Menuju konten utama

Struktur Kurikulum Merdeka SMA, Link Download PDF, & Tahapannya

Struktur kurikulum di dalam Kurikulum Merdeka dibagi atas fase-fase tertentu sesuai dengan jenjangnya. Berikut link download PDF selengkapnya.

Struktur Kurikulum Merdeka SMA, Link Download PDF, & Tahapannya
Kurikulum Merdeka. FOTO/kurikulum.kemdikbud.go.id/

tirto.id - Struktur kurikulum di dalam Kurikulum Merdeka dibagi atas fase-fase tertentu sesuai dengan jenjangnya masing-masing. Bagaimana struktur kurikulum untuk jenjang SMA?

Kurikulum Merdeka adalah inisiatif yang diluncurkan oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Republik Indonesia. Kurikulum ini bertujuan untuk memberikan kebebasan lebih kepada sekolah dalam mengembangkan kurikulum dan metode pengajaran yang sesuai dengan kebutuhan lokal serta potensi siswa.

Dalam Kurikulum Merdeka, sekolah diberi kebebasan untuk menentukan kurikulum yang relevan dengan kondisi lokal, memilih metode pembelajaran yang efektif, serta mengembangkan materi pembelajaran yang sesuai dengan karakteristik siswa dan kebutuhan mereka.

Dengan demikian, kurikulum ini dirancang untuk meningkatkan fleksibilitas dan memberikan otonomi lebih kepada sekolah dalam memenuhi kebutuhan pendidikan di tingkat SMA.

Lantas, bagaimana struktur kurikulum untuk jenjang SMA?

Struktur Kurikulum Merdeka SMA

Berdasarkan ungkapan laman Pusat Informasi Guru Kemdikbud, dijelaskan bahwa struktur Kurikulum Merdeka mempunyai tiga prinsip. Di antaranya mencakup berbasis kompetensi, pembelajaran yang fleksibel, serta menciptakan pelajar berkarakter Pancasila.

Dari struktur kurikulum minimum yang telah diatur oleh pemerintah pusat, pihak sekolah masing-masing diperbolehkan mengembangkannya. Hal tersebut dapat disesuaikan dengan visi, misi, sumber daya, kerelevansian, hingga secara kontekstual.

Adapun struktur kurikulum SMA dibagi menjadi 2 kegiatan inti, di antaranya sebagai berikut.

1. Pembelajaran Reguler (rutin dan bersifat intrakurikuler)

Pembelajaran intrakurikuleryang dilakukan secara terdiferensiasi sehingga peserta didik memiliki cukup waktu untuk mendalami konsep dan menguatkan kompetensi. Hal ini juga memberikan keleluasaan bagi guru untuk memilih perangkat ajar yang sesuai dengan kebutuhan dan karakteristik peserta didiknya.

2. Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila

Pengembangan profil pelajar Pancasila menjadi salah satu komponen utama dalam implementasi Kurikulum Merdeka. Maka itu, terdapat alokasi jam pelajaran untuk projek penguatan profil pelajar Pancasila. Proporsinya sekitar 20-30 persen dari total jam pelajaran dalam setahun.

Berdasarkan penjelasan Kemendikbudristek di publikasi resminya, konsep profil pelajar Pancasila dirancang untuk jadi acuan pencapaian kompetensi peserta didik di Indonesia. Kompetensi profil pelajar Pancasila dirumuskan berdasarkan 6 dimensi.

6 dimensi profil pelajar Pancasila itu adalah: (1) Beriman, bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, dan berakhlak mulia; (2) Berkebinekaan global; (3) Bergotong-royong; (4) Mandiri; (5) Bernalar kritis; serta (6) Kreatif. Dimensi-dimensi ini lantas dijabarkan menjadi sejumlah elemen dan sub-elemen.

Melalui dua kegiatan inti tersebut, terdapat jam pelajaran (JP) yang diatur setiap tahunnya. Sementara itu, pendekatan pembelajarannya bisa menggunakan mata pelajaran, tematik, dan terintegrasi.

