tirto.id - Kontroversi promotor konser musik Mecima Pro dalam konser DAY6 di Jakarta pada 3 Mei 2025 memicu gelombang protes dari penggemar. Salah satu isu utama adalah pemindahan mendadak venue dari Jakarta International Stadium (JIS) ke Stadion Madya Gelora Bung Karno (GBK) karena alasan teknis.
Pemindahan venue secara mendadak ini mengecewakan banyak penggemar yang telah merencanakan akomodasi dan transportasi, serta mengharapkan pengalaman konser yang lebih baik di JIS. Mereka menuntut kompensasi atau upgrade tiket, namun Mecima Pro hanya menawarkan opsi refund tanpa penjelasan memadai.
Masalah semakin rumit dengan kisruh tiket. Banyak pembeli yang melakukan transaksi melalui situs Mecimashop mengeluhkan tidak menerima tiket elektronik meskipun pembayaran telah berhasil. Selai itu penggemar yang telah membeli tiket melalui Tiket.com juga nasibnya tidak jelas. Pihak tiket.com menyarankan agar penggemar mengajukan pengembalian dana lantaran pihak Mecima Pro belum mengirimkan Seat Number (SN) dan Queue Number (QN) jelang konser.
Sebagai respons terhadap protes penggemar, Mecima Pro akhirnya membuka opsi refund pada 1 Mei 2025. Namun, penggemar tetap merasa kecewa dengan penanganan yang lambat dan kurang transparan. Beberapa di antaranya bahkan mengirim surat terbuka kepada JYP Entertainment, agensi DAY6, untuk meminta perhatian lebih terhadap kualitas promotor konser di Indonesia.
Daftar Kontroversi Mecima Pro
Kontroversi ini menambah daftar panjang masalah yang pernah terjadi dalam konser-konser sebelumnya yang diselenggarakan oleh Mecima Pro. Berikut adalah 10 konser kontroversial yang diselenggarakan Mecima Pro:
1. Konser Super Junior (2022): Pelarangan Fan Project
Penggemar mengeluhkan dugaan pelarangan fan project yang sudah direncanakan. Promotor beralasan kegiatan tersebut tidak mendapat izin dari manajemen artis, sementara penggemar mengaku sudah mengirimkan proposal tanpa tanggapan. Mecima Pro mengklaim telah menanggapi hal tersebut.2. Konser TREASURE 2024 : Penjualan Tiket Bermasalah
Penggemar yang membeli tiket melalui membership dengan harga lebih mahal justru mendapatkan nomor antrean (QN) yang lebih besar dibandingkan pembeli umum, menimbulkan protes ketidakadilan.3. Konser IVE (2024): Konser Ditunda, Refund Rumit
Konser ini mengalami penundaan dari Januari ke Agustus. Penggemar yang mengajukan refund mengeluhkan prosedur yang rumit dan proses yang lambat dari pihak Mecima Pro. Sementara pengiriman merchandise yang dijual promotor ini (Mecima Shop) sering mengalami keterlambatan. Komunikasi dari pihak Mecima juga kurang.4. Konser Bigbang (2015): Tiket Mahal & Servis Buruk
Pada venue konser informasi atau petunjuk arah tiap kelas tak jelas. Harga tiket yang mahal diiringi dengan service yang buruk. Banyak penonton mendapatkan informasi tak jelas atau tak terarah oleh kru hingga membuat fans bingung. Sejumlah kekacauan yang terjadi mulai dari seat plan dan antrian amburadul, fans tanpa tiket bisa masuk area VIP, sampai penggemar pingsan kurang ditangani dengan baik.5. Konser EXO (2016): Body Checking Berlebihan
Body checking saat konser EXO berlebihan. Sejumlah fans ada yang mengalami pelecehan seksual saat pemeriksaan keamanan, security melakukan pengecekan tidak wajar dengan menarik celana dalam. Pemeriksaan secara tidak wajar, mencakup area dari ujung kepala, belahan dada, selangkangan, hingga ujung kaki.6. Konser iKON (2018): Penggemar Dijanjikan Poster
Fans iKON yang membeli tiket konser dijanjikan poster bonus, tapi setelah konser selesai mereka tidak mendapatkan poster.7. Konser ENHYPEN (2024): Kendala Penjualan Tiket
Sejumlah penggemar yang telah membeli tiket mengaku belum mendapat tiket elektronik hingga konfirmasi pembayaran sejak melakukan transaksi melalui Mecima Shop pelaksanaan general sales. Padahal, penggemar sudah melakukan transaksi sesuai dengan nominal dan batas waktu yang ditentukan.8. Konser SEVENTEEN (2017): Seat Plan Diubah Mendadak
MecimaPro selalu promotor melakukan perubahan seat plan secara mendadak, dari yang semula dalam seat plan berdiri menjadi duduk, hal itu menimbulkan kekecewaan dari para penggemar.9. Konser SEVENTEEN (2022): Dugaan Penimbunan Tiket
Pada 2022 terdapat dugaan promotor menimbun tiket sendiri. Saat itu fans kesulitan untuk mendapatkan tiket sedangkan penjualan oleh calo merajalela.10. Konser SEVENTEEN (2025): Manajemen Tiket Bermasalah
Pada konser 2025 lagi-lagi manajemen tiket bermasalah. Website ticketing yang disediakan promotor terjadi eror, hal itu juga menjadikan penukaran tiket menjadi kacau.Penulis: Irwan Syambudi
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id
































