tirto.id - Hasil survei terbaru Indikator Politik Indonesia menunjukkan bahwa Kejaksaan Agung (Kejagung) mendapatkan tingkat kepercayaan tertinggi di antara institusi penegakan hukum. Angka ini melampaui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Polri.
Data survei menunjukkan bahwa tingkat kepercayaan total (Sangat Percaya dan Cukup Percaya) terhadap Kejaksaan Agung mencapai 76 persen (10 persen sangat percaya dan 66 persen cukup Percaya). Angka ini menempatkan Kejaksaan sebagai institusi penegak hukum terdepan dalam hal kepercayaan publik.
Sementara itu, KPK mendapatkan kepercayaan 70 persen (11 persen sangat percaya dan 59 persen cukup percaya, dan Polri meraih total kepercayaan 66 persen (11 persen sangat percaya dan 55 persen cukup percaya).
Survei Indikator dilakukan secara tatap muka, dalam rentang 20-27 Oktober 2025, menempatkan 1.220 responden dengan tingkat kepercayaan mencapai 95 persen.
Hasil survei juga menunjukkan kepuasan masyarakat terhadap penegakan hukum dan pemberantasan korupsi di tahun pertama pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka.
Jumlah responden yang puas dengan penegakan hukum mencapai 40,8 persen. Sedangkan yang menilai kinerja Prabowo - Gibran di bidang penegakan hukum itu buruk atau sangat buruk sebanyak 26,4 persen.
Selanjutnya, data survei yang sama juga menyatakan mayoritas responden puas dengan upaya pemberantasan korupsi yang dilakukan di era Prabowo-Gibran, yaitu sebanyak 42,7 persen.
Sementara 30 persen responden menyatakan penanganan korupsi di Indonesia buruk hingga sangat buruk dan 22,5 persen responden menilai penanganan korupsi di Indonesia dalam kategori sedang.
Pendiri dan Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia, Burhanuddin Muhtadi, mengatakan terkait tingginya kepercayaan publik terhadap Kejaksaan Agung ini sebagai refleksi dari keberanian lembaga tersebut dalam menangani kasus-kasus korupsi skala besar.
"Angka 76% untuk Kejaksaan Agung ini adalah sinyal positif dari publik. Kejaksaan berhasil mengkapitalisasi penanganan kasus-kasus mega-korupsi yang sangat menarik perhatian publik. Publik melihat Kejaksaan tidak tebang pilih dan menunjukkan keberanian dalam membongkar kejahatan kerah putih dengan kerugian negara yang fantastis," kata Burhanuddin, saat menyampaikan hasil survei bertajuk ‘Evaluasi Publik Atas Kinerja Satu Tahun Pemerintahan Prabowo-Gibran secara virtual, Sabtu (8/11/2025) dilansir dari Antara.
Masuk tirto.id


































