tirto.id - Terdapat beberapa hal penting yang bisa diperingati setiap tanggal 15 Mei. Baik di Indonesia maupun dunia internasional, tanggal 15 Mei bukan hari biasa.
Tidak hanya sebagai hari penting, biasanya beberapa acara juga mengiringi peringatan 15 Mei. Hal ini berkaitan dengan peristiwa di masa lampau yang melandasi peringatan tersebut serta keinginan untuk terus mengingatnya sebagai refleksi diri saat ini dan masa mendatang.
Lalu, apa saja hal penting yang diperingati setiap tanggal 15 Mei di Indonesia dan dunia? Simak penjelasan berikut ini.
Hari Korps Resimen Mahadjaya (Menwa Jayakarta)
Resimen Mahasiswa atau Menwa merupakan salah satu organisasi di lingkup kampus. Organisasi ini berfokus pada pertahanan dan keamanan.
Sebagai organisasi di kampus yang anggotanya merupakan mahasiswa, Menwa memiliki peran penting dalam mempersiapkan mahasiswa menjadi bagian dari Sishankamrata (Sistem Pertahanan dan Keamanan Rakyat Semesta).
Status keorganisasian Menwa sebelum menjadi organisasi atau Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) di kampus, ternyata pernah berperan dalam beberapa urusan negara. Menwa pernah dikerahkan untuk memberantas PKI bersama Angkatan Darat setelah G30S 1965 pecah. Kemudian, pada 1994 Menwa menjadi bagian pelaksana bela negara setingkat provinsi.
Jika memeriksa sejarah Menwa, akan diperoleh keterangan bahwa Menwa muncul sekitar akhir dekade 1950-an. Ini beriringan dengan kondisi Indonesia saat itu yang dilanda kekacauan politik beserta adanya beberapa pemberontakan di daerah sehingga pemerintah menetapkan status darurat perang sejak 1957.
Awalnya, hanya dalam bentuk program pelatihan kemiliteran untuk mahasiswa di wilayah Jawa Barat. Komando Daerah Militer (Kodam) Siliwangi melatih mahasiswa dalam rangka persiapan menghadapi gangguan keamanan dan gerombolan Darul Islam/Tentara Islam Indonesia (DI/TII).
Program pelatihan itu disebut Wajib Latih (Wala) yang diinisiasi oleh Panglima Siliwangi Kolonel Raden Ahmad Kosasih. Ia kemudian menyebut hasil didikan program Wala sebagai Batalyon Mahasiswa.
Kemudian, pada 24 Januari 1963, Wakil Menteri Pertama Urusan Pertahanan/Keamanan dan Menteri Perguruan Tinggi menerbitkan Surat Keputusan Bersama (SKB) No. M/A/20/63. SKB tersebut menjadi dasar untuk memasukkan latihan pertahanan ke dalam kurikulum perguruan tinggi dan juga instruksi pembentukan Resimen Mahasiswa di setiap universitas.
Hal itu terjadi bukan tanpa sebab. Sebelumnya, Presiden Soekarno pada Desember 1961 mencanangkan Tri Komando Rakyat (Trikora) yang disusul terbitnya Surat Keputusan No. MI/B/00307/1961. Surat itu memerintahkan perluasan latihan ketangkasan keprajuritan di kalangan mahasiswa melalui program Wala.
Dengan demikian, seluruh Kodam bekerja sama dengan perguruan tinggi. Kemudian, program pelatihan militer ini menjadi kewajiban di beberapa perguruan tinggi untuk kepentingan tersebut.
Menwa pernah berperan penting dalam aktivitas keamanan dan pertahanan negara. Itulah mengapa Hari Korps Resimen Mahadjaya (Menwa Jayakarta) diperingati setiap tahunnya pada 15 Mei.
Untuk memperingati hari penting ini, dapat dilakukan beberapa hal. Salah satunya yakni Menwa Jayakarta biasanya mengadakan apel pasukan. Selain itu, terdapat pula kegiatan kemanusiaan yang diselenggarakan beserta kegiatan lain.
Hari Keluarga Internasional
Di dunia global atau internasional, tanggal 15 Mei diperingati sebagai Hari Keluarga Internasional. Ini dilandasi beberapa peristiwa di masa lampau dan juga kesadaran akan makna keluarga dengan berbagai kebutuhan dan masalahnya.
Sejak tahun 1980, Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mulai memusatkan perhatian pada isu-isu yang berkaitan dengan keluarga. Tiga tahun kemudian, yakni pada 1983, Sekretaris Jenderal bergerak untuk meningkatkan kesadaran di antara para pengambil keputusan/kebijakan dan masyarakat umum tentang masalah dan kebutuhan keluarga.
Lalu, pada 1989, Majelis Umum PBB mulai mencanangkan adanya Tahun Keluarga Internasional. Baru pada 1993, Majelis Umum PBB mendeklarasikan bahwa setiap tahun pada tanggal 15 Mei harus diperingati sebagai Hari Keluarga Internasional.
Hari Keluarga Internasional memberi kesempatan bagi masyarakat global untuk meningkatkan kesadaran akan berbagai isu yang berkaitan dengan keluarga. Tidak hanya itu, tentunya juga untuk meningkatkan pengetahuan tentang proses sosial, ekonomi, dan demografi yang memengaruhi mereka.
Dengan adanya peringatan ini, serangkaian acara perayaan Hari Keluarga Internasional dapat berguna untuk peningkatan kesadaran. Masyarakat global dapat lebih menyoroti berbagai bidang yang berkaitan dan penting bagi keluarga agar tercipta masyarakat sejahtera dan hadir satu sama lain, dimulai dari lingkup keluarga.
Itulah beberapa peringatan pada tanggal penting, 15 Mei, di Indonesia dan di dunia internasional. Selain itu, ada pula peringatan-peringatan lain pada 15 Mei, yakni Hari Kesadaran Perawatan Kanguru Internasional, Hari Kesadaran Aksesibilitas Global, Hari Penolak Wajib Militer Internasional, Hari Kesadaran Tanda Lahir Vaskular Internasional, dan lainnya.
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Indyra Yasmin
Masuk tirto.id




