Untuk mata pelajaran sendiri, terdapat aturan-aturan berikut.

1. Mata pelajaran IPA dan IPS kelas 10 SMA belum dipisahkan secara spesifik;

2. Satuan pendidikan atau murid bisa memilih 1 dari 5 pelajaran berikut:

  • Seni dan Prakarya
  • Seni Musik
  • Seni Rupa
  • Seni Teater
  • Seni Tari
  • Prakarya
3. Pelajaran minat baru diperoleh ketika kelas 11 dan 12 sesuai dengan ketersediaan.

Kurikulum Merdeka

Kurikulum Merdeka. FOTO/kurikulum.kemdikbud.go.id/

Link Download PDF Struktur Kurikulum Merdeka SMA

Untuk mendalami atau mengunduh Struktur Kurikulum Merdeka, Anda dapat mengakses tautan berikut.

Link Download Struktur Kurikulum Merdeka SMA PDF

Kurikulum Merdeka dan Tahapan Pengembangannya

Struktur kurikulum dalam Kurikulum Merdeka saling berkaitan karena menjadi terjalin dalam satu kesatuan perencanaan. Kurikulum Merdeka dapat dikatakan sebagai projek, sementara Struktur adalah rencana pembelajaran yang direalisasikan.

Pertama kali diluncurkan pada 11 Februari 2022, Kurikulum Merdeka kini masih digunakan untuk pembelajaran para siswa se-Indonesia.

Dilansir dari laman resmi Kemdikbud, kurikulum ini menyediakan pembelajaran intrakurikuler di mana kontennya dirasa lebih optimal. Hal ini dibuat demi membuat peserta didik bisa mendalami konsep dan menguatkan kompetensinya.

Dalam proses pengembangannya, Kurikulum Merdeka mempunyai lima prinsip tertentu. Ketentuan ini dijabarkan lewat Keputusan Menteri Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi Nomor 56//M/2022 tentang Pedoman Penerapan Kurikulum dalam Rangka Pemulihan Pembelajaran.

Untuk lebih jelasnya, berikut ini isi kelima prinsip tersebut.

  1. Dibuat dengan mempertimbangkan tahap perkembangan dan tingkat pencapaian siswa. Dengan kata lain, disesuaikan dengan kebutuhan dan cerminan karakteristik peserta didik sehingga dapat belajar penuh makna dan kesenangan.
  2. Dirancang dan dilaksanakan untuk membangun kapasitas untuk menjadi pembelajar sepanjang hayat.
  3. Mendukung perkembangan kompetensi dan karakter peserta didik secara holistik.
  4. Dirancang sesuai konteks, lingkungan, budaya peserta didik, dan melibatkan orang tua maupun komunitas.
  5. Berorientasi pada masa depan yang berkelanjutan.
Sehubungan dengan itu, situs DITSMP Kemdikbud menjabarkan tujuh tahapan perencanaan pembelajaran dalam Kurikulum Merdeka. Berikut ini daftar tahapannya.

  1. Menganalisis Capaian Pembelajaran untuk Menyusun Tujuan Pembelajaran dan Alur Tujuan Pembelajaran
  2. Perencanaan dan Pelaksanaan Asesmen Diagnostik
  3. Mengembangkan Modul Ajar
  4. Penyesuaian Pembelajaran dengan Tahap Capaian dan Karakteristik Peserta Didik
  5. Perencanaan, Pelaksanaan, dan Pengolahan Asesmen Formatif serta Sumatif
  6. Laporan Kemajuan Belajar
  7. Evaluasi Pembelajaran dan Asesmen.

Baca juga artikel terkait KURIKULUM MERDEKA atau tulisan lainnya dari Yuda Prinada

tirto.id - Pendidikan
Kontributor: Yuda Prinada
Penulis: Yuda Prinada
Editor: Yulaika Ramadhani