Menuju konten utama

15 Contoh Soal Hukum Ohm, Pembahasan, dan Jawabannya

Contoh soal hukum Ohm dilengkapi dengan pembahasan dan kunci jawabannya.

15 Contoh Soal Hukum Ohm, Pembahasan, dan Jawabannya
latihan soal cpns. foto/istockphoto

tirto.id - Hukum Ohm adalah hukum dasar listrik yang menggambarkan hubungan antara tegangan (volt), arus listrik (ampere), dan hambatan (ohm) dalam satu rangkaian. Simak 15 contoh soal hukum Ohm beserta pembahasan dan jawabannya.

Hukum ini ditemukan oleh fisikawan dan matematikawan asal Jerman bernama Georg Simon Ohm pada tahun 1827. Georg Simon Ohm merupakan seorang guru. Ia melakukan penelitian dengan menggunakan elektrokimia baru temuan Alessandro Volta.

Berangkat dari penelitiannya, Simon Ohm kemudian menemukan rumus Ohm. Satuan hambatan listrik diambil dari nama Georg Simon Ohm sebagai penemu.

Rumus Hukum Ohm dituliskan sebagai berikut:

𝑉 = 𝐼 × 𝑅

Keterangan:

V adalah tegangan (satuan: Volt, V),

I adalah arus listrik (satuan: Ampere, A),

R adalah hambatan (satuan: Ohm, Ω).

15 Contoh Soal Hukum Ohm dan Pembahasan

Untuk lebih memahami mengenai hukum ohm dan aplikasinya, berikut 15 contoh soal hukum Ohm beserta pembahasannya:

1. Apa yang dimaksud dengan Hukum Ohm?

A. Hubungan antara daya dan tegangan

B. Hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan

C. Hubungan antara energi dan waktu

D. Hubungan antara arus dan energi

Jawaban: B. Hubungan antara tegangan, arus, dan hambatan

Penjelasan: Hukum Ohm menyatakan bahwa tegangan (V) dalam sebuah rangkaian sebanding dengan arus (I) dan hambatan (R) yang ada, yaitu V=I×R

2. Jika hambatan suatu resistor adalah 5 ohm dan tegangan yang diterapkan adalah 10 volt, berapa arus yang mengalir?

A. 0.5 A

B. 1 A

C. 2 A

D. 5 A

Jawaban: C. 2 A

Penjelasan: Berdasarkan Hukum Ohm,

𝐼 = 𝑉/𝑅 = 10/5 = 2

3. Apa satuan dari hambatan dalam Hukum Ohm?

A. Volt

B. Ampere

C. Ohm

D. Joule

Jawaban: C. Ohm

Penjelasan: Hambatan diukur dalam satuan ohm (Ω).

4. Jika hambatan dalam rangkaian paralel berkurang, apa yang terjadi pada arus total?

A. Arus total berkurang

B. Arus total tetap

C. Arus total meningkat

D. Tidak ada perubahan

Jawaban: C. Arus total meningkat

Penjelasan: Dalam rangkaian paralel, jika hambatan total berkurang, arus total akan meningkat karena arus cenderung mengalir melalui jalur yang memiliki hambatan lebih rendah.

5. Dalam rangkaian seri, jika salah satu resistor terputus, apa yang terjadi?

A. Arus tetap mengalir

B. Arus berhenti mengalir

C. Hambatan berkurang

D. Daya meningkat

Jawaban: B. Arus berhenti mengalir

Penjelasan: Dalam rangkaian seri, jika salah satu resistor terputus, arus tidak bisa mengalir karena jalur rangkaian terputus.

Ilustrasi Latihan Soal

latihan soal cpns. foto/istockphoto

6. Jika hambatan dalam suatu rangkaian diubah menjadi dua kali lipat dan tegangan tetap, berapa besar perubahan arus?

A. Arus tetap

B. Arus dua kali lipat

C. Arus setengahnya

D. Arus menjadi nol

Jawaban: C. Arus setengahnya

Penjelasan: Menggunakan hukum Ohm, jika hambatan dua kali lipat dan tegangan tetap, maka arus akan berkurang setengahnya.

7. Hukum Ohm hanya berlaku pada bahan yang memiliki sifat:

A. Konduktor

B. Superkonduktor

C. Isolator

D. Non-konduktor

Jawaban: A. Konduktor

Penjelasan: Hukum Ohm berlaku pada bahan yang bersifat konduktor, dimana hubungan antara tegangan dan arus bersifat linear.

8. Hambatan listrik 9 Ohm dirangkai dengan baterai yang memiliki tegangan 6 volt. Berapa nilai kuat arus listrik yang mengalir?

A. 1.5 A

B. 5 A

C. 0.66 A

D. 1 A

Jawaban: C. 0.66 Ω

Penjelasan: I = V/R = 6/9 = 0.66 A.

9. Resistor memiliki hambatan 10 Ω, dan arus yang mengalir adalah 2 A. Berapa tegangan yang diterapkan pada resistor tersebut?

A. 5 V

B. 10 V

C. 20 V

D. 30 V

Jawaban: C. 20 V

Penjelasan: Berdasarkan Hukum Ohm, V=I×R= 2 A×10 Ω =20 V

10. Tegangan yang diterapkan pada resistor adalah 12 volt, dan arus yang mengalir adalah 3 ampere. Berapa daya yang diserap oleh resistor?

A. 36 W

B. 9 W

C. 6 W

D. 3 W

Jawaban: A. 36 W

Penjelasan: Daya dapat dihitung dengan rumus P=V×I=12 V×3 A=36 W

Ilustrasi Fisika

Ilustrasi Fisika. foto/istockphoto

11. Sebuah resistor dengan hambatan sebesar 1 Kilo Ohm dihubungkan dengan sebuah baterai. Jika arus yang mengalir pada resistor sebesar 6 mA. Berapakah tegangan dari baterai?

A. 36 W

B. 19 W

C. 6 W

D. 32 W

Jawaban: C. 6 W

Penjelasan:

R = 1 kilo Ohm = 1000 Ohm

I = 6mA = 0,006 A

Maka V = I x R

V=0,006 x 1000

V= 6 W

12. Jika sebuah rangkaian memiliki tegangan 24 volt dan arus 4 ampere, berapa hambatan resistor?

A. 2 Ω

B. 6 Ω

C. 8 Ω

D. 10 Ω

Jawaban: B. 6 Ω

Penjelasan: Menggunakan rumus

𝑅 = 𝑉 x 𝐼 = 24/4 =6 Ω

13. Seorang teknisi mengukur tegangan 30 V di sebuah resistor dan menemukan bahwa arus yang mengalir melalui resistor tersebut adalah 0.2 A. Berapa besar hambatan resistor tersebut?

A. 100 Ω

B. 150 Ω

C. 200 Ω

D. 300 Ω

Jawaban: C. 150 Ω

Penjelasan: R=V/I=30/0.5=150 Ω

14. Jika arus dalam suatu rangkaian listrik adalah 0.5 A dan tegangan yang diterapkan 10 V, berapa hambatan dalam rangkaian tersebut?

A. 2 Ω

B. 5 Ω

C. 10 Ω

D. 20 Ω

Jawaban: B. 20 Ω

Penjelasan: R = V/I = 10/0.5 = 20

15. Apabila nilai tegangan sebuah arus listrik 50 V dan nilai arus listrik sebesar 5 A. Berapakah nilai resistensi atau hambatannya?

A. 2 Ω

B. 5 Ω

C. 10 Ω

D. 20 Ω

Jawaban: C. 10 Ω

Penjelasan:

V = 50 V

I = 5 A

R = V / I

R = 50 / 5 R

R = 10 Ohm

Jadi, nilai hambatannya adalah 10 Ω

Baca juga artikel terkait CONTOH SOAL atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Edusains
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Beni Jo