Menuju konten utama

Tanggal 23 Mei Memperingati Apa? Ada Hari Penyu Sedunia

Simak daftar peringatan internasional yang jatuh setiap tanggal 23 Mei. Ada peringatan Hari Internasional untuk Mengakhiri Fistula Obstetri.

Tanggal 23 Mei Memperingati Apa? Ada Hari Penyu Sedunia
Wisatawan mancanegara melihat penyu yang akan dilepasliarkan di Pulau Sangalaki, Berau, Kalimantan Timur. ANTARAFOTO/M Risyal Hidayat
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Setiap tanggal 23 Mei, dunia memperingati dua hari penting internasional, yaitu Hari Penyu Sedunia (World Turtle Day) dan Hari Internasional untuk Mengakhiri Fistula Obstetri (International Day to End Obstetric Fistula).

Kedua peringatan ini memiliki fokus yang sangat berbeda, tetapi sama-sama bertujuan untuk meningkatkan kesadaran global terhadap isu yang sering kali luput dari perhatian masyarakat luas.

Singkatnya, pada tanggal 23 Mei, dunia menyoroti Hari Penyu Sedunia tentang pentingnya pelestarian penyu yang terancam punah. Sedangkan, Hari Internasional untuk Mengakhiri Fistula Obstetri menegaskan komitmen global dalam mengakhiri penderitaan banyak perempuan akibat komplikasi persalinan.

Hari Penyu Sedunia

Hari Penyu Sedunia atau World Turtle Day diperingati setiap tanggal 23 Mei sebagai bentuk kepedulian global terhadap kelestarian penyu dan kura-kura, serta habitat tempat mereka hidup. Peringatan ini pertama kali dicetuskan pada tahun 2000 oleh organisasi American Tortoise Rescue.

Tujuan utamanya adalah meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai ancaman yang dihadapi penyu, serta mengajak publik untuk berperan aktif dalam upaya pelestarian, mulai dari edukasi hingga tindakan nyata seperti penyelamatan dan pelepasan penyu ke alam liar.

Penyu merupakan salah satu makhluk laut yang telah hidup sejak zaman dinosaurus dan memiliki peran penting dalam menjaga keseimbangan ekosistem laut.

Sayangnya, berbagai aktivitas manusia, seperti perburuan liar, konsumsi telur penyu, kerusakan habitat penyu seperti pantai dan pencemaran laut oleh limbah, dan perubahan iklim yang sangat berpengaruh dalam penurunan populasi penyu.

Melalui peringatan Hari Penyu Sedunia, banyak negara dan komunitas lingkungan mengadakan berbagai kegiatan seperti edukasi di sekolah, kampanye di media sosial, pembersihan pantai, serta program konservasi seperti penjagaan sarang dan pelepasan tukik atau anak penyu.

Hari Internasional untuk Mengakhiri Fistula Obstetri

Hari Internasional untuk Mengakhiri Fistula Obstetri diperingati setiap tanggal 23 Mei sebagai bentuk komitmen global dalam menghapus salah satu kondisi medis yang paling menyakitkan yang dialami oleh perempuan terutama di negara-negara berkembang.

Fistula obstetri adalah sebuah lubang abnormal yang terbentuk antara jalan lahir dan kandung kemih atau rektum akibat persalinan yang berkepanjangan tanpa penanganan medis yang memadai.

Kondisi ini menyebabkan perempuan mengalami kebocoran urine atau tinja secara terus-menerus, yang sering kali berujung pada pengucilan sosial dan penderitaan secara fisik maupun mental.

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menetapkan tanggal 23 Mei pada tahun 2013 untuk meningkatkan kesadaran dan mendorong aksi nyata dalam pencegahan dan penanganan fistula obstetri.

Meskipun kondisi ini bisa dicegah dan diobati, ribuan perempuan setiap tahun masih mengalami akibat keterbatasan akses terhadap pelayanan kesehatan yang aman dan berkualitas selama kehamilan dan persalinan.

Oleh karena itu, pada tanggal 23 Mei, menjadi momentum untuk menekankan pentingnya investasi dalam sistem kesehatan. pelatihan tenaga medis, dan pemenuhan hak perempuan atas kesehatan reproduksinya.

Baca juga artikel terkait HARI PENTING atau tulisan lainnya dari Dewi Sekar Pambayun

tirto.id - Edusains
Kontributor: Dewi Sekar Pambayun
Penulis: Dewi Sekar Pambayun
Editor: Indyra Yasmin