tirto.id - Demonstrasi besar pecah di depan Gerbang Brandenburg, Berlin, Jerman pada Sabtu (13/9/2025) kemarin. Ribuan orang menuntut agar Jerman berhenti terlibat dalam konflik Gaza dan pengiriman senjata di Ukraina.
Dilansir Anadolu Ajansi, unjuk rasa ini bertajuk 'Hentikan genosida di Gaza'. Ribuan demonstran melakukan protes terhadap kampanye militer Israel di daerah Palestina.
Diperkirakan lebih dari 20 ribu orang berunjuk rasa di Berlin kemarin. Mantan vokalis Pink Floyd, Roger Waters, salah satu yang berpartisipasi lewat pesan video kepada peserta aksi.
“Kita semua di sini hari ini untuk mendukung saudara-saudari kita di Palestina. Sebagian besar masyarakat umum di seluruh dunia menuntut diakhirinya kejahatan tak terkatakan yang dilakukan Israel," ujar Roger.
Sementara itu, partai sayap kiri Bündnis Sahra Wagenknecht (BSW), yang menyerukan demonstrasi tersebut, memperkirakan demonstrasi kemarin adalah salah satu unjuk rasa pro-Palestina terbesar di Jerman dalam beberapa bulan terakhir.
Ketua partai kiri BSW, Sahra Wagenknecht, mengatakan meskipun dirinya mengutuk serangan Hamas pada 7 Oktober 2023 terhadap Israel, tidak satu pun ada pembenaran untuk melakukan pengeboman, pembunuhan, kelaparan, dan pengusiran tanpa pandang bulu terhadap warga Gaza.
“Ini adalah perang pemusnahan, dan kami mengutuk perang ini,” tambah Wagenknecht.
Sambil mengibarkan bendera Palestina, para pengunjuk rasa juga menyerukan diakhirinya pengiriman senjata Jerman ke Israel.
Terkait peran Jerman, Wagenknecht menekankan, tidak boleh disimpulkan karena masa lalu Nazi Jerman membuat negara itu harus mendukung tanpa syarat pemerintah ekstremis sayap kanan Israel yang melakukan genosida.
Sebaliknya, pelajaran yang tepat adalah menyuarakan pendapat sendiri. Ia menilai dalam konflik Gaza, Jerman bukan sekadar penonton, melainkan "kaki tangan".
Wagenknecht menyebut Kanselir Friedrich Merz "menginjak-injak" hukum internasional dengan mengirimkan senjata ke Israel.
Setidaknya 64.756 warga Palestina telah tewas imbas operasi militer Israel di Jalur Gaza sejak Oktober 2023.
Israel juga menghadapi kasus genosida di Mahkamah Internasional atas operasi militernya di daerah Gaza.
November lalu, Pengadilan Kriminal Internasional mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanannya Yoav Gallant atas kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan di Gaza.
Penulis: Mochammad Fajar Nur
Editor: Abdul Aziz
Masuk tirto.id


































