Menuju konten utama

Mitigasi Banjir, Pemprov Jakarta Bakal Normalisasi 3 Sungai

Selain modifikasi cuaca, Pemprov DKI Jakarta berencana menormalisasi 3 sungai yakni Sungai Ciliwung, Kali Krukut, dan Cakung Lama.

Mitigasi Banjir, Pemprov Jakarta Bakal Normalisasi 3 Sungai
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung (kanan) bersama Wali Kota Administrasi Jakarta Barat Iin Mutmainnah (kiri) berbincang dengan warga saat meninjau banjir dan warga terdampak di Rawa Buaya, Cengkareng, Jakarta, Sabtu (24/1/2026). Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meninjau lokasi banjir dan pengungsian warga di Rawa Buaya, Jakarta Barat, untuk memastikan kondisi warga terdampak serta menindaklanjuti permintaan masyarakat terkait penanganan banjir. ANTARA FOTO/Bayu Pratama S/nz.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, menyatakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta akan melakukan normalisasi sungai sebagai langkah untuk antisipasi banjir. Sementara saat ini pihaknya tengah melakukan modifikasi cuaca demi mengatasi potensi banjir akibat cuaca ekstrem.

Kata Pramono, Pemprov DKI akan melakukan normalisasi di tiga sungai. Namun, ia belum menyatakan apakah akan ada warga yang direlokasi selama proses normalisasi tersebut.

"Kami sudah memutuskan untuk normalisasi tiga sungai utama. Yang pertama adalah Sungai Ciliwung, yang kedua Kali Krukut, yang ketiga adalah Cakung Lama," ucapnya di Jakarta Utara, Minggu (25/1/2026).

Menurut Pramono, luas ketiga sungai itu telah menyempit karena endapan. Misalnya, Sungai Cakung Lama sebelumnya memiliki luas 15-20 meter. Namun, luas Sungai Cakung Lama kini hanya dua meter.

Karena penyempitan, aliran air di ketiga sungai itu disebut sulit mencapai lautan. Pramono menyatakan proses normalisasi ditargetkan berlangsung pada tahun ini.

"Mau diapakan pun nggak bisa itu air turun ke laut, sehingga dengan demikian perlu kita lakukan normalisasi dan saya sudah memutuskan untuk semua itu kita lakukan dan kita mulai di tahun 2026 ini," urainya.

Pramono menyatakan banjir Jakarta saat ini sebagian besar telah surut. Genangan yang tak terlalu tinggi disebut masih muncul di Ibu Kota. Akan tetapi, genangan itu dinilai tidak mengganggu aktivitas masyarakat. Transportasi umum juga disebut berlangsung dengan normal.

Meski demikian, Pramono meminta operasi modifikasi cuaca tetap dilakukan hingga 27 Januari 2026 mengingat peringatan dini cuaca kawasan Jakarta berlangsung hingga 28 Januari 2026.

"Saya tetap meminta untuk modifikasi cuaca kita standby-kan sampai dengan tanggal 27 Januari ini. Kalau hari ini saya yakin seharian pasti cerah karena memang kami sudah mendapatkan data dari BMKG, tetapi apa pun kita persiapkan modifikasi cuaca kalau memang diperlukan kami siagakan sampai tanggal 27 Januari," urai politikus PDIP tersebut.

Baca juga artikel terkait PRAMONO ANUNG atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Rina Nurjanah