Pemerintah Arab Saudi juga menunda masuk orang-orang dari sembilan negara tersebut atau siapa saja yang berada di sana dalam 14 hari terakhir, seperti dilaporkan kantor berita pemerintah pada Senin pagi, mengutip sumber di Kementerian Dalam Negeri.

Sembilan negara yang dimaksud adalah Uni Emirat Arab (UEA), Kuwait, Bahrain, Lebanon, Suriah, Korea Selatan, Mesir, Italia dan juga Irak.

Sebagaimana dikutip Antara, seluruh penerbangan dan perjalanan laut dengan rute kerajaan menuju negara-negara tersebut juga akan ditunda, kecuali untuk evakuasi dan ekspedisi perdagangan.

Sebelumnya, Pemerintah Arab Saudi juga mengeluarkan kebijakan penangguhan umrah. Dikutip dari Channel News Asia, tak hanya pelaksanaan umrah di Mekkah, jemaah juga dilarang berkunjung ke Masjid Nabawi di Madinah.

Penangguhan ini berlaku bagi seluruh warga negara Arab Saudi dan jemaah asing setelah pada minggu sebelumnya Saudi melakukan penangguhan kepada jemaah di 23 negara, termasuk Indonesia.


Pihak Kerajaan Saudi mengatakan penangguhan berlaku sementara hingga batas waktu yang belum ditentukan.

“Pencegahan ini merupakan upaya kerajaan untuk membatasi penyebaran COVID-19 dan mencegahnya masuk ke dua masjid suci umat Islam– Masjidil Haram dan Masjid Nabawi – di mana kedua masjid itu merupakan tempat bertemu dan berkumpulnya para jemaah dari seluruh dunia,” ujar Menteri Dalam Negeri Saudi melalui rilis resmi Saudi Press Agency.

Hingga kini belum diketahui apakah penangguhan umrah akan berpengaruh pada pelaksanaan haji 2020 yang akan jatuh pada Juli mendatang. Jika Saudi sudah tak bergantung lagi pada penjualan migas dan menangguhkan umrah, lantas Saudi bisa apa?