Menuju konten utama

Tips Terhindar dari Jeratan Pinjol di Tahun Ajaran Baru

Salah satu cara menghindari jebakan pinjol adalah dengan memilih layanan yang terbuka soal rincian biaya.

Tips Terhindar dari Jeratan Pinjol di Tahun Ajaran Baru
Ilustrasi Milenial mengelola keuangan. FOTO/iStockphoto
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Pertengahan tahun jadi ujian bagi keuangan keluarga. Liburan sekolah dan tahun ajaran baru datang bersamaan, memaksa orang tua merogoh kocek lebih dalam untuk biaya rekreasi, uang pangkal, seragam, hingga perlengkapan sekolah.

Dengan tengah tekanan ini, pinjaman online (Pinjol) kerap menjadi pilihan instan. Namun tanpa kehati-hatian, solusi cepat bisa berubah menjadi jeratan utang.

Kesalahan utama yang sering terjadi adalah calon peminjam hanya melihat angka bunga, tapi mengabaikan biaya administrasi, denda, atau asuransi. Padahal, semua komponen itu menentukan total cicilan yang harus dibayar.

"Pengguna perlu memahami komponen biaya, tenor, hingga rincian pembayaran agar dapat menyesuaikan keputusan finansial dengan kemampuan mereka," ujar Direktur Utama PT Lentera Dana Nusantara, Jonathan Christianto, Selasa (23/6/2026).

Salah satu cara menghindari jebakan pinjol menurut Jonathan adalah dengan memilih layanan yang terbuka soal rincian biaya. Beberapa platform kini menampilkan simulasi cicilan secara gamblang.

Seperti SPinjam misalnya yang mengusung transparansi dengan menawarkan informasi biaya yang ditampilkan secara terbuka kepada pengguna. Untuk pinjaman pertama, layanan ini menawarkan bunga tetap mulai 1,8 persen per bulan atau setara 0,06 persen per hari serta bebas biaya administrasi.

Misalnya, untuk pinjaman Rp1,5 juta dengan tenor tiga bulan, cicilan per bulan sekitar Rp527 ribu. Jika tenor diperpanjang menjadi enam bulan, cicilan turun menjadi sekitar Rp277 ribu per bulan.

Simulasi semacam ini penting agar calon peminjam bisa menakar kemampuan bayar sebelum mengajukan pinjaman.

Proses pengajuan pinjaman daring juga tergolong mudah dan cepat. Cukup melalui aplikasi di ponsel, pengguna diminta mengunggah KTP, mengisi data diri, dan melakukan verifikasi wajah.

Setelah itu, kode verifikasi (OTP) dikirimkan untuk melanjutkan proses. Verifikasi data biasanya memakan waktu rata-rata lima menit, meskipun durasi dapat berbeda tergantung profil kredit masing-masing.

Namun demikian, kemudahan akses bukan berarti boleh abai. Masyarakat tetap diimbau untuk mengajukan pinjaman hanya jika benar-benar mendesak dan sesuai kemampuan membayar

“Di tengah kebutuhan yang meningkat selama musim liburan dan menjelang tahun ajaran baru, pengelolaan keuangan yang disiplin tetap menjadi kunci utama,” tuturnya.

Baca juga artikel terkait PINJOL atau tulisan lainnya dari Nanda Aria

tirto.id - Flash News
Penulis: Nanda Aria
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama