Tanda-Tanda Ovulasi & Cara Menghitung Masa Subur saat Program Hamil

Penulis: Yulaika Ramadhani, tirto.id - 16 Des 2021 09:42 WIB
Dibaca Normal 1 menit
Apa saja tanda-tanda ovulasi atau masa subur? Bagaimana cara menghitungnya? Berikut selengkapnya.
tirto.id - Apa saja tanda-tanda ovulasi yang dapat saya ketahui jika saya mencoba untuk hamil? Hal ini kerap dipertanyakan, terutama bagi perempuan yang tengah melakukan program hamil.

Memahami kapan Anda berovulasi atau sedang berada di masa subur penting diketahui agar program hamil berhasil dengan baik. Berhubungan seks secara teratur lima hari sebelum dan pada hari ovulasi dapat meningkatkan peluang untuk hamil, demikian dikutip laman kesehatan Mayo Clinic.


Apa Itu Ovulasi atau Masa Subur?



Ovulasi adalah proses di mana sel telur yang matang dilepaskan dari ovarium. Setelah dilepaskan, sel telur bergerak ke tuba fallopi dan tinggal di sana selama 12 hingga 24 jam, di mana ia dapat dibuahi.

Sperma dapat hidup di dalam saluran reproduksi wanita selama lima hari setelah hubungan seksual dalam kondisi yang tepat. Peluang Anda untuk hamil paling tinggi ketika sperma hidup hadir di saluran tuba selama ovulasi.

Cara Menghitung Masa Subur



Dalam siklus menstruasi rata-rata 28 hari, ovulasi biasanya terjadi sekitar 14 hari sebelum dimulainya periode menstruasi berikutnya.

Namun, panjang siklus setiap orang mungkin berbeda, dan waktu antara ovulasi dan awal periode menstruasi berikutnya mungkin berbeda.

Jika, seperti banyak wanita, Anda tidak memiliki siklus menstruasi 28 hari, Anda dapat menentukan panjang siklus Anda dan kapan kemungkinan besar Anda akan berovulasi dengan membuat kalender menstruasi.

Tanda-Tanda Ovulasi



Di luar kalender, Anda juga dapat mencari tanda dan gejala ovulasi. Berikut tanda-tanda ovulasi sebagaimana diterangkan ahli kesehatan Mary Marnach, M.D. di Mayo Clinic.

Perubahan sekret vagina (lendir serviks).

Tepat sebelum ovulasi, Anda mungkin melihat peningkatan cairan vagina yang jernih, basah dan melar. Tepat setelah ovulasi, lendir serviks berkurang dan menjadi lebih kental, keruh dan kurang terlihat.

Perubahan suhu basal tubuh.

Suhu tubuh Anda saat istirahat (suhu tubuh basal) sedikit meningkat selama ovulasi. Dengan menggunakan termometer yang dirancang khusus untuk mengukur suhu tubuh basal, ukur suhu tubuh Anda setiap pagi sebelum Anda bangun dari tempat tidur. Catat hasilnya dan cari pola yang akan muncul. Anda akan paling subur selama 2 sampai 3 hari sebelum suhu tubuh Anda naik.

Dengan alat ovulasi.

Anda juga mungkin ingin mencoba alat ovulasi yang dijual bebas, yang dapat membantu Anda mengidentifikasi kapan kemungkinan besar Anda akan berovulasi. Kit ini menguji urin Anda untuk mengetahui lonjakan hormon yang terjadi sebelum ovulasi. Ovulasi terjadi sekitar 36 jam setelah hasil positif.

Keputihan

Tanda ovulasi yang lain sebagaimana dikutip Healthline, adalah peningkatan keputihan. Keputihan ini seringkali jernih dan melebar, bahkan mungkin menyerupai putih telur mentah. Setelah ovulasi, keputihan Anda mungkin berkurang volumenya dan tampak lebih tebal atau lebih keruh.

Ovulasi juga dapat menyebabkan:

- pendarahan ringan atau bercak
- payudara menjadi lebih lembut
- dorongan seksual meningkat
- nyeri ovarium yang ditandai dengan ketidaknyamanan atau nyeri di satu sisi perut, juga disebut mittelschmerz.

Namun begitu, tidak semua orang mengalami gejala ovulasi, jadi tanda-tanda ini dianggap sekunder dalam melacak kesuburan Anda.


Baca juga artikel terkait MASA OVULASI atau tulisan menarik lainnya Yulaika Ramadhani
(tirto.id - Kesehatan)

Penulis: Yulaika Ramadhani
Editor: Yantina Debora

DarkLight