Menuju konten utama

Terjaring OTT KPK, Wali Kota Madiun Maidi Punya Harta Rp16,9 M

Tanah dan bangunan paling mahal yang dimiliki Maidi berlokasi di Madiun senilai Rp2,5 miliar.

Terjaring OTT KPK, Wali Kota Madiun Maidi Punya Harta Rp16,9 M
Pekerja membersihkan gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Kamis (25/4/2024). Berdasarkan Transparency International skor Indeks Persepsi Korupsi (IPK) Indonesia pada tahun 2023 di angka 43 dengan peringkat 115 atau merosot dari tahun sebelumnya di peringkat 110. ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/nym.

tirto.id - Wali Kota Madiun, Maidi, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait fee proyek dan dana Corporate Social Responsibility (CSR) di wilayah Kota Madiun.

Berdasarkan Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) di laman lhkpn.go.id, Maidi tercatat memiliki total harta Rp16.926.129.519 atau Rp16,9 miliar, dengan jumlah utang Rp1.299.284.440 atau Rp1,29 miliar.

Dalam LHKPN khusus awal menjabat yang dilaporkan Maidi pada 2 April 2025, ia tercatat memiliki 19 aset berupa tanah dan bangunan dengan total nilai Rp16.074.000.000 atau Rp16,07 miliar.

Dari total tersebut, tanah dan bangunan paling mahal yang dimiliki Maidi berlokasi di Kabupaten/Kota Madiun seluas 872m²/600m² senilai Rp2.500.000.000 atau Rp2,5 miliar.

Maidi juga tercatat memiliki aset berupa alat transportasi dan mesin yang terdiri dari dua motor dan lima mobil dengan total nilai Rp647.000.000 atau Rp647 juta.

Kendaraan paling mahal yang dimiliki Maidi adalah mobil Honda C-RV 2015 dengan nilai harga Rp225.000.000 atau Rp225 juta. Kemudian, memiliki harta bergerak lainnya senilai Rp95.825.000 atau Rp95,8 juta serta kas dan setara kas Rp1.408.588.959 atau Rp1,4 miliar.

Diketahui, KPK melaksanakan kegiatan OTT di Madiun, Jawa Timur. Sebanyak 15 orang ditangkap, salah satunya Wali Kota Madiun, Maidi. Juru Bicara KPK, Budi Prasetyo, mengatakan setelah dilakukan pemeriksaan di Madiun, sembilan orang diangkut ke Jakarta.

"Benar, hari ini Senin (19/1), tim sedang ada kegiatan penyelidikan tertutup, dengan mengamankan sejumlah 15 orang, di wilayah Madiun, Jawa Timur," kata Budi dalam keterangan tertulis, Senin (19/1/2026).

"Selanjutnya 9 orang di antaranya dibawa ke Jakarta untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut. Salah satunya Walikota Madiun," tambah Budi.

KPK turut menyita sejumlah barang bukti dalam bentuk uang tunai sejumlah ratusan juta rupiah.

"Selain itu tim juga mengamankan barang bukti dalam bentuk uang tunai senilai ratusan juta rupiah," tutur Budi.

Baca juga artikel terkait OTT KPK atau tulisan lainnya dari Auliya Umayna Andani

tirto.id - Flash News
Reporter: Auliya Umayna Andani
Penulis: Auliya Umayna Andani
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama