Menuju konten utama

Kemlu Siap Evakuasi WNI di Venezuela Bila Kondisi Tak Aman

Evakuasi WNI menjadi rencana darurat yang akan dilakukan KBRI Caracas bila terjadi eskalasi konflik di Venezuela.

Kemlu Siap Evakuasi WNI di Venezuela Bila Kondisi Tak Aman
Direktur Hak Asasi Manusia dan Urusan Migrasi Kementerian Luar Negeri Indah Nuria Savitri (kanan) bersama Direktur Informasi dan Media Kementerian Luar Negeri Hartyo Harkomoyo (kiri) memberikan keterangan pers saat Press Briefing di Ruang Palapa, Kementerian Luar Negeri, Jakarta, Kamis (8/1/2026). ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/tom.
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI memastikan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Caracas telah menyiapkan rencana darurat atau contingency plan untuk melakukan evakuasi warga negara Indonesia (WNI) apabila terdapat eskalasi situasi keamanan di Venezuela.

Plt Direktur Pelindungan WNI Kemlu RI, Heni Hamidah, menyebut, saat ini KBRI Caracas terus memantau perkembangan situasi dan kondisi keamanan para WNI di Venezuela. Saat situasi darurat, selain contingency plan, KBRI Caracas disebutnya juga sudah siap untuk melakukan aktivasi protokol pelindungan WNI.

“Untuk mengantisipasi eskalasi konflik, Kemlu melalui KBRI Caracas juga telah melakukan langkah-langkah antara lain yang pertama, kami telah menyusun rencana kontinjensi dan melakukan aktivasi protokol pelindungan WNI. Kemudian yang kedua, KBRI Caracas secara intensif berkoordinasi dengan otoritas setempat untuk memantau perkembangan situasi terkini,” kata Heni dalam konferensi pers yang digelar di kantor Kemlu, Jakarta Pusat, Kamis (8/1/2026).

Heni menjelaskan KBRI Caracas mencatat saat ini ada 37 orang WNI yang menetap di Venezuela. 33 orang di antaranya merupakan staf dan keluarga besar KBRI Caracas, sementara empat orang lainnya merupakan WNI yang menikah maupun bekerja di Venezuela.

“Berdasarkan informasi dari KBRI Caracas, ke-37 WNI saat ini berada dalam kondisi aman dan sehat,” ucap Heni.

Selain menyiapkan contingency plan, saat ini KBRI Caracas disebut Heni juga sudah mengaktifkan alat komunikasi cadangan berupa perangkat radio sampai telepon satelit, untuk digunakan apabila terjadi blackout di Venezuela.

Menurutnya, langkah itu dilakukan guna memastikan saluran komunikasi antara Caracas dan Jakarta tetap terhubung, bahkan saat masa-masa darurat sekalipun.

“Kemudian juga KBRI Caracas juga sudah berkomunikasi dengan seluruh WNI yang ada di Venezuela untuk memastikan kondisi mereka aman dan mengimbau WNI di Venezuela agar terus meningkatkan kewaspadaan,” tegasnya.

Hingga saat ini, Heni menekankan bahwa KBRI Caracas belum akan melakukan evakuasi terhadap 37 orang WNI yang berada di Venezuela. Sebab, menurutnya saat ini situasi di Venezuela sudah semakin kondusif.

“Untuk penanganan 37 WNI saat ini memang belum ada rencana evakuasi kapan, karena memang kami melihat kondisi dan situasi saat ini yang menurut KBRI Caracas ini sudah berangsur stabil dan berangsur normal,” pungkasnya.

Baca juga artikel terkait VENEZUELA atau tulisan lainnya dari Naufal Majid

tirto.id - Flash News
Reporter: Naufal Majid
Penulis: Naufal Majid
Editor: Bayu Septianto