Menuju konten utama

Warga Keluhkan Minimnya Pengangkutan Sampah TPS Ciwastra Bandung

Pengangkutan dilakukan setiap hari, tapi tak sebanding dengan sampah yang terus datang ke TPS Ciwastra.

Warga Keluhkan Minimnya Pengangkutan Sampah TPS Ciwastra Bandung
Kondisi gunungan sampah di TPS Ciwastra, Kota Bandung, Senin (17/11/2025). tirto.id/Amad NZ.

tirto.id - Timbunan sampah kurang lebih setinggi lima meter menggunung di tempat pembuangan sampah (TPS) Ciwastra, Kota Bandung, Senin (17/11/2025). Meskipun pengangkutan dilakukan setiap hari, tindakan tersebut tak sebanding dengan volume sampah yang terus datang ke lokasi.

Warga sekitar, Kokom (62), menyebutkan kondisi tersebut sudah terjadi lebih dari satu bulan. Menurutnya, kondisi kering seperti ini tak seberapa, paling parah saat turun hujan.

“Musim hujan masuk itu ke toko belatung dari sampah. Jadi bukan cuma bau saja yang ganggu,” sebut Kokom yang berdagang tak jauh dari lokasi TPS itu kepada Tirto, Senin.

Ia pun mengeluhkan sampah baru diangkut hari ini. Adapun petugas kebersihan, katanya, sering mengangkut setiap waktu. Namun ia merasa tidak sebanding dengan jumlah sampah yang terus datang ke lokasi.

“Tiap hari emang diangkut. Ngan tara seueur (cuman tidak banyak). Paling tiga mobil (truk). Itu juga tidak sampai habis,” ujar Kokom.

TPS Ciwastra

Kondisi gunungan sampah di TPS Ciwastra, Kota Bandung, Senin (17/11/2025). tirto.id/Amad NZ.

Pedagang pasar lainnya, Tresno (45), mengatakan ini kali kedua terdapat gunungan sampah di TPS Ciwastra, setelah beberapa tahun lalu saat ada masalah di TPA Sarimukti.

Ia mengharapkan, mesti ada keseriusan dalam mengolah sampah di lokasi tersebut. “Yang pasti mestinya, ngambilnya sebanding dengan sampah yang masuk," harapnya.

"Terus sampah masuk ke sini juga harus diatur. Harus ada pengawasan lebih. Supaya tidak berantakan,” sambung Tresno.

 TPS Ciwastra
Kondisi gunungan sampah di TPS Ciwastra, Kota Bandung, Senin (17/11/2025). tirto.id/Amad NZ.

Pantauan Tirto di lokasi yang berada di belakang Pasar Ciwastra itu, petugas kebersihan dari Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung mulai dikerahkan ke TPS. Satu kendaraan alat berat terlihat mengisi truk dengan tumpukan sampah.

Berdasarkan informasi dari DLH Kota Bandung, sampah TPS Ciwastra baru diangkut sedari Minggu (16/11/2025) kemarin. Hari itu ada sebanyak 135 meter per kubik yang diangkut petugas. Sementara saat ini target pengangkutan sebanyak 527 meter per kubik.

Sebelumnya, permasalahan sampah kembali disorot Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi. Ia menilai masalah tersebut mesti beres karena memakan anggaran besar.

“Enggak, bukan [TPA] Sarimukti overload. Sarimukti itu lagi berproses RDF. Tetapi yang paling utama, kan saya udah ngingetin dana alokasi Kota Bandung itu Rp7 triliun,” kata Dedi saat ditanyai awak media di Bandung, belum lama ini.

“Coba dari Rp7 triliun itu, Rp200 miliar [atau] Rp300 miliar gunakan untuk tata kelola sampah. Ke pak wali kota nanyanya,” imbuhnya.

Menanggapi itu, Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan, menyebut sudah jalankan perintah tugas dan arahan Dedi. Sejumlah pengangkutan sampah sudah dilakukan sejak Kamis pekan lalu.

“Keberpihakan anggaran kami sudah sangat besar dari total anggaran itu, untuk sampah sudah Rp300 miliar,” jelas Farhan kepada wartawan di GOR Saparua, Sabtu (15/11/2025).

Namun tantangan terbesarnya, lanjut Farhan, dalam kemampuan mengolah sampah. Menurutnya ada kendala dalam proses memilah, mengolah, memanfaatkan, dan memusnahkan sampah.

“Itu baru 1/6 dari total timbulan sampah baru setiap hari. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah menambah kapasitas. Saya secara pribadi, sangat menghargai upaya dari warga yang sudah memiliki inisiatif untuk melakukan pemilahan, pengolahan dan pemanfaatan sampah,” lanjutnya.

Baca juga artikel terkait DAMPAK SAMPAH atau tulisan lainnya dari Amad NZ

tirto.id - Flash News
Kontributor: Amad NZ
Penulis: Amad NZ
Editor: Siti Fatimah