tirto.id - Sebanyak 1.000 taruna Akademi Militer (Akmil) akan terlibat dalam proses pembinaan siswa Sekolah Rakyat di bawah Kementerian Sosial (Kemensos).
Lima Taruna akan bertanggung jawab terhadap satu sekolah untuk memberikan sejumlah materi, seperti soal kerapian pakaian maupun kamar asrama.
"Nanti setelah ada skema ya antara Mabes TNI dengan Kemensos, cq dibawah Kemhan, itu nanti rencananya di tiap Sekolah Rakyat akan ada lima taruna. Lima taruna yang akan membimbing, baik siswa maupun guru-gurunya dalam masalah kerapian," kata Wakil Menteri Sosial, Agus Jabo Priyono, dalam keterangannya, dikutip Kamis (25/6/2026).
Menurutnya, pembinaan ini penting dilakukan untuk membentuk karakter siswa agar lebih disiplin dan rapi. Terlebih, pelaksanaannya akan bekerja sama TNI.
"Sejak awal kami sudah minta sebetulnya ke TNI/Polri untuk ikut terlibat dalam proses pembinaan itu. Jadi kalau kemudian kedepan nanti kita melaksanakan ini ya enggak ada masalah, itu (sesuai) Inpres (Inpres Nomor 8 Tahun 2025)," tuturnya.
Sementara itu, Komandan Jenderal Akademi TNI, Letjen R Sidiharta Wisnu Graha, menyampaikan akan mengirimkan Taruna Tingkat 1 dan Tingkat 2 untuk melaksanakan pembinaan pembentukan karakter ini di 178 titik Sekolah Rakyat.
"Nanti kami siapkan seribu orang, itu termasuk pengasuhnya Taruna. Jadi nanti Taruna yang kami kirim itu Tingkat 1 dan Tingkat 2," ujar Wisnu.
Hingga kini, Mabes TNI dan Kemensos masih menyiapkan skema pelaksanaan program pembinaan tersebut. Rencananya, kegiatan mulai dilakukan pada awal Agustus 2026 dalam kurun waktu satu minggu.
Wisnu mengungkapkan, beberapa materi yang akan diajarkan antara lain yakni cara menyetrika baju seragam, merapikan seprei, kerapian lemari pakaian, hingga cara menyemir sepatu.
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id
































