tirto.id - Kementerian Pekerjaan Umum (PU) menyiapkan sejumlah ruas jalan tol untuk difungsikan sebagai landasan darurat pesawat tempur.
Menteri PU, Dody Hanggodo, mengatakan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) II Selatan dan Tol Probolinggo-Banyuwangi (Probowangi) masuk dalam daftar ruas yang memenuhi kualifikasi untuk pendaratan jet tempur dalam kondisi darurat.
"Ada beberapa ruas jalan tol yang memang kita diamanatkan untuk bisa dipakai mendaratkan pesawat jet tempur manakala dalam kondisi darurat. Ini dalam kondisi darurat ya, jadi ada disclaimer dulu," ujar Dody di Kementerian PU, Jakarta, Rabu (22/7/2026).
Sebelumnya, uji coba pendaratan pesawat tempur telah sukses dilakukan di ruas Tol Terbanggi Besar-Pematang Panggang-Kayu Agung (Terpeka) di Lampung pada Februari 2026.
Dody PU menjelaskan Kementerian Pertahanan juga mengajukan permintaan serupa untuk ruas Tol Sigli-Banda Aceh di ujung Sumatra.
"Pak Menhan minta lagi yang di Ujung Sumatra, mungkin nanti Aceh - Sigli yang akan kita coba di situ," tambahnya.
Untuk koridor Trans Jawa, ruas yang disiapkan meliputi Tol Probowangi dan Japek II Selatan.
"Di Probowangi ini sudah kita siapkan. Sama Japek 2 Selatan," kata Dody.
Dia menjelaskan alasan dipilihnya ruas-ruas jalan tol tersebut sebagai landasan jet tempur. Pasalnya, tidak semua ruas tol memenuhi syarat sebagai landasan darurat. Faktor overpass atau persimpangan layang menjadi kendala teknis utama.
"Banyak ini, overpass jadi kan enggak bisa. Kita overpass,” katanya.
Tak hanya di Sumatra dan Jawa, pihaknya juga mengkaji kemungkinan untuk menyulap jalan nasional di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB) sebagai landasan darurat jet tempur.
“Sama ada satu yang akan kita bangun di mana? NTB sekitar 4 kiloan. Jalan Nasional," jelasnya.
Menariknya, Tol Probowangi tak hanya disiapkan untuk fungsi pertahanan, tetapi juga menjadi percontohan penggunaan aspal campuran A30, campuran antara aspal impor dengan aspal Buton.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah mengurangi ketergantungan impor aspal yang mencapai 1 juta ton per tahun.
"Saya juga mau pakai percontohan untuk Aspal 30 saya, A30 campuran antara Aspal impor dengan Aspal Buton untuk mengurangi impor aspal di situ. Jadi kami akan aspal menggunakan Aspal A30," ucapnya.
Penulis: Nanda Aria
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id







































