tirto.id - Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan (Zulhas) mengklaim perang antara Iran dengan Amerika Serikat (AS)-Israel tidak memengaruhi kondisi pangan Tanah Air. Sebab, RI disebut tidak mengimpor pangan dari kawasan Timur Tengah.
"Perang Timur Tengah itu tidak berdampak kepada kita (RI). Karena kita tidak ada impor apa pun dari Timur Tengah soal makanan, enggak ada," kata Zulhas di kantor Kemenko Pangan, Jakarta Pusat, Rabu (11/3/2026).
Dalam kesempatan itu, Zulhas menyatakan Kemenko Pangan telah siap menghadapi inflasi pangan yang kemungkinan terjadi imbas kenaikan harga minyak. Adapun kenaikan harga minyak kemungkinan terjadi karena penutupan Selat Hormuz.
Menurut Zulhas, Kemenko Pangan telah diminta Presiden Prabowo Subianto untuk swasembada pangan. Sementara ini, Kemenko Pangan telah menginstruksikan agar jumlah produksi komoditas pangan untuk ditingkatkan.
"Sementara perintah Bapak Presiden, produksi kita harus ditingkatkan. Bapak Presiden kita ini kita bersyukur ya, sudah memperkirakan ini akan terjadi. Oleh karena itu, pangan itu, kan, dari lima tahun, minta maju tiga tahun, minta maju dua tahun, setahun. Alhamdulillah kita sudah terjadi [swasembada pangan]," ucap Zulhas.
Ketua Umum PAN itu juga menyebutkan, stok pangan cenderung dalam kondisi tercukupi menjelang Hari Raya Idul Fitri 2026. Sejumlah komoditas pangan sempat naik di awal bulan Ramadhan 2026.
Zulhas mengklaim harga sejumlah komoditas pangan itu telah stabil saat mendekati Lebaran 2026.
"Alhamdulillah stok pangan kita lebih dari cukup. Tersedia, harga terjangkau, ya. Memang ada yang naik, cabai, tetapi sekarang sudah cenderung turun, sudah. Telur juga, tetapi masih dalam harga acuan, masih dalam batas harga acuan," pungkas Zulhas.
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id



































