tirto.id - Jelang arus mudik Lebaran 2026, Dinas Perhubungan (Dishub) Surakarta, Jawa Tengah memetakan sedikitnya ada 12 titik rawan macet dan enam titik rawan kecelakaan. Pemetaan ini dilakukan mengingat sekitar 8 juta kendaraan diprediksi keluar-masuk Kota Surakarta.
Kepala Dinas Perhubungan Surakarta, Taufiq Muhammad, mengungkapkan bahwa titik rawan kemacetan akan terkonsentrasi di sejumlah persimpangan, perlintasan sebidang, pusat perbelanjaan dan tempat wisata.
Berikut daftar lengkap titik rawan macet di Solo:
1. Persimpangan
Persimpangan Gilingan, Ngapeman, Gendengan, Nonongan, Ngemplak, Tugu Wisnu, Kleco, Proliman Balapan, Fajar Indah, dan Faroka.
2. Perbelanjaan dan Wisata
Pasar Gede, Solo Square, Pusat Kuliner Pasar Kembang, dan Masjid Raya Sheikh Zayed.
3. Perlintasan Sebidang
Kawasan Jl. S. Parman, Pasar Nongko, HOS Cokroaminoto, serta Ledoksari.
“Titik rawan kemacetan dipetakan berdasarkan volume harian yang kami himpun, yaitu terkonsentrasi di persimpangan, perlintasan sebidang, dan pusat perbelanjaan,” kata Taufiq, Rabu (10/3/2026).

Sedangkan untuk titik kecelakaan Dishub Solo memetakan 6 titik di antaranya, Jalan Ki Mangun Sarkoro segmen Simpang Komplang, Jalan Adi Sucipto segmen Gedung DPRD, Jalan Adi Sumarmo segmen Kantor Kecamatan Banjarsari, Jalan Ir. Juanda segmen SPBU Pucangsawit, Jalan Ahmad Yani segmen Simpang UTP, serta Jalan Slamet Riyadi segmen Gedung Pengadilan Negeri Solo.
Dalam upaya mengantisipasi terjadinya kemacetan dan kecelakaan, Taufiq menyebut pihaknya melakukan sejumlah langkah di antaranya menyiapkan personel yang siaga di enam posko gabungan ditambah satu posko Dishub Solo.
Selain itu, Dishub Solo juga menyiapkan tim patroli kota (patko) dan satgas perparkiran. Juga akan disiapkan dua tim siaga penerangan jalan umum (PJU) serta dua tim siaga derek.
“Perbaikan sejumlah PJU, penambahan rambu-rambu, serta perbaikan sejumlah fasilitas lalu lintas juga kami lakukan sebagai antisipasi kemacetan dan kecelakaan di Solo selama momen mudik. Termasuk selama itu pula akan ada tim siaga di CC Room,” jelasnya.
Terpisah, Kanit Kamsel Sat Lantas Polresta Solo, AKP Surawan Nurjaya, mengatakan pihaknya akan memanfaatkan sistem pemantauan melalui CCTV dan koordinasi personel di lapangan.
Pada pantauan Lebaran tahun ini lebih kurang ada 232 CCTV yang tersebar se-Solo yang akan digunakan untuk memantau lalu lintas selama musim mudik.
"Seluruh CCTV telah terhubung dengan sistem pengawasan elektronik sehingga pemantauan akan menjadi lebih efektif jika nantinya dibutuhkan untuk intervensi personel di lapangan,”jelasnya
Surawan juga menjelaskan kenaikan arus lalu lintas di Solo diperkirakan mulai terjadi pada 13-17 Maret 2026.
"Karena pada saat itu hari libur anak sekolah dimulai dan kenaikan arus akan mulai terjadi pula,” tutupnya.
Penulis: Romensy Augustino
Editor: Bayu Septianto
Masuk tirto.id

































