Menuju konten utama

Update Perang Iran vs Israel Hari Ini: AS Serang Kapal di Hormuz

Update hari ke-12 perang Iran vs Israel-AS, kedua kubu masih saling serang, AS menghancurkan kapal-kapal Iran di dekat Selat Hormuz.

Update Perang Iran vs Israel Hari Ini: AS Serang Kapal di Hormuz
Gambar ini, yang diperoleh dari kantor berita ISNA Iran, menunjukkan puing-puing dan reruntuhan yang menutupi kendaraan yang hancur setelah serangan rudal di sebuah lingkungan di ibu kota Iran, Teheran, pada 28 Februari 2026. Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran pada 28 Februari, dengan Bulan Sabit Merah Iran melaporkan pada malam 28 Februari bahwa setidaknya 201 orang tewas dan 747 terluka dalam serangan tersebut. (Photo by AMIR KHOLOUSI / ISNA / AFP)
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Situasi perang di Timur Tengah terus memanas dalam 11 hari terakhir. Di ibu kota Iran, Teheran, sejumlah ledakan besar dilaporkan terjadi setelah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara yang menargetkan hampir 10.000 lokasi sipil dan menyebabkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas.

Sempat muncul klaim dari Presiden AS Donald Trump yang menyebut jika perang Iran vs AS-Israel akan segera berakhir, namun hingga hari ini, ketegangan masih terjadi.

Hari ke-12 Perang AS-Israel vs Iran

Berikut ini beberapa update perang Israel vs Iran di hari ke-12:

1. Militer AS Serang Kapal di Selat Hormuz

Militer Amerika Serikat menyatakan telah menghancurkan 16 kapal Iran yang diduga digunakan untuk menebar ranjau laut di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026).

Langkah ini diambil setelah Trump memperingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur pengiriman minyak dunia melalui selat tersebut, karena gangguan di wilayah itu bisa menimbulkan konsekuensi serius bagi stabilitas global.

2. Hizbullah vs Israel

Pertempuran juga meluas ke wilayah lain. Kelompok Hizbullah dan militer Israel terus saling menyerang. Di sisi lain, Iran dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (10/3/2026), juga terus meluncurkan rudal ke wilayah Israel yang menargetkan kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Yerusalem meski Israel mengklaim berhasil mencegatnya sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.

3. Iran Masih Serang Kawasan Teluk

Di saat yang sama, Iran juga melakukan serangan balasan yang melibatkan rudal dan drone ke beberapa negara di kawasan Teluk.

Negara-negara seperti Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat sejumlah drone atau rudal dalam beberapa jam terakhir.

Kuwait menyatakan telah menembak jatuh delapan drone Iran, sedangkan Arab Saudi menghancurkan beberapa drone yang menuju ladang minyak besar Shaybah.

"(Tembakan ke drone adalah) bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan, melindungi lokasi vital, dan menghadapi potensi ancaman apa pun," kata Garda Nasional Kuwait, Selasa (10/3).

4. Serangan dari pro-Iran

Kelompok milisi pro-Iran yang menamakan diri Islamic Resistance of Iraq mengklaim telah melakukan 31 serangan terhadap pasukan AS dalam satu hari, dan total hampir 300 serangan dalam 12 hari terakhir.

5. Tentara AS Tewas karena Serangan Iran

Selain itu, Iran mengklaim telah menembakkan beberapa rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait, termasuk ke Camp Arifjan, yang merupakan salah satu markas utama militer Amerika di Timur Tengah.

Menurut Pentagon, serangan Iran tersebut telah menyebabkan tujuh tentara AS tewas dan sekitar 140 lainnya terluka di berbagai lokasi seperti Kuwait dan Arab Saudi.

6. Iran Minta PBB Turun Tangan

Ketegangan semakin meningkat setelah Iran mengumumkan bahwa empat diplomatnya tewas dalam serangan Israel di Beirut, Lebanon, dua hari sebelumnya.

Pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai “aksi terorisme” dan mengirim surat protes keras kepada Dewan Keamanan PBB, menuntut penyelidikan serta pertanggungjawaban Israel.

Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi juga menuduh Amerika Serikat dan Israel menyebarkan informasi yang tidak benar untuk membenarkan perang ini.

“Klaim bahwa Iran berencana menyerang AS atau Pasukan AS, baik secara preventif maupun preemptif, adalah kebohongan belaka,” tulis Araghchi di akun X @araghchi, Rabu (11/3).

“Satu-satunya tujuan kebohongan itu adalah untuk membenarkan Operasi Epic Mistake, sebuah petualangan yang direkayasa oleh Israel dan dibiayai oleh warga Amerika biasa,” tambahnya.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra