Menuju konten utama

Update Corona 9 Maret: Hotline Baru COVID-19 di Indonesia 119 EXT 9

Update corona di Indonesia: Kemenkes membuka hotline baru seputar COVID-19.

Update Corona 9 Maret: Hotline Baru COVID-19 di Indonesia 119 EXT 9
Petugas medis membawa pasien ke ruang isolasi saat simulasi penanganan pasien virus corona di RS Hasan Sadikin, Bandung, Jawa Barat, Jumat (6/3/2020). ANTARA FOTO/M Agung Rajasa.

tirto.id - Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuka hotline baru untuk pertanyaan seputar COVID-19 di Indonesia. Nomor hotline baru ini diumumkan Kemenkes melalui akun Twitter @KemenkesRI.

"Jika kamu memiliki pertanyaan seputar #COVID19, @KemenkesRI telah menyediakan hotline center terbaru yang terintegrasi dengan PSC 119. Yuk catat, simpan & sebarkan. #WaspadaCOVID19," tulis Kemenkes.

Hotline center terbaru untuk COVID-19 di Indonesia: 119 EXT 9.

Hingga Senin (9/3/2020) pukul 09.30 WIB pagi ini, Warga Negara Indonesia (WNI) yang positif virus corona COVID-19 bertambah 2 orang, sehingga total WNI positif COVID-19 saat ini menjadi 6 orang.

Dua pasien tersebut atau yang disebut sebagai kasus 5 dan kasus 6 dalam kondisinya saat ini dalam keadaan stabil. Keduanya tidak butuh bantuan oksigen, tidak diinfus, sadar penuh, tidak demam, tidak batuk, dan tidak pilek.

Kasus 5 merupakan pria berusia 55 tahun hasil tracing dari kasus 1-4 klaster Jakarta. Sementara kasus 6 merupakan pria berusia 36 tahun anak buah kapal Diamond Princess.

Juru Bicara Pemerintah untuk kasus Covid-19 dr. Achmad Yurianto mengatakan, kasus 6 merupakan imported case yang dia dapat dari Jepang pada saat dia kerja sebagai awak kapal Diamond Princess.

“Dua orang warga Indonesia terdeteksi positif virus corona berdasarkan pemeriksaan dan hasil data laboratorium (Balitbangkes Kementerian Kesehatan),” katanya pada Minggu (8/3) di komplek Istana Kepresidenan.

Total pasien positif COVID-19 di Indonesia ada 6 orang. Empat pasien yang dikabarkan positif COVID-19 sebelumnya dalam keadaan baik. Kasus 1 merupakan seorang WNI berusia 31 tahun yang tertular virus corona setelah kontak langsung dengan warga negara Jepang di acara dansa.

Kasus 2 merupakan ibu dari kasus 1 yang berusia 61 tahun. Kasus 3 dan kasus 4 ditemukan dengan suhu tubuh 37,6 derajat celcius dan 37,7 derajat celcius dengan keluhan batuk flu tidak ada sesak napas, demikian dikutip dari siaran pers Kemenkes.

Pemerintah telah menerbitkan protokol utama dalam penanganan kasus penyebaran virus corona COVID-19. Protokol yang diterbitkan yaitu Protokol Kesehatan, Protokol Komunikasi, Protokol Pengawasan Perbatasan, Protokol Area Insitusi Pendidikan , dan Protokol Area Publik dan Transportasi.

Dari aspek protokol kesehatan, Kemenkes mematok suhu 38 C sebagai titik demam. Kemudian, pemerintah juga mengimbau masyarakat untuk menggunakan masker. Untuk kondisi darurat, bila bersin atau batuk di area umum tutup mulut dengan siku bagian dalam atau lengan baju bagian atas. Masyarakat yang sakit juga diimbau untuk tidak menggunakan transportasi umum untuk meminimalisir kemungkinan risiko penyebaran penyakit.

Apabila ditemukan ada yang memenuhi kriteria suspect COVID-19 (demam tinggi, flu, batuk), mereka akan dirujuk ke salah satu RS rujukan COVID-19 dan dirawat dalam ruang isolasi. Jika tidak memenuhi kriteria, penanganan akan menyesuaikan dengan rujukan dari dokter yang memeriksa.

Terkait pemeriksaan di daerah, pemerintah menerapkan cara yang sama melalui pengambilan spesimen suspect COVID-19 dan dikirim langsung ke Pusat Penelitian dan Pengembangan Kesehatan (Litbangkes) untuk mengetahui status suspect. Pemerintah menyatakan seorang pasien negatif COVID-19 apabila dinyatakan negatif setelah melalui 2 kali tahapan pemeriksaan. Jika belum maka sesuai prosedur kesehatan akan terus dirawat dalam area isolasi.

Selanjutnya dari aspek protokol area pendidikan. Sekolah-sekolah harus menyediakan sarana cuci tangan. Pemerintah menginstruksikan seluruh warga sekolah untuk selalu hidup bersih dan sehat untuk menjaga kesehatan tubuh. Setiap sekolah harus membersihkan ruangan 1 kali sehari miminal menggunakan zat disinfektan.

Pihak sekolah juga harus memonitor absensi ketidakhadiran seluruh warga sekolah. Pastikan salah satu alasan mereka tidak hadir adalah karena sakit. Mereka yang sakit diarahkan untuk memeriksakan diri.

Baca juga artikel terkait WABAH VIRUS CORONA atau tulisan lainnya dari Dipna Videlia Putsanra

tirto.id - Kesehatan
Penulis: Dipna Videlia Putsanra
Editor: Agung DH