tirto.id - Situasi perang di Timur Tengah terus memanas dalam 11 hari terakhir. Di ibu kota Iran, Teheran, sejumlah ledakan besar dilaporkan terjadi setelah Iran menuduh Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan udara yang menargetkan hampir 10.000 lokasi sipil dan menyebabkan lebih dari 1.300 warga sipil tewas.
Sempat muncul klaim dari Presiden AS Donald Trump yang menyebut jika perang Iran vs AS-Israel akan segera berakhir, namun hingga hari ini, ketegangan masih terjadi.
Hari ke-12 Perang AS-Israel vs Iran
Berikut ini beberapa update perang Israel vs Iran di hari ke-12:
1. Militer AS Serang Kapal di Selat Hormuz
Militer Amerika Serikat menyatakan telah menghancurkan 16 kapal Iran yang diduga digunakan untuk menebar ranjau laut di sekitar Selat Hormuz pada Rabu (11/3/2026).Langkah ini diambil setelah Trump memperingatkan Iran agar tidak mengganggu jalur pengiriman minyak dunia melalui selat tersebut, karena gangguan di wilayah itu bisa menimbulkan konsekuensi serius bagi stabilitas global.
2. Hizbullah vs Israel
Pertempuran juga meluas ke wilayah lain. Kelompok Hizbullah dan militer Israel terus saling menyerang. Di sisi lain, Iran dilaporkan Al Jazeera pada Selasa (10/3/2026), juga terus meluncurkan rudal ke wilayah Israel yang menargetkan kota-kota besar seperti Tel Aviv dan Yerusalem meski Israel mengklaim berhasil mencegatnya sehingga tidak menimbulkan korban jiwa.3. Iran Masih Serang Kawasan Teluk
Di saat yang sama, Iran juga melakukan serangan balasan yang melibatkan rudal dan drone ke beberapa negara di kawasan Teluk.Negara-negara seperti Bahrain, Irak, Kuwait, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi melaporkan berhasil mencegat sejumlah drone atau rudal dalam beberapa jam terakhir.
Kuwait menyatakan telah menembak jatuh delapan drone Iran, sedangkan Arab Saudi menghancurkan beberapa drone yang menuju ladang minyak besar Shaybah.
"(Tembakan ke drone adalah) bagian dari upaya berkelanjutan untuk meningkatkan keamanan, melindungi lokasi vital, dan menghadapi potensi ancaman apa pun," kata Garda Nasional Kuwait, Selasa (10/3).
4. Serangan dari pro-Iran
Kelompok milisi pro-Iran yang menamakan diri Islamic Resistance of Iraq mengklaim telah melakukan 31 serangan terhadap pasukan AS dalam satu hari, dan total hampir 300 serangan dalam 12 hari terakhir.5. Tentara AS Tewas karena Serangan Iran
Selain itu, Iran mengklaim telah menembakkan beberapa rudal ke pangkalan militer AS di Kuwait, termasuk ke Camp Arifjan, yang merupakan salah satu markas utama militer Amerika di Timur Tengah.Menurut Pentagon, serangan Iran tersebut telah menyebabkan tujuh tentara AS tewas dan sekitar 140 lainnya terluka di berbagai lokasi seperti Kuwait dan Arab Saudi.
6. Iran Minta PBB Turun Tangan
Ketegangan semakin meningkat setelah Iran mengumumkan bahwa empat diplomatnya tewas dalam serangan Israel di Beirut, Lebanon, dua hari sebelumnya.Pemerintah Iran menyebut serangan tersebut sebagai “aksi terorisme” dan mengirim surat protes keras kepada Dewan Keamanan PBB, menuntut penyelidikan serta pertanggungjawaban Israel.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi juga menuduh Amerika Serikat dan Israel menyebarkan informasi yang tidak benar untuk membenarkan perang ini.
“Klaim bahwa Iran berencana menyerang AS atau Pasukan AS, baik secara preventif maupun preemptif, adalah kebohongan belaka,” tulis Araghchi di akun X @araghchi, Rabu (11/3).
“Satu-satunya tujuan kebohongan itu adalah untuk membenarkan Operasi Epic Mistake, sebuah petualangan yang direkayasa oleh Israel dan dibiayai oleh warga Amerika biasa,” tambahnya.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id

































