Menuju konten utama

Survei Jobstreet: Pekerja RI Paling Bahagia di Asia, 43% Burnout

Jobstreet mencatat, 43 persen pekerja Indonesia mengaku mengalami burnout, terlepas dari apakah mereka merasa bahagia atau tidak dengan pekerjaannya.

Survei Jobstreet: Pekerja RI Paling Bahagia di Asia, 43% Burnout
Pegawai Pemprov DKI Jakarta menggunakan laptop pada hari pertama kerja Tahun Baru 2026 di Balai Kota DKI Jakarta, Jumat (2/1/2026).ANTARA FOTO/Sulthony Hasanuddin/YU

tirto.id - Workplace Happiness Index Indonesia 2025-2026 yang dirilis Jobstreet by SEEK menempatkan Indonesia sebagai negara paling bahagia di kawasan Asia Pasifik. Meski demikian, di saat yang sama, tingkat kelelahan kerja atau burnout masih tergolong tinggi.

Berdasarkan survei terhadap 1.000 responden usia 18-64 tahun yang dilakukan pada Oktober-November 2025, sebanyak 37 persen pekerja Indonesia mengaku sangat bahagia dan 45 persen bahagia dengan pekerjaannya.

Dengan demikian, sekitar 82 persen responden berada dalam kategori bahagia, tertinggi dibandingkan negara Asia Pasifik lain yang disurvei, seperti Hong Kong (47 persen), Singapura (56 persen), dan Australia (57 persen). Selain kebahagiaan umum, sebanyak 86 persen pekerja Indonesia merasa dihargai dan 75 persen merasa pekerjaan mereka memberikan kepuasan batin (fulfilling).

Acting Managing Director Jobstreet Indonesia, Wisnu Dharmawan, mengatakan tingginya tingkat kebahagiaan pekerja di Indonesia tidak lepas dari faktor budaya dan relasi sosial di tempat kerja.

Laporan ini mencatat, rekan kerja dan keseimbangan hidup-kerja (work-life balance) menjadi pendorong utama kebahagiaan pekerja Indonesia. Sekitar 77 persen responden menyebut hubungan dengan kolega sebagai faktor yang paling membahagiakan, disusul work-life balance dan tujuan kerja yang bermakna.

Pencapaian Indonesia sebagai pemimpin kebahagiaan kerja di Asia Pasifik merupakan cerminan dari optimisme dan budaya positif yang kuat di Tanah Air,” ujar Wisnu dalam keterangan atas laporan tersebut, Selasa (3/2/2026).

Meski demikian, Wisnu mengimbau agar perusahaan tak terlena. Pasalnya, laporan yang sama juga mencatat bahwa di balik tingginya tingkat kebahagiaan, 43 persen pekerja Indonesia mengaku mengalami burnout, terlepas dari apakah mereka merasa bahagia atau tidak dengan pekerjaannya. Hanya 44 persen responden yang puas dengan tingkat stres yang mereka alami, sementara 56 persen merasa puas dengan beban kerja saat ini.

Laporan tersebut juga menunjukkan paradoks di kalangan pekerja yang bahagia. Sekitar 40 persen pekerja yang mengaku bahagia tetap merasa burnout, mengindikasikan adanya tekanan mental yang tersembunyi di balik kepuasan kerja.

“Beban kerja yang berat dan budaya bekerja lembur sebagai indikator dedikasi masih cukup kuat di Indonesia. Ini berdampak pada stres dan kelelahan kerja, sehingga isu kebahagiaan di tempat kerja tidak bisa dilepaskan dari pengelolaan beban kerja,” kata Wisnu dalam paparan laporan tersebut.

Survei Jobstreet juga mencatat bahwa 90 persen pekerja yang bahagia cenderung termotivasi untuk bekerja melampaui ekspektasi (go above and beyond), sementara satu dari tiga pekerja yang tidak bahagia menyatakan enggan memberikan usaha ekstra bagi perusahaan.

Dari sisi tantangan ke depan, laporan ini menyoroti kekhawatiran pekerja terhadap keamanan kerja. Sebanyak 42 persen responden merasa pekerjaannya terancam oleh perkembangan kecerdasan buatan (AI), dengan angka tersebut meningkat menjadi 54 persen di sektor teknologi

Jobstreet merekomendasikan perusahaan untuk tidak hanya mengandalkan kompensasi, tetapi juga memperkuat fleksibilitas kerja, pengelolaan beban kerja yang realistis, serta membangun kepemimpinan yang lebih terbuka dan apresiatif guna menekan burnout dan menjaga produktivitas pekerja di tengah tingkat kebahagiaan yang relatif tinggi.

"Angka burnout sebesar 43 persen dan kekhawatiran terhadap AI merupakan 'alarm' bagi para pemberi kerja untuk bertindak proaktif. Kebahagiaan yang berkelanjutan hanya bisa dicapai jika perusahaan mampu menyeimbangkan target bisnis dengan kesejahteraan mental karyawan," jelas Wisnu.

Baca juga artikel terkait PEKERJA atau tulisan lainnya dari Hendra Friana

tirto.id - Insider
Penulis: Hendra Friana
Editor: Hendra Friana