Menuju konten utama

UNCEN & Freeport Perkuat Kolaborasi Pendidikan Inklusif di Papua

Hingga saat ini, kolaborasi tersebut telah menunjukkan dampak nyata. Tercatat 332 alumni UNCEN telah berkarier sebagai tenaga profesional di Freeport.

UNCEN & Freeport Perkuat Kolaborasi Pendidikan Inklusif di Papua
Penandatangan MoU PTFI – UNCEN oleh Presiden Direktur PTFI Tony Wenas (kedua kanan) bersama Rektor UNCEN Prof. Dr. Oscar O. Wambrauw SE., M.Sc., agr. (kedua kiri) untuk membangun kemitraan strategis bidang pendidikan dan pengajaran, penelitian diseminasi informasi dan pengabdian masyarakat di Papua. foto/Dok. PTFI
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Upaya membangun ekosistem pendidikan yang inklusif dan berkelanjutan di Papua terus diperkuat melalui kolaborasi antara Universitas Cenderawasih dan PT Freeport Indonesia. Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS), yang juga dirangkaikan dengan kuliah umum di Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN, Jayapura.

Rektor UNCEN, Oscar Oswald O. Wambrauw, menegaskan bahwa kemitraan ini merupakan kelanjutan dari hubungan panjang yang telah terjalin antara kampus dan industri.

“Penandatanganan kerja sama ini merupakan langkah penting dalam penguatan kemitraan strategis Universitas Cenderawasih dengan PT Freeport Indonesia. Ini merupakan kelanjutan dari perjalanan kolaborasi panjang yang telah terjalin dengan baik, termasuk momentum bersejarah serah terima Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN pada Desember 2025 lalu,” kata Oscar.

Body Artikel Freeport 22

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyampaikan Kuliah Umum tentang Sejarah PTFI dan Operasional Pertambangan dari Hulu ke Hilir untuk Masa Depan Berkelanjutan, di Auditorium Tembagapura, Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN Jayapura, Rabu, 11 Maret 2026. foto/Dok.

Ia menambahkan, sinergi antara perguruan tinggi dan dunia industri menjadi kunci dalam mencetak sumber daya manusia yang relevan dengan kebutuhan zaman. Karena itu, kerja sama ini tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menjadi bagian dari komitmen bersama membangun masa depan Papua melalui pendidikan.

Sementara itu, Presiden Direktur PT Freeport IndonesiaTony Wenas menekankan pentingnya keterhubungan antara dunia pendidikan dan kebutuhan industri.

“Freeport membutuhkan dukungan SDM yang mumpuni untuk menjalankan pertambangan, UNCEN akan mempersiapkan sesuai dengan kebutuhan tanpa harus mengorbankan kurikulum yang sudah ada atau standar nasional yang ada,” kata Tony.

Body Artikel Freeport 22

Foto bersama Presiden Direktur PTFI Tony Wenas, Rektor UNCEN Prof. Dr. Oscar O. Wambrauw SE., M.Sc., agr bersama para mahasiswa UNCEN di Auditorium Tembagapura, Gedung Sains dan Kemitraan UNCEN Jayapura. Foto/Dok. PTFI

Ia juga menggarisbawahi bahwa hubungan antara Freeport dan UNCEN telah terbangun lama, mencakup berbagai bidang mulai dari riset hingga pengajaran.

“Dengan bangga dan senang sekali hari ini pertama, kita menandatangani MoU PTFI dengan UNCEN yang akan memayungi berbagai kerja sama kita di bidang pengembangan pendidikan, penelitian dan inovasi, peningkatan kapasitas SDM, dan program kolaboratif lainnya,” kata Tony.

Body Artikel Freeport 22

Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Tony Wenas menyerahkan apresiasi PTFI kepada lima mahasiswa Papua berprestasi. foto/Dok. PTFI

Selain kerja sama bilateral, kolaborasi ini juga melibatkan mitra internasional, yakni Arizona State University, untuk mendorong peningkatan kualitas pendidikan dan akreditasi.

Rangkaian kegiatan juga mencakup penandatanganan PKS Program Praktisi Mengajar, yang akan menghadirkan berbagai kegiatan seperti pembelajaran tematik, seminar, pelatihan, hingga penguatan pendidikan karakter.

Kuliah umum yang disampaikan oleh Tony Wenas mendapat sambutan antusias dari mahasiswa lintas program studi. Dalam sesi tersebut, mahasiswa memperoleh gambaran menyeluruh tentang industri pertambangan, kebutuhan tenaga kerja masa depan, hingga peluang karier bagi putra-putri Papua.

Interaksi langsung antara mahasiswa dan pelaku industri juga menjadi ruang penting untuk menjembatani dunia akademik dengan praktik di lapangan.

Hingga saat ini, kolaborasi tersebut telah menunjukkan dampak nyata. Tercatat 332 alumni UNCEN telah berkarier sebagai tenaga profesional di Freeport. Selain itu, sebanyak 255 mahasiswa pernah menerima beasiswa dari perusahaan, dengan 51 di antaranya masih aktif saat ini.

Data tersebut mencerminkan bagaimana sinergi antara kampus dan industri dapat berkontribusi langsung dalam membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan sekaligus membuka peluang bagi generasi muda Papua.

(INFO KINI)

Penulis: Tim Media Servis