tirto.id - Gunung Piramid Bondowoso terkenal memiliki jalur ekstrem bernama "Punggung Naga". Di mana lokasi Gunung Piramid dan apakah cocok untuk pendaki pemula?
Gunung Piramid Bondowoso dikabarkan kembali menelan korban. Dua orang pendaki sempat dilaporkan hilang saat mendaki Gunung Piramid di Kabupaten Bondowoso, Jawa Timur.
Mereka lantas ditemukan dalam kondisi meninggal di dasar tebing dengan kedalaman sekitar 60 meter. Salah satu pendaki adalah Maliya Finda (51), warga Wonokromo, Surabaya. Sedangkan pendaki lainnya, Irfan Nasrul Laili (35), merupakan pemandu asal Desa/Kecamatan Wonosari, Kabupaten Bondowoso.
"Setelah tim SAR gabungan melakukan penyisiran, pada pukul 12.13 WIB kedua korban berhasil ditemukan (meninggal) sekitar 170 meter dari lokasi kejadian. Korban berada di dasar tebing dengan kemiringan sekitar 40 derajat dan kedalaman kurang lebih 60 meter," tutur Koordinator Pos SAR Jember Jefriyanzah, dikutip Antaranews, Selasa, 4 Agustus 2026.
Kedua pendaki tersebut mendaki di Gunung Piramid, gunung yang terkenal dengan jalur yang sangat menantang: jalur Punggung Naga. Apa itu jalur Punggung Naga, yang terkenal sebagai jalur ekstrem Gunung Piramid Bondowoso?
Sejarah Gunung Piramid Bondowoso
Gunung Piramid terletak di Desa Ardisaeng, Kecamatan Pakem, Kabupaten Bondowoso. Gunung ini dinamakan “Piramid” karena bentuknya menyerupai piramida jika dilihat dari kejauhan.
Para pendaki melakukan pendakian di Gunung Piramid Bondowoso karena beberapa daya tariknya. Salah satunya yakni pemandangan alam yang menakjubkan.
Dari puncak Gunung Piramid Bondowoso, pendaki bisa melihat lanskap pegunungan di sekitar Bondowoso. Pegunungan ini mencakup Gunung Raung, Gunung Ijen, serta hamparan hijau yang tampak menawan.
Selain itu, flora dan fauna juga bisa ditemui di sekitar jalur pendakian Gunung Piramid Bondowoso. Beberapa satwa liar, seperti burung elang dan lutung jawa, akan dijumpai selama mendaki.
Kemudian, Gunung Piramid Bondowoso juga menawarkan nilai historis dan budaya. Gunung ini sering dikaitkan dengan cerita rakyat setempat. Oleh sebab itu, para pendaki ingin mengetahui lebih banyak tentang kearifan lokal setempat dengan mendaki gunung tersebut.
Gunung Piramid Bondowoso berada di ketinggian 1.521 meter di atas permukaan laut (Mdpl) dan diapit Gunung Salak, Gunung Krincing, dan Gunung Saeng. Kendati tidak terlalu tinggi, Gunung Piramid Bondowoso memiliki jalur dengan karakter yang menantang para pendaki.
Maka, Gunung Piramid Bondowoso sebenarnya bisa dikatakan kurang begitu cocok bagi pendaki pemula. Para pendaki berpengalaman pun tetap perlu benar-benar siap untuk mendaki gunung ini dan menghadapi risiko kondisi medan.s
Jalur Ekstrem Punggung Naga Gunung Piramid Bondowoso
Tantangan mendaki Gunung Piramid Bondowoso terletak di jalur ekstrem yang kerap disebut sebagai jalur "Punggung Naga". Jalur ini membutuhkan ketahanan fisik dan mental para pendaki yang selalu diuji.
Nama “Punggung Naga” sendiri muncul karena bentuk jalur ang khas. Jalur "Punggung Naga" Gunung Piramid Bondowoso memiliki kontur yang memanjang, sempit, dan bergelombang sehingga mirip tulang punggung naga raksasa.
Gunung Piramid Bondowoso juga dilengkapi satu jalur pendakian utama yang dimulai dari basecamp di Desa Tegal Tengah, yakni jalur Punggung Naga tersebut.
Di awal pendakian, pendaki akan melalui medan berbatu dan area hutan lebat. Namun, semakin mendekati puncak, jalur menjadi lebih curam dan licin, nyaris vertikal.
Jalan setapak yang sempit dengan lebar hanya sekitar 30–60 cm. Kanan-kiri jalur “Punggung Naga” Gunung Piramid Bondowoso terdapat jurang dengan kedalaman sekitar 150–200 meter dan tanpa disertai pegangan, pagar, atau tali pengaman permanen.
Tak heran jika jalur ini memiliki tingkat sedang hingga tinggi sehingga membutuhkan kewaspadaan ekstra. Belum lagi, tanah di jalur ini cenderung berpasir dan mudah tergerus sehingga berbahaya saat musim hujan atau saat cuaca lembap.
Proses pendakian yang dilakukan untuk bisa mencapai puncak Gunung Piramid Bondowoso biasanya memakan waktu sekitar 3 hingga 4 jam. Namun, durasi pendakian juga tergantung kondisi fisik pendaki dan cuaca selama pendakian.
Maka, pendakian Gunung Piramid Bondowoso hanya disarankan saat cuaca cerah. Pasalnya, angin kencang, kabut, atau hujan ringan bisa membuat jalur ini lebih berbahaya karena minimnya jarak pandang atau daya tahan pendaki sendiri.
Pembaca bisa mengakses artikel mengenai gunung melalui tautan berikut ini:
Penulis: Umu Hana Amini
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id






































