Menuju konten utama

18 RT di Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 150 Cm

BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.

18 RT di Jakarta Terendam Banjir, Ketinggian Air Capai 150 Cm
Ilustrasi banjir Jakarta. Sejumlah kendaraan melintasi jalan yang terendam banjir di Jalan Outer Ring Road, Cengkareng, Jakarta, Jumat (23/1/2026). Banjir setinggi 40-60 cm akibat tingginya intensitas hujan sejak Kamis (22/1) serta buruknya kualitas drainase tersebut membuat sejumlah kendaraan mogok dan lalu lintas terganggu. ANTARA FOTO/Naufal Khoirulloh/foc.

tirto.id - Hujan deras yang melanda wilayah DKI Jakarta dan sekitarnya menyebabkan sejumlah pos pantau dan pintu air berstatus Waspada serta menimbulkan genangan di sejumlah wilayah pada Kamis (28/1/2026).

Kepala Pusat Data dan Informasi Kebencanaan BPBD DKI Jakarta, Mohamad Yohan, mengatakan hingga Kamis pukul 06.00 WIB, tercatat genangan terjadi di 18 RT yang tersebar di Jakarta Selatan dan Jakarta Timur. Kenaikan muka air tercatat di beberapa titik, di antaranya Bendung Katulampa, Pos Sunter Hulu, Pos Pesanggrahan, Pos Angke Hulu, Pintu Air Manggarai, dan Pintu Air Karet.

"BPBD mencatat saat ini terdapat 18 RT," kata Yohan dalam keterangan tertulisnya, Kamis (29/1/2026).

Di Jakarta Selatan, Yohan menyebut genangan terjadi di 4 RT yang meliputi Kelurahan Rawajati sebanyak 1 RT, dan Kelurahan Pejaten Timur sebanyak 3 RT. Adapun ketinggian air di wilayah tersebut berkisar antara 30 hingga 60 sentimeter dan disebabkan oleh curah hujan tinggi serta luapan Kali Ciliwung.

Sementara itu, Jakarta Timur menjadi wilayah terdampak terparah dengan genangan di 14 RT, yang terdiri dari 4 RT di Kelurahan Bidara Cina, 4 RT di Kelurahan Kampung Melayu, 5 RT di Kelurahan Cawang, dan 1 RT di Kelurahan Cililitan.

"Ketinggian 110 sampai dengan 150 cm. Penyebab curah hujan tinggi dan luapan Kali Ciliwung" kata Yohan.

BPBD DKI mengimbau kepada masyarakat agar tetap berhati-hati dan waspada terhadap potensi genangan.

"BPBD DKI Jakarta mengerahkan personel untuk memonitor kondisi genangan di setiap wilayah dan mengoordinasikan unsur Dinas SDA, Dinas Bina Marga, Dinas Gulkarmat untuk melakukan penyedotan genangan dan memastikan tali-tali air berfungsi dengan baik bersama dengan para lurah dan camat setempat serta menyiapkan kebutuhan dasar bagi penyintas. Genangan ditargetkan untuk surut dalam waktu cepat," katanya.

Baca juga artikel terkait BANJIR JAKARTA atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama