Menuju konten utama

Sugiono Minta kepada Presiden Prabowo Tambah Jatah Kursi Wamenlu

Sugiono berkata tiga Wamenlu yang saat ini masih terasa kurang untuk menunjang kinerja di internal Kementerian Luar Negeri.

Sugiono Minta kepada Presiden Prabowo Tambah Jatah Kursi Wamenlu
Menteri Luar Negeri Sugiono menyampaikan paparan dalam Pernyataan Pers Tahunan Menteri Luar Negeri (PPTM) 2026 di Jakarta, Rabu (14/1/2026). Dalam paparannya, Sugiono mengumumkan capaian diplomasi Indonesia sepanjang tahun 2025 salah satunya yaitu menegaskan peran aktif Indonesia dalam pembahasan pembentukan International Stabilization Force (ISF) sebagai langkah transitional untuk memastikan terwujudnya gencatan senjata permanen sekaligus membuka akses bantuan kemanusiaan di Gaza. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/rwa.

tirto.id - Menteri Luar Negeri (Menlu), Sugiono, meminta kepada Presiden Prabowo, Subianto agar menambah kursi wakil menteri luar negeri (Wamenlu) yang mendampingi dirinya. Menurutnya, tiga Wamenlu yang saat ini diemban oleh Arrmanatha Nasir, Arif Havas Oegroseno, dan Anis Matta masih terasa kurang untuk menunjang kinerja di internal Kemlu.

"Sejujurnya, saya masih kurang tiga itu. Saya enggak tahu kalau semisal minta nambah apakah diizinkan oleh Bapak Presiden," kata Sugiono dalam pidato Pernyataan Pers Tahun Menteri Luar Negeri RI 2026 di kantor Kemlu, Rabu (14/1/2026).

Di hadapan eks Menlu dan Wamenlu seperti Alwi Shihab, Retno Marsudi, Abdurrahman Mohammad Fachir, dan Dino Patti Djalal, Sugiono mengaku baru bisa bertemu dengan ketiga Wamenlu dalam forum pernyataan pers tahunan. Dia menjelaskan pertemuan baru dapat dilaksanakan karena dia dan ketiga Wamenlu memiliki kesibukan yang berbeda-beda dan mengharuskan untuk ke luar negeri dengan urusan masing-masing.

"Terus terang saja, momen-momen seperti ini kita baru bisa bertemu. Masing-masing beliau, ada di mana-mana dengan tanggung jawabnya masing-masing," jelasnya.

Dia memuji satu demi satu para Wamenlu sesuai dengan bidang pekerjaannya masing-masing. Seperti dalam tanggung jawab dalam kerja sama dengan negara-negara Islam, Sugiono secara khusus menyebut nama Anis Matta yang memiliki tanggung jawab dan tugas dalam menjalankan misi diplomasi.

"Langkah-langkah yang dilakukan oleh Bapak Wakil Menteri Luar Negeri Anis Matta, menyusun peta jalan kerja sama dengan dunia Islam, merupakan satu contoh kerangka kebijakan yang lebih terstruktur, jangka panjang dan berorientasi hasil," jelasnya.

Kepada Arif Havas, Sugiono menyampaikan rasa terima kasih yang menurutnya aktif dalam memantau perkembangan isu kawasan pasifik termasuk penyelesaian kode etik aturan atau code of conduct di Laut Cina Selatan. Sugiono juga memuji peran Arif Havas yang berperan dalam proses perdamaian di Myanmar yang saat ini telah berhasil melaksanakan Pemilu secara demokratis.

"Untuk itu saya ingin mengucapkan terima kasih kepada Wakil Menteri Luar Negeri, Arif Havas Oegroseno yang terus secara aktif memonitor perkembangan khusus untuk isu ini," kata Sugiono.

Kepada Arrmanatha Nasir, dia memuji dan mengapresiasinya yang telah berperan dalam diplomasi multilateral terkhusus saat perundingan di meja diplomasi PBB dan organisasi internasional lainnya.

"Saya mengucapkan terima kasih saya khususnya kepada Wakil Menteri Luar Negeri Arrmanatha Nasir yang telah menggawangi, membina, membimbing, diplomasi Indonesia di panggung multilateral," tutur Sugiono.

Baca juga artikel terkait KEMENTERIAN LUAR NEGERI atau tulisan lainnya dari Irfan Amin

tirto.id - Flash News
Reporter: Irfan Amin
Penulis: Irfan Amin
Editor: Fransiskus Adryanto Pratama