Menuju konten utama

Rumus Hukum Ohm, Bunyi Pernyataan & Penjelasannya serta Contoh Soal

Berikut rumus Hukum Ohm beserta penjelasan pernyataannya terkait hambatan listrik, dan contoh soal-jawaban di materi pelajaran Fisika ini.

Rumus Hukum Ohm, Bunyi Pernyataan & Penjelasannya serta Contoh Soal
Pekerja mengganti kabel pada jaringan listrik di Desa Pojok, Kediri, Jawa Timur, Kamis (28/10/2021). ANTARA FOTO/Prasetia Fauzani/hp.

tirto.id - Hukum Ohm menyatakan bahwa besarnya arus listrik yang mengalir melalui sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan tegangan yang diterapkan kepadanya. Adapun rumus Hukum Ohm adalah R = V/I (guna mengetahui hambatan listrik), atau V = I.R (mengukur tegangan listrik), atau I = V/R (untuk mencari kuat arus listrik).

Dalam persamaan hukum Ohm tersebut, V adalah tegangan listrik (volt), I adalah kuat arus (ampere), sementara R adalah hambatan (Ohm).

Listrik muncul karena sifat benda yang memiliki 2 jenis muatan yaitu positif (proton) dan negatif (elektron). Saat elektron bergerak, berarti muncul arus listrik.

Besar arus listrik ditentukan banyaknya muatan elektron yang mengalir di suatu titik dalam 1 detik. Besaran arus listrik diukur dalam satuan Coulomb/detik atau Ampere. Arus listrik dapat mengalir jika ada penggeraknya, yaitu beda potensial (tegangan).

Arus listrik bisa mengalir melalui bahan yang mudah menghantarkan elektron (konduktor). Umumnya, konduktor terbuat dari bahan logam. Namun, arus listrik juga bisa terhenti alirannya oleh penghambat (resistor). Di konteks ini, hukum Ohm berlaku.

Hukum Ohm dan Hambatan Listrik: Penjelasan Rumusnya

Hukum Ohm diperkenalkan pada tahun 1862, oleh fisikawan Jerman yang bernama George Simon Ohm. Ia lahir di Munich, Jerman, pada 16 Maret 1789 dan meninggal pada 6 Juli 1854.

Mengutip artikel di Jurnal Ilmiah Komputer dan Informatika, Hukum Ohm adalah hukum dasar yang menyatakan hubungan antara Arus Listrik (I), Tegangan (V), dan Hambatan (R). Hukum Ohm menjelaskan bagaimana arus listrik mengalir melewati material ketika berbagai level tegangan diterapkan.

Mengutip modulFisika Kelas XII KD 3.1 terbitan Kemdikbud (2020), arus listrik mengalir karena ada perbedaan potensial antara dua titik di suatu penghantar. Proses ini biasa terjadi dalam rangkaian listrik tertutup, seperti di lampu senter, radio, dan televisi.

Alat elektronik dapat menyala karena ada aliran listrik dari sumber tegangan. Kemudian, listrik yang berasal dari sumber tegangan dihubungkan dengan perangkat elektronik sehingga menghasilkan beda potensial.

Nah, dalam konteks itu, George Simon Ohm menemukan hukum dengan bunyi berikut ini:

"Pada suhu tetap, kuat arus yang mengalir pada suatu penghantar listrik (I) sebanding dengan tegangannya (V)."

Perbandingan antara beda potensial (V) dan kuat arus listrik (I) tersebut dinamakan hambatan listrik (R). Hukum Ohm bisa dipakai untuk mengukur nilai resistor (hambatan listrik) yang diperlukan dalam suatu rangkaian.

Resistor adalah komponen dasar elektronika yang dipakai membatasi jumlah arus mengalir dalam satu rangkaian. Selain itu, kegunaan hukum Ohm adalah untuk menentukan arus listrik yang mengalir dalam rangkaian.

Satuan dari resistivitas adalah Ohm, yang kemudian disingkat dengan huruf, Yunani omega besar, dengan simbol omega. Dinyatakan bahwa 1 Ohm = 1 omega, ini adalah resisivitas jika voltase sebesar 1 Volt menghasilkan arus sebesar 1 Ampere.

Secara matematis hukum Ohm dinyatakan dengan rumus berikut.

R = V/I

Keterangan :

a. R adalah nilai hambatan listrik (resistansi) yang terdapat pada suatu penghantar dalam satuan ohm

b. V adalah tegangan listrik yang terdapat pada kedua ujung penghantar dalam satuan volt (V).

c. I adalah arus listrik yang mengalir pada suatu penghantar dalam satuan Ampere (A).

Contoh Soal Hukum Ohm

Berikut ini contoh soal sederhana terkait dengan materi hukum Ohm dan hambatan listrik yang dinukil dari modul Fisika terbitan Kemdikbud.

1. Pertanyaan

Diketahui kuat arus sebesar 0,5 ampere mengalir di suatu penghantar yang memiliki beda potensial 6 volt. Berapa hambatan hambatan listrik penghantar tersebut?

2. Jawaban

Diketahui:

V = 6 V

I = 0,5 A

Ditanya : R = ... ?

Jawab:

R = V/R

R = 6/0,5

R = 12 omega.

Baca juga artikel terkait LISTRIK atau tulisan lainnya dari Chyntia Dyah Rahmadhani

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Chyntia Dyah Rahmadhani
Penulis: Chyntia Dyah Rahmadhani
Editor: Addi M Idhom