Menuju konten utama

TNI Pastikan Kondisi Yalimo Papua Kondusif Pasca Kerusuhan

Wahyu melaporkan bahwa 6 personel TNI yang dilaporkan kritis akibat kericuhan saat ini sudah membaik.

TNI Pastikan Kondisi Yalimo Papua Kondusif Pasca Kerusuhan
Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad) Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025). tirto.id/Umay
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Dinas Penerangan Angkatan Darat (Kadispenad), Brigjen TNI Wahyu Yudhayana, mengatakan keadaan Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, sudah kondusif usai adanya kericuhan Selasa (16/9/2025) lalu.

Kata Wahyu, kericuhan itu hanyalah sebuah sebuah pertikaian kecil yang terjadi akibat kurangnya komunikasi antarpihak.

"Karena itu pertikaian kecil yang sekali lagi itulah pentingnya komunikasi. Pentingnya penyelesaian awal sehingga kita bisa mengantisipasi untuk tidak menjadi masalah yang lebih besar," kata Wahyu kepada wartawan dalam acara TNI Fair, di kawasan Monas, Jakarta Pusat, Sabtu (20/9/2025).

Dia menyebut, berdasarkan informasi terakhir dari jajaran Kodam 17 Cendrawasih, Yalimo telah dalam keadaan kondusif dan tengah dilakukan pembenahan atas kerugian-kerugian yang terjadi usai kerusuhan.

"Jadi kami menyampaikan komunikasi terakhir saya dengan jajaran dari Kodam 17 Cendrawasih untuk Yalimo kondusif. Dan permasalahannya juga bukan suatu permasalahan yang besar yang saya bilang tadi," ujarnya.

Dia juga menegaskan bahwa 6 personel TNI yang dilaporkan kritis akibat kericuhan tersebut, saat ini sudah membaik.

Oleh karena itu, dia mengatakan bahwa komunikasi merupakan faktor utama dalam menyelesaikan sebuah masalah.

"Harus ada penjelasan dari semua saja yang ada di wilayah seluruh tanah air ini bahwa persatuan itu penting," katanya.

"Bukan cuma di Yalimo saja, tapi juga di seluruh wilayah tanah air. Kita punya aparat kewilayahan, Babinsa. Itu sekarang terus kita ingatkan," tambah Wahyu.

Diketahui, Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol Faizal Ramadhani, mengungkapkan bahwa tim gabungan TNI-Polri telah mengevakuasi 6 personel TNI AD anggota Satgas Maleo Kopassus yang sebelumnya terkepung di belakang Pos Satgas Maleo, Kampung Pirip, Distrik Elelim, Kabupaten Yalimo, Selasa (16/9/2025) sore.

Faizal menuturkan bahwa 6 orang tersebut dikepung imbas aksi kerusuhan yang dipicu oleh penyerangan massa terkait dugaan rasisme yang melibatkan sekelompok siswa SMA Negeri 1 Elelim.

Akibat aksi kerusuhan tersebut, bentrokan antara warga semakin meluas hingga menyebabkan sekitar 500 warga mengungsi ke Mapolres Yalimo. Puluhan bangunan terbakar, di antaranya ruko, kos-kosan, rumah dinas Pemkab Yalimo, kantor dinas, serta fasilitas TNI-Polri. Belasan kendaraan roda dua dan roda empat juga ikut hangus.

Baca juga artikel terkait PENANGANAN KONFLIK PAPUA atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fahreza Rizky