Menuju konten utama

Wiranto Klaim Aksi Kerusuhan Wamena dan Waena Berkaitan Sidang PBB

Walau tidak merinci data kerusuhan Wamena dan Waena, Wiranto menduga aksi berkaitan dengan sidang PBB

Wiranto Klaim Aksi Kerusuhan Wamena dan Waena Berkaitan Sidang PBB
Menko Polhukam Wiranto memberikan keterangan pers terkait kondisi terkini Papua di Kemenko Polhukam, Jakarta, Senin (2/9/2019). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/aww.

tirto.id - Menkopolhukam Wiranto tidak mau memberikan informasi ihwal kerusuhan di Wamena dan Waena, Papua sembarangan. Ia tidak ingin pemberitaan menjadi keliru. Ia mengatakan, pihak aparat keamanan masih berusaha menangani konflik.

"Karena ada pembakaran-pembakaran dan sudah ada korban juga dari kedua belah pihak. Secara rinci nanti yang akan menyampaikan oleh Humas Polri atau besok setelah kami mendapat laporan yang lengkap, kami share ke masyarakat. Jangan sampai keliru," kata Wiranto di kantor Kemenko Polhukam, Senin (23/9/2019).

"Saya ingin penjelasan ini betul-betul profesional, tidak sembarangan karena menyangkut keamanan nasional.” sambung dia.

Wiranto berpendapat kerusuhan hari ini dipastikan karena adanya agenda sidang umum PBB yang dihadiri Indonesia. "Pasti ini menyangkut apa yang sedang kita laksanakan di New York," imbuh mantan Panglima ABRI itu.

Sementara itu, Karopenmas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan pemicu kerusuhan karena timbulnya hoaks terkait dengan rasialisme. Namun dia tidak merinci isu apa. "Hoaks tentang rasis. Penyebar hoaksnya sedang didalami oleh Ditsiber Bareskrim," kata dia di Mabes Polri, hari ini.

Dedi menyatakan terdapat fasilitas umum yang dirusak seperti ruko-ruko dan kantor pemerintahan dalam kerusuhan tersebut. "Ada beberapa ruko terbakar. Untuk kantor pemerintahan ada juga yang diserang namun belum terklarifikasi milik siapa," ucap dia.

Pembubaran demonstrasi pelajar dan warga di Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Papua, Senin (23/9/2019) memakan korban jiwa. Kapendam XVII/Cenderawasih Letkol Cpl Eko Daryanto menjelaskan, berdasarkan penghitungan sementara sudah ada belasan orang meninggal dunia.

"Untuk yang di Wamena kami dapat informasi dari yang di lapangan, baru dapat informasi ya mungkin besok masih perlu dicek. Sementara 16 orang meninggal," kata Daryanto kepada Tirto melalui sambungan telepon, Senin (23/9/2019). "Terus 65 luka-luka," imbuhnya. Ia enggan menyebutkan apakah para korban tersebut personil TNI dan Polri atau warga sipil.

Amuk demonstrasi itu menyasar ke beberapa gedung pemerintahan. Kantor bupati Jayawijaya dibakar. Kantor PLN Rayon Wamena juga dibakar. Seluruh jadwal penerbangan di Bandara Wamena sempat dibatalkan.

Baca juga artikel terkait KONFLIK PAPUA atau tulisan lainnya dari Adi Briantika

tirto.id - Hukum
Reporter: Adi Briantika
Penulis: Adi Briantika
Editor: Andrian Pratama Taher