Menuju konten utama

Trump Sebut AS Bisa Akhiri Perang 2-3 Minggu Lagi

Trump menyatakan AS bisa mengakhiri agresi militer ke Iran dalam waktu 2-3 minggu lagi, hal itu bergantung pada kesepakatan dengan Iran.

Trump Sebut AS Bisa Akhiri Perang 2-3 Minggu Lagi
Presiden AS Donald Trump berbicara setelah menandatangani perintah eksekutif tentang penipuan di Ruang Oval di Gedung Putih di Washington, DC, pada 16 Maret 2026. AFP/Alex Wong/Getty Images
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyatakan bahwa AS dapat mengakhiri serangan militernya terhadap Iran dalam waktu dua hingga tiga minggu lagi. Pernyataan Trump ini mendapat sambutan baik dari pasar saham yang langsung menunjukkan penguatan.

Dalam keterangannya di Gedung Putih, Trump menegaskan bahwa penghentian operasi militer yang oleh Washington disebut sebagai Operation Epic Fury tidak bergantung pada tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Iran.

"Kita akan segera pergi. Dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga minggu," ujar Trump dikutip CNA (1/4/2026).

Ketika ditanya apakah diplomasi yang sukses dengan Iran merupakan prasyarat bagi AS untuk mengakhiri apa yang disebutnya Operasi Epic Fury, Trump mengatakan tidak.

"Iran tidak harus membuat kesepakatan, tidak. Tidak, mereka tidak harus membuat kesepakatan dengan saya," sambungnya.

Sebelumnya, Washington sempat menawarkan kerangka gencatan senjata 15 poin yang menuntut Iran menghentikan pengayaan uranium dan membuka kembali Selat Hormuz.

Meskipun pihak Iran menegaskan sebelumnya jika mereka tidak membuka perundingan gencatan senjata apapun dengan AS, namun pernyataan Trump tentang berakhirnya perang ini disambut baik oleh banyak kalangan.

Ketegangan di Timur Tengah berawal dari serangan militer Israel ke Iran pada 28 Februari 2026. Konflik kian memanas ketika AS ikut dalam serangan tersebut yang menewaskan Ayatollah Ali Khamenei, pemimpin tertinggi Iran.

Konflik semakin meluas ketika jalur energi global ikut terdampak. Selat Hormuz yang menjadi jalur sekitar 20 persen pasokan minyak dan gas dunia praktis terganggu karena Iran memutuskan membatasi bahkan menutup jalur tersebut.

Di saat yang sama, konflik ini juga memicu eskalasi lain, terutama antara Israel dan kelompok Hizbullah di Lebanon. Serangan udara Israel di wilayah Beirut menewaskan dan melukai puluhan orang.

Negara-negara lain seperti Pakistan dan China mulai mendorong mediasi dan menyerukan gencatan senjata segera dilakukan.

Pasar Saham Asia Melonjak Setelah Trump Nyatakan Perang Akan Segera Berakhir

Kenaikan pasar saham Asia-Pasifik pada Rabu (1/4/2026) terjadi sebagai respons langsung terhadap membaiknya sentimen global setelah pernyataan Donald Trump yang membuka kemungkinan berakhirnya konflik antara Amerika Serikat dan Iran dalam waktu dekat.

Reaksi pasar dimulai dari penurunan harga energi. Harga minyak mentah seperti West Texas Intermediate (WTI) dan Brent turun tajam, masing-masing sekitar 3–5 persen, karena investor memperkirakan bahwa jika konflik mereda, gangguan pasokan energi, terutama dari kawasan Timur Tengah akan berkurang.

Selanjutnya, bursa saham di berbagai negara Asia mencatat kenaikan signifikan. Di Korea Selatan, indeks Kospi melonjak lebih dari 8 persen. Ini merupakan kenaikan terbesar dalam beberapa waktu terakhir, seperti dilaporkan CNBC (1/4/2026).

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik lebih dari 5 persen, seiring meningkatnya kepercayaan pelaku usaha yang tercermin dalam survei Bank of Japan. Pasar di Hong Kong, China, Australia, dan India juga ikut menguat, meskipun dengan kenaikan yang lebih moderat.

Dampak positif ini juga terlihat di Amerika Serikat. Indeks futures seperti S&P 500 dan Nasdaq-100 masing-masing naik tipis 0,16 persen dan 0,24 persen, sedangkan futures Dow Jones Industrial Average juga menguat sekitar 44 poin atau 0,09 persen.

Kenaikan futures ini biasanya mencerminkan ekspektasi investor bahwa pasar saham akan kembali dibuka dalam tren positif pada sesi berikutnya.

Sebelumnya, pada perdagangan semalam di AS, ketiga indeks utama mencatat kinerja terbaiknya sejak Mei, menandakan lonjakan optimisme yang cukup signifikan.

Dow Jones naik 2,49 persen, S&P 500 menguat 2,91 persen, dan Nasdaq Composite melonjak hingga 3,83 persen, dengan saham teknologi menjadi pendorong utama.

Baca juga artikel terkait KONFLIK AS-IRAN atau tulisan lainnya dari Prihatini Wahyuningtyas

tirto.id - Flash News
Kontributor: Prihatini Wahyuningtyas
Penulis: Prihatini Wahyuningtyas
Editor: Dipna Videlia Putsanra