tirto.id - Masih banyak masyarakat, khususnya mereka yang termasuk dalam penerima manfaat Bantuan Subsidi Upah (BSU) dengan besaran Rp600 ribu mempertanyakan apakah bansos ini akan cair di bulan November 2025.
BSU adalah program bantuan Pemerintah berupa subsidi gaji/upah dalam bentuk uang tunai sebesar Rp300.000,- per bulan selama 2 bulan, yang dibayarkan sekaligus dengan total Rp600.000,-.
Update Status BSU Rp600ribu November 2025
BSU tahap pertama untuk periode Juni–Juli 2025 telah rampung dilaksanakan. Untuk BSU tahap 2, Menaker Yassierli menyebut saat ini pihaknya belum mendapat arahan dari Presiden Prabowo Subianto untuk melanjutkan program tersebut.
“Sampai sekarang itu belum ada arahan atau kebijakan khusus terkait dengan BSU tahap II. Jadi saya lihat juga ada di posting media, cek BSU bulan Oktober, itu sampai sekarang belum ada. Jadi mungkin bisa diasumsikan itu tidak ada,” ujar Menaker Yassierli dikutip Antara (13/10/2025).
Apakah BSU November 2025 akan Ditunda ke 2026?
Isu terkait pencairan Bantuan Subsidi Upah (BSU) 2025 pada November kembali ramai beredar di media sosial, bahkan sempat muncul spekulasi bahwa pencairan bantuan ini akan ditunda hingga 2026.
Menanggapi simpang siur informasi tersebut, Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) memberikan klarifikasi resmi bahwa program BSU 2025 sudah selesai disalurkan pada Agustus 2025 dan tidak ada jadwal pencairan tambahan atau tahap lanjutan.
Program ini sebelumnya disalurkan melalui bank-bank Himbara dan PT Pos Indonesia kepada pekerja yang memenuhi syarat, dengan nominal Rp600 ribu, yaitu akumulasi Rp300 ribu per bulan selama dua bulan.
Menteri Ketenagakerjaan, Yassierli, menegaskan bahwa sampai awal November 2025, pemerintah belum menetapkan BSU tahap II.
Daftar Bansos Lain yang Cair Bulan November 2025
Meskipun BSU belum diputuskan kapan akan kembali cair, beberapa bantuan sosial (bansos) lainnya diprediksi cair di bulan ini. Berikut daftar bansos yang cair pada November 2025:
1. Program Keluarga Harapan (PKH)
Bantuan Sosial PKH kembali disalurkan pemerintah pada tahap ke-4 di bulan November 2025, setelah tahap ke-3 dicairkan pada bulan Juli–September. Program ini diberikan empat kali dalam setahun kepada Keluarga Penerima Manfaat (KPM) yang telah terdaftar di DTKS Kemensos.Besaran dana PKH per kategori penerima:
- Ibu hamil/nifas: Rp750.000 per tahap
- Anak usia dini (0–6 tahun): Rp750.000 per tahap
- Anak SD/sederajat: Rp225.000 per tahap
- Anak SMP/sederajat: Rp375.000 per tahap
- Anak SMA/sederajat: Rp500.000 per tahap
- Penyandang disabilitas berat: Rp600.000 per tahap
- Lansia (di atas 60 tahun): Rp600.000 per tahap
- Korban pelanggaran HAM berat: Rp2.700.000 per tahap
2. Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT)
Selanjutnya, BPNT atau Program Sembako juga cair pada November 2025. Program ini disalurkan setiap tiga bulan sekali atau empat kali dalam setahun, dengan nilai Rp600.000 per tahap (setara Rp200.000 per bulan).Namun, BPNT tidak diberikan dalam bentuk uang tunai, melainkan dalam bentuk bantuan pangan seperti beras, telur, dan bahan pokok lainnya, yang dapat ditebus oleh penerima melalui e-warong atau mitra penyalur resmi yang ditunjuk Kemensos.
3. Bantuan Langsung Tunai (BLT) Kesra
Program BLT Kesra merupakan bantuan sosial tambahan dari pemerintah yang menyasar kelompok masyarakat berpenghasilan rendah di luar penerima PKH dan BPNT.Menurut keterangan Menko Perekonomian Airlangga Hartarto, BLT Kesra tahun 2025 diberikan kepada sekitar 35 juta penerima manfaat (jiwa) dan mulai dicairkan antara Oktober hingga Desember 2025.
Besaran dana BLT Kesra adalah Rp900.000 untuk tiga bulan sekaligus (Oktober–Desember 2025).
Dana ini diberikan dalam bentuk uang tunai dan disalurkan melalui Bank Himbara atau Kantor Pos, tergantung wilayah penerima. Program ini bertujuan untuk menjaga daya beli masyarakat menjelang akhir tahun dan mendukung stabilitas ekonomi rumah tangga.
Ingin tahu informasi terbaru seputar jadwal pencairan, syarat penerima, dan cara cek bantuan sosial dari pemerintah? Akses kumpulan artikel lengkap tentang bansos di sini.
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra
Masuk tirto.id


































