tirto.id - Panitia Ujian Tulis Berbasis Komputer (UTBK) Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) di Universitas Diponegoro (Undip) menemukan dugaan kecurangan. Seorang peserta ketahuan menyembunyikan alat bantu dengar.
Wakil Rektor I Undip, Heru Susanto mengonfirmasi temuan tersebut. Peserta yang terciduk merupakan seorang perempuan. Ia tercatat mendaftar di Fakultas Kedokteran.
Kecurangan terungkap sebelum ujian dimulai pada Selasa (21/4/2025) pagi. Ketika peserta menjalani screening menggunakan metal detector, alat itu berbunyi, menandakan ada benda logam di tubuh peserta.
"Terdapat salah satu peserta terdeteksi oleh metal detector dan setelah diperiksa ternyata terdapat metal di dalam bajunya," ungkap Heru
Pemeriksaan kemudian diperketat. Panitia menemukan logam tidak hanya di pakaian, tetapi juga terdeteksi ada metal di kedua telinga peserta.
Ukuran alat yang kecil membuat panitia tidak berani mengambilnya langsung. Risiko terhadap kesehatan jadi pertimbangan utama. Lantas panitia berinisiatif meminta bantuan petugas kesehatan.
Peserta kemudian dibawa ke Rumah Sakit Nasional Diponegoro bagian klinik THT untuk penanganan. Dari hasil pemeriksaan medis, ditemukan material logam di telinga kanan dan kiri.
"Hasilnya di kedua telinga kanan dan kiri ditemukan material logam yang kami duga untuk membantu pengerjaan UTBK oleh pihak luar," jelasnya.
Heru menyebut peserta mengakui alat itu digunakan untuk kepentingan ujian. Namun, ia tidak menjelaskan lebih jauh mekanisme rencana curang yang gagal dieksekusi karena keburu ketahuan.
Panitia UTBK kemudian membuat berita acara. Temuan itu dilaporkan ke panitia pusat nasional. Selain itu, peserta juga diserahkan ke aparat kepolisian. Penanganan selanjutnya berada di tangan Polsek Tembalang.
“Kami telah melakukan klarifikasi dan pemeriksaan dan telah menyampaikan ke panitia pusat nasional. Terkait sanksi menjadi kewenangan panitia pusat,” ujar Heru.
Direktur Jejaring Media, Komunitas, dan Komunikasi Publik Undip, Nurul Hasfi, mengatakan kampus memperketat pengawasan. Salah satunya dengan pemeriksaan metal detector bagi seluruh peserta.
“Hal ini bertujuan untuk mencegah potensi kecurangan serta menjaga integritas proses seleksi,” katanya.
Menurutnya, sistem UTBK juga terus diperbarui secara nasional. Penguatan dilakukan pada aspek keamanan, stabilitas platform, hingga pengawasan selama ujian berlangsung.
Di luar kasus tersebut, Undip memastikan pelaksanaan UTBK berjalan lancar. Tidak ditemukan kecurangan lain selama proses ujian.
UTBK-SNBT sendiri berlangsung pada 21 hingga 29 April 2026. Di Undip, jumlah peserta tercatat mencapai 23.933 orang dengan dukungan lebih dari 1.400 unit komputer di kampus Tembalang dan Pleburan.
Penulis: Baihaqi Annizar
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama
Masuk tirto.id
































