Menuju konten utama

Sudaryono Soal Guru Cicip MBG: Dapat Insentif, Tujuannya Edukasi

Dia mengatakan keterlibatan guru dalam program MBG juga berkaitan dengan pendidikan karakter dan pendidikan gizi.

Sudaryono Soal Guru Cicip MBG: Dapat Insentif, Tujuannya Edukasi
Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono memberikan keterangan pers terkait penutupan dapur SPPG bermasalah di Jakarta, Senin (27/7/2026). BGN telah menutup sebanyak 833 dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah wilayah di Indonesia. ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga/nz
Jadikan tirto.id sumber pilihan pencarian Google

tirto.id - Kepala Badan Gizi Nasional (BGN) Sudaryono mengklarifikasi polemik terkait guru yang diminta mencicipi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Guru disebut tidak menjadi satu-satunya pihak yang mencicipi makanan sebelum dibagikan kepada siswa.

Menurut dia, makanan yang telah matang terlebih dahulu dicicipi oleh kepala dapur, pengawas gizi, dan asisten lapangan. Setelah itu, di sekolah terdapat penanggung jawab atau person in charge (PIC) yang menerima makanan dan ikut memastikan makanan tersebut aman sebelum dikonsumsi.

"Di sekolah, itu ada namanya PIC sekolah. PIC sekolah itu mendapatkan, tidak semua guru, insentif. Itu mencicipi, baru kemudian dibagi omprengnya. Makanan untuk semua siswa termasuk gurunya itu dapat makan,” kata Sudaryono dalam rapat koordinasi terkait MBG di kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Rabu (26/8/2026).

Dia mengatakan keterlibatan guru dalam program MBG juga berkaitan dengan pendidikan karakter dan pendidikan gizi. Guru dan siswa makan bersama sehingga guru dapat menyampaikan manfaat kandungan makanan yang diberikan dalam program tersebut.

"Tujuannya adalah edukasi. Jadi, cuci tangan, berdoa, alhamdulillah, antre. Jadi, ada ada pendidikan karakter, termasuk guru menjelaskan protein itu manfaatnya apa, karbohidrat apa, kenapa harus makan sayur, dan lain-lain," ujarnya.

Sebagai informasi, kebijakan guru diminta mencicipi menu MBG sebelum dibagikan kepada murid mendapatkan sorotan keras dari berbagai kalangan. Salah satunya, yakni politikus PDIP Guntur Romli.

Menurut Guntur, terdapat sejumlah alasan yang memberatkan saat guru harus mencicipi MBG. Pertama, beban kerja guru di luar tugas pokok dan fungsinya menjadi bertambah.

Lalu, guru yang mencicipi MBG juga berpotensi keracunan. Dengan demikian, keinginan pemerintah untuk mengurangi kasus keracunan MBG dinilai tidak akan teratasi dengan pelibatan guru.

Baca juga artikel terkait MAKAN BERGIZI GRATIS atau tulisan lainnya dari Muhammad Naufal

tirto.id - Flash News
Reporter: Muhammad Naufal
Penulis: Muhammad Naufal
Editor: Fadrik Aziz Firdausi