Menuju konten utama

13 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Guru Ngaji di Kediri

DP2KBP3A Kediri mengaku masih melakukan asesmen dan pemulihan korban dugaan pencabulan yang dilakukan takmir dan pengisi kajian masjid berinisial HJ.

13 Anak Diduga Jadi Korban Pencabulan Guru Ngaji di Kediri
Ilustrasi Pemerkosaan, foto/istockphoto

tirto.id - Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan, dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Kabupaten Kediri mulai melakukan pendampingan terhadap 13 anak perempuan korban dugaan pencabulan oleh seorang tokoh agama di Kecamatan Ngadiluwih, Kota Kediri, Jawa Timur. Kasus ini sebelumnya sempat ramai di media sosial, saat pelaku HJ (63) ditangkap polisi di rumahnya. Warga yang geram nyaris menghajar pensiunan guru tersebut.

Kepala Bidang Perlindungan Perempuan dan Anak (Kabid PPA) DP2KBP3A, Intan Candra Dewi, mengatakan pihaknya masih melakukan asesmen awal. Dia belum dapat menyampaikan kondisi para korban secara rinci.

“Ini sifatnya masih pendampingan awal. Nanti kami juga bekerja sama dengan pihak puskesmas. Saat ini, kami fokus pada proses asesmen dan pemulihan korban terlebih dahulu,” ujarnya saat ditemui di rumah ketua RT setempat, Senin (18/5/2026).

Intan menjelaskan, DP2KBP3A turut melibatkan psikolog klinis dan tenaga kesehatan dari puskesmas guna memastikan kondisi anak-anak korban dapat dipantau secara menyeluruh.

“Karena korbannya anak-anak, kami fokus melakukan pendampingan psikologis untuk membantu proses pemulihan mereka,” imbuhnya.

HJ (63), yang dikenal sebagai penasihat takmir musala setempat ini diamankan anggota Unit Pelayanan Perempuan dan Anak (PPA) Satreskrim Polres Kediri pada Sabtu (17/5/2026) malam.

Ketua RT setempat, Mujiarto, mengatakan kasus tersebut terungkap setelah salah satu anak korban mengadu kepada orang tuanya.

“Awalnya ada empat anak. Salah satu korban mengadu kepada orang tuanya, lalu orang tua korban melapor kepada saya. Setelah itu saya berkoordinasi dengan perangkat desa untuk menemui yang bersangkutan,” terangnya.

Menurut Mujiarto, para orang tua korban sempat melakukan mediasi dengan terduga pelaku. Namun, mediasi tersebut tidak menemukan titik temu. Di sisi lain, jumlah laporan justru terus bertambah. Hingga kini tercatat 13 orang.

“Pada mediasi kedua, yang bersangkutan tidak hadir. Akhirnya para orang tua sepakat melanjutkan persoalan ini ke KPAI. Setelah itu, pada Sabtu malam, pelaku diamankan polisi,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Kesejahteraan desa setempat, Arik, menyebut jumlah korban yang terdata sementara mengalami penambahan. Awalnya terdapat sekitar 10 anak, namun kini bertambah menjadi 13 anak.

“Data sementara ada 13 korban. Cuma tracing belum kita lakukan lebih mendalam lagi,” katanya.

Diketahui, terduga pelaku merupakan seorang pensiunan yang aktif sebagai penasihat takmir dan kerap mengisi kajian di salah satu masjid di sekitar tempat tinggalnya.

Berdasarkan informasi yang dihimpun, dugaan pencabulan dilakukan saat anak-anak peserta pengajian sedang beristirahat. Aksi cabul itu juga dilakukan pelaku di momen lebaran lalu.

Hingga kini, proses hukum dan pendalaman kasus masih terus berlangsung. Kasat Reskrim Polres Kediri, AKP Joshua Peter Krisnawan memastikan pelaku telah diamankan. Tapi dia meminta masyarakat menunggu perkembangan lebih lanjut terkait penanganan perkara tersebut.

“Tunggu update-nya ya,” singkatnya.

Pihak terkait menegaskan bahwa perlindungan identitas korban serta pemulihan kondisi psikologis anak menjadi prioritas utama dalam penanganan kasus ini.

======

Info Kediri adalah akun IG City Info yang merupakan bagian dari #KolaborasiJangkarByTirto.

Baca juga artikel terkait PENCABULAN atau tulisan lainnya dari Info Kediri

tirto.id - Flash News
Kontributor: Info Kediri
Penulis: Info Kediri
Editor: Andrian Pratama Taher