Menuju konten utama

Transjakarta Gratis Seminggu, Pemprov DKI Gelontorkan Rp18 M

Pemorov DKI memutuskan untuk menggratiskan tarif transportasi umum Jakarta seperti Transjakarta, MRT, hingga LRT selama seminggu ke depan.

Transjakarta Gratis Seminggu, Pemprov DKI Gelontorkan Rp18 M
Bus Transjakarta melintas di Halte Senayan Bank DKI, Jakarta, Minggu (31/8/2025). Pemprov DKI Jakarta menggratiskan tarif layanan Transjakarta dan MRT selama sepekan sembari melakukan pembenahan sejumlah halte dan stasiun yang rusak pasca terdampak kericuhan. ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/foc.

tirto.id - Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memutuskan untuk menggratiskan tarif transportasi umum Jakarta seperti Transjakarta, MRT, hingga LRT selama seminggu ke depan. Kebijakan ini disebutnya membutuhkan subsidi sekitar Rp18 miliar.

“Kami harus memberikan subsidi transportasi karena gratis tadi kurang lebih 18 miliar sampai dengan seminggu ini,” kata Pramono kepada wartawan, Senin (1/9/2025).

Sebelumnya Pramono menyebut alasan digratiskannya tarif adalah seiring dengan sejumlah halte bus Transjakarta yang rusak karena dibakar oleh pihak-pihak tidak bertanggungjawab dalam aksi unjuk rasa di beberapa titik di Jakarta.

"Karena kenapa? Karena beberapa itu percuma, sistemnya enggak bisa di-tap," kata Pramono, Jumat (30/8/2025).

Politisi PDIP itu juga meminta pengelola moda transportasi umum Jakarta untuk segera memperbaiki halte-halte yang dibakar atau dirusak oleh orang-orang tidak bertanggungjawab.

Oleh karena itu, Pramono mengaku telah berkeliling Jakarta dan mengecek fasilitas umum yang terdampak kerusuhan semalam, Jumat (29/8/2025).

Teranyar, Pramono mengatakan total kerugian dari demonstrasi yang berujung kericuhan beberapa waktu lalu ditaksir mencapai Rp55 miliar. Sejumlah infrastruktur yang rusak di antarnya halte, gerbang tol hingga CCTV.

Dia menuturkan kerusakan terjadi di beberapa titik, di antaranya di titik mass rapid transportation (MRT) sebesar Rp3,3 miliar, kerusakan halte Transjakarta sebesar Rp 41,6 miliar, dan kerusakan CCTV serta infrastruktur lainnya sebesar Rp5,5 miliar.

“MRT Jakarta kerusakan infrastruktur untuk MRT sebesar 3,3 miliar, MRT. Transjakarta kurang lebih 41,6 miliar. Kemudian kerusakan CCTV infrastruktur lainnya 5,5 miliar. Sehingga total kerusakan ada 55 miliar,” ujar Pramono kepada wartawan, Senin (1/9/2025).

Baca juga artikel terkait KEKERASAN POLISI TANGANI DEMO atau tulisan lainnya dari Rahma Dwi Safitri

tirto.id - Flash News
Reporter: Rahma Dwi Safitri
Penulis: Rahma Dwi Safitri
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama