Masyarakat Informasi yang diangkat oleh WSIS. Majelis Umum mengadopsi sebuah resolusi (A/RES/60/252) pada bulan Maret 2006 yang menetapkan bahwa Hari Masyarakat Informasi Sedunia akan dirayakan setiap tahun pada tanggal 17 Mei.

Pada bulan November 2006, Konferensi Pleno ITU di Antalya, Turki, memutuskan untuk merayakan kedua peristiwa tersebut pada tanggal 17 Mei sebagai Hari Telekomunikasi dan Masyarakat Informasi Sedunia.

Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia, dan Biphobia

Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia, dan Biphobia didirikan pada tahun 2004 untuk membantu mengajak orang-orang di seluruh dunia menunjukkan solidaritas dalam menghadapi isu-isu ini dan memberlakukan perubahan sosial di seluruh dunia.

Dikutip dari laman Days of The Year, peringatan ini dimulai melalui upaya seorang warga Prancis bernama Louis-Georges Tin, yang menjabat sebagai ketua komite hari itu hingga tahun 2013. Hari ini awalnya disebut Hari Internasional Melawan Homofobia. Kemudian pada tahun 2009, 'transphobia' ditambahkan setelah adanya petisi dan pada tahun 2015, 'biphobia' dimasukkan ke dalam nama tersebut.

Tanggal untuk acara ini dirayakan sebagai bentuk penghargaan atas keputusan monumental Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk menghapus homoseksualitas dari daftar penyakit yang diderita oleh manusia, sebuah keputusan yang diberlakukan pada 17 Mei 1990.

Hari Internasional Melawan Homofobia, Transfobia, dan Biphobia (IDAHOT) hadir untuk meningkatkan kesadaran akan realitas kehidupan komunitas LGBTQ+ dan membantu menghapus fobia ini melalui pemahaman.

Hari Hipertensi Sedunia

World Hypertension League (WHD) mengusung tema “Measure Your Blood Pressure Accurately, Control It, Live Longer” untuk memperingati Hari Hipertensi Sedunia 2025. Apabila diterjamahkan dalam bahasa Indonesia, tema tersebut berarti, “Ukur Tekanan Darah Anda Secara Akurat, Kendalikan, Hidup Lebih Lama!”

Hari Hipertensi Sedunia diperingati setiap tanggal 17 Mei sejak tahun 2005 untuk meningkatkan kesadaran dan mempromosikan pencegahan, deteksi, dan pengendalian hipertensi. Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko utama untuk mengembangkan penyakit kardiovaskular.

Menurut laman Pan American Health Organization (PAHO), lebih dari satu miliar orang di seluruh dunia hidup dengan hipertensi (tekanan darah tinggi), yang merupakan penyebab utama penyakit kardiovaskular dan kematian dini di seluruh dunia.

Beban hipertensi dirasakan secara tidak proporsional di negara-negara berpenghasilan rendah dan menengah, di mana dua pertiga kasus ditemukan, sebagian besar disebabkan oleh peningkatan faktor risiko pada populasi tersebut dalam beberapa dekade terakhir.

Terlebih lagi, sekitar setengah dari orang yang hidup dengan hipertensi tidak menyadari kondisi mereka, sehingga menempatkan mereka pada risiko komplikasi medis yang dapat dihindari dan kematian.

Hari Kesadaran Neurofibromatosis Sedunia

Neurofibromatosis adalah kondisi keturunan yang dapat muncul kapan saja dalam kehidupan penderitanya, apabila mereka mengalami kelainan pada kromosom. Karena bersifat genetik, tidak banyak yang dapat dilakukan untuk mencegahnya muncul pada mereka yang terkena.

Sebagai mutasi umum, neurofibromatosis dapat bermanifestasi dalam banyak benjolan dan tumor di seluruh tubuh. Tumor ini biasanya bersifat non-kanker, tetapi dapat muncul dalam jumlah yang sangat besar dan dalam beberapa kasus cukup sulit dideteksi.

Hari Kesadaran Neurofibromatosis Sedunia diperingati setiap tanggal 17 Mei untuk meningkatkan kesadaran tentang kondisi ini, membantu mereka yang mengidapnya untuk lebih memahaminya dan untuk membantu menghilangkan stigma yang diderita beberapa orang karena aspek-aspek yang menodai.

Baca juga artikel terkait HARI PENTING atau tulisan lainnya dari Balqis Fallahnda

tirto.id - Edusains
Kontributor: Balqis Fallahnda
Penulis: Balqis Fallahnda
Editor: Indyra Yasmin