tirto.id - Panglima TNI, Jenderal Agus Subiyanto, menyatakan, TNI mengerahkan 105.365 personel TNI serta pengerahan 3.501 alutsista dalam rangka mendukung pengamanan arus mudik dan balik Lebaran 2026. Pengamanan ini dilakukan secara terpusat yang dipimpin Polri melalui Operasi Ketupat 2026.
"Dalam hal ini TNI menyiapkan 105.365 personel untuk pengamanan mudik Idul Fitri dan siaga bencana alam, terdiri dari Mabes TNI, TNI Angkatan Darat, Laut, dan Udara," kata Agus di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat, Kamis (12/3/2026).
Disebutkan Agus, TNI jga menggelar alutsista sebanyak 3.501 unit yang terdiri atas kendaraan Jihandak dan Zeni, heli, truk, bus, ambulans, KRI dari TNI Angkatan Laut, ADRI milik TNI Angkatan Darat, serta pesawat milik TNI Angkatan Udara. Untuk KRI sendiri, kata dia, terdapat dua unit yang dikerahkan.
"TNI Angkatan Laut menggelar dua KRI, yaitu KRI Semarang dengan rute Jakarta, Bangka Belitung, kembali lagi ke Jakarta. Kemudian KRI Banda Aceh rute Jakarta, Semarang, Surabaya, dan Jakarta," ucap Agus.
Diketahui, Kapolri, Jenderal Listyo Sigit Prabowo, bersama Panglima TNI, Jenderal Agus Subianto, memimpin apel gelar pasukan Operasi Ketupat 2026 di Lapangan Silang Monas, Jakarta Pusat. Total 161.243 personel gabungan yang dilibatkan dalam operasi terpusat ini.
Operasi Ketupat 2026 ini akan diselenggarakan mulai 13-25 Maret 2026 dengan 185.607 objek pengamanan yang terdiri atas masjid, lokasi salat Idul Fitri, objek wisata, pusat perbelanjaan, terminal, pelabuhan, stasiun kereta api, dan bandara. Selama operasi ini, didirikan 2.746 pos yang terdiri atas 1.624 pos pengamanan, 779 pos pelayanan, serta 343 pos terpadu.
Diingatkan Sigit, jajaran juga harus diantisipasi kondisi cuaca selama masa libur Lebaran, di mana dalam prediksi BMKG secara umum Indonesia dalam kondisi berawan hingga hujan lebat. Oleh karena itu perlu kewaspadaan khusus terhadap potensi bencana hidrometeorologi di wilayah selatan Indonesia seperti Jawa, Bali, dan Nusa Tenggara.
“Untuk itu diperlukan kesiapsiagaan baik penyiapan tim tanggap bencana, sarana dan prasarana pendukung, termasuk langkah-langkah penanganan bencana baik pada tahap pra, saat, dan pascabencana,” ungkap Sigit.
Penulis: Ayu Mumpuni
Editor: Andrian Pratama Taher
Masuk tirto.id

































