Menuju konten utama

Status Gunung Semeru Siaga, Tapi Alat Pemantau Malah Dicuri

Sejumlah peralatan pendukung pemantauan aktivitas Gunung Semeru hilang dicuri. Aktivitas di Stasiun Pemantauan Kopirejo di Kabupaten Malang terganggu.

Status Gunung Semeru Siaga, Tapi Alat Pemantau Malah Dicuri
Asap vulkanis keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Lumajang, Jawa Timur, Rabu (25/2/2026). Berdasarkan data Pusat Vulkanologi Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) pada periode pengamatan Rabu (25/2), Gunung Semeru mengalami erupsi dengan tinggi kolom abu teramati 400-600 meter di atas puncak dan masyarakat diminta untuk mewaspadai potensi banjir lahar akibat curah hujan yang masih tinggi. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/tom.

tirto.id - Badan Geologi Kementerian ESDM menyampaikan bahwa alat pemantau Gunung Semeru di Stasiun Pemantauan Kopirejo, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang telah dicuri. Alat itu dicuri orang meskipun aktivitas vulkanik Gunung Semeru berstatus siaga.

Berdasarkan keterangan Badan Geologi, sejumlah alat pemantau telah. Alat tersebut terdiri dari 12 unit panel surya, 2 unit regulator panel surya, 12 unit ACCU, 1 unit penangkal petir, 1 set kabel grounding, 1 unit stick grounding, 1 unit power supply, dan 1 set kabel.

"Seluruh perangkat yang dicuri tersebut berfungsi sebagai power supply untuk sensor pemantauan dan sistem transmisi data pemantauan Gunung Api Semeru," tulis Badan Geologi dalam unggahan Instagram resmi mereka pada Kamis (23/4/2026).

Pencurian ini diketahui oleh petugas setelah mendapati bahwa data pemantauan dari Pos Pantau Stasiun Kopirejo sama sekali tidak muncul dalam sistem. Setelah dicek ke lokasi, rupanya alat pemantauan telah raib dibawa pencuri.

Kasus pencurian ini tengah diselidiki lebih lanjut oleh pihak kepolisian. Aktivitas pemantauan juga dilaporkan tak sepenuhnya lumpuh, meskipun peristiwa pencurian tetap mengganggu jalannya operasi pemantauan aktivitas Gunung Semeru.

Di Gunung Semeru sendiri, terdapat 14 pos pemantauan yang tersebar dari Lumajang hingga Malang. Pos Pantau Stasiun Kopirejo merupakan salah satunya.

Kasus pencurian alat pemantauan aktivitas vulkanik Gunung Semeru bukan kali pertama ini dilaporkan. Sebelumnya, pencurian alat pemantauan Gunung Semeru juga terjadi pada 2024 lalu. Kala itu, panel surya dan regulatornya yang hilang.

Gunung Semeru Baru Saja Meletus Pekan Lalu

Pencurian alat pemantauan itu terjadi meskipun Gunung Semeru baru saja meletus pada pekan lalu. Gunung api ini mengalami erupsi pada Sabtu (18/4).

Berdasarkan data petugas pengamatan Gunung Semeru kala itu, gunung tertinggi di Pulau Jawa ini mengalami enak kali erupsi sepanjang Sabtu. Tinggi letusan kala itu berkisar dari 300 meter hingga 70 meter di atas puncak.

Aktivitas vulkanik Gunung Semeru kini diklasifikasikan sebagai Level III alias siaga. Pada level ini, aktivitas vulkanik gunung berpotensi berbahaya bagi manusia.

Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) merekomendasikan masyarakat sekitar untuk menghindari sektor tenggara Gunung Semeru di sepanjang Besuk Kobokan. PVMBG melarang aktivitas apapun di sana dengan radius 13 kilometer dari puncak.

Masyarakat sekitar Semeru juga telah diperingatkan untuk tidak melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai di Besuk Kobokan. Area sekitar sungai dilaporkan berpotensi jadi lintasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Baca juga artikel terkait KASUS PENCURIAN atau tulisan lainnya dari Rizal Amril Yahya

tirto.id - Flash News
Kontributor: Rizal Amril Yahya
Penulis: Rizal Amril Yahya
Editor: Ilham Choirul Anwar