Menuju konten utama

Wapres JK Duga Pekerja Proyek Infrastruktur Kurang Istirahat

"Kecelakaan itu umumnya terjadi sabtu, minggu. Berarti kemungkinan operator itu mungkin kurang istirahat, begadang sabtu/minggu," kata Jk.

Wapres JK Duga Pekerja Proyek Infrastruktur Kurang Istirahat
(Ilustrasi) Salah satu lokasi pengerjaan proyek infrastruktur di ruas Jalan Tol Jakarta-Cikampek, di Bekasi, Jawa Barat. ANTARA FOTO/Risky Andrianto

tirto.id - Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK) menduga para pekerja proyek infrastruktur kurang istirahat di akhir pekan. Dugaan itu muncul setelah maraknya peristiwa kecelakaan di lokasi proyek infrastruktur beberapa waktu terakhir.

"Kecelakaan itu umumnya terjadi sabtu, minggu. Berarti kemungkinan operator itu mungkin kurang istirahat, begadang sabtu/minggu," ujar JK di Kantor Wakil Presiden, Jakarta, Selasa (6/2/2018).

Kecelakaan terbaru yang terjadi pada akhir pekan ada di lokasi proyek Double-Double Track (DDT) rel kereta Manggarai-Jatinegara, Jakarta. Pada Minggu (4/2/2018) pagi lalu, launcher girder proyek itu jatuh hingga mengakibatkan empat pekerja meninggal dunia.

Kecelakaan di Jatinegara itu bukan yang pertama terjadi dalam kurun beberapa bulan terakhir. Berdasarkan penelusuran tim riset Tirto, sedikitnya empat kasus kecelakaan terjadi di proyek LRT (Light Raul Transit) di Palembang dan Jakarta, dalam kurun waktu enam bulan.

Dari rentetan insiden itu, ada yang sampai memakan korban jiwa. Pada 4 Agustus 2017, Tari (37) dan Amir (35) meninggal setelah terjatuh dari tiang penyangga LRT Palembang.

Proyek LRT di Jakarta dan Palembang memang sedang dalam proses kejar target. Pembangunan kereta ringan itu dipercepat agar dapat rampung sebelum perhelatan Asian Games 2018 pada Agustus-September.

"Berarti bisa saja karena begitu banyak kerja infrastruktur, maka yang operasikannya belun terlatih dengan betul karena banyak pekerjaan," kata JK.

Menurut JK, sertifikasi pekerja proyek infrastruktur sebenarnya telah dilakukan selama ini. Namun, banyaknya proyek pembangunan membuat pelatihan terhadap para pekerja harus lebih ditingkatkan.

"Ini kan memang kebutuhan masyarakat, kebutuhan negara untuk mempercepat. Kita sudah ketinggalan. Bukan mempercepat, kita mengejar ketertinggalan tapi tetap dibarengi dengan pelatihan-pelatihan," katanya.

Baca juga artikel terkait KECELAKAAN KERJA atau tulisan lainnya dari Lalu Rahadian

tirto.id - Sosial budaya
Reporter: Lalu Rahadian
Penulis: Lalu Rahadian
Editor: Yantina Debora