Menuju konten utama

Gunung Marapi & Semeru Alami Erupsi Selasa Pagi Hari Ini

Saat ini Gunung Marapi masih berstatus waspada atau Level II.

Gunung Marapi & Semeru Alami Erupsi Selasa Pagi Hari Ini
Foto udara gunung Marapi erupsi mengeluarkan abu vulkanik terlihat dari kawasan Silaiang, Padang Panjang, Sumatera Barat, Rabu (14/5/2025). Data pos pengamatan Gunung Api Marapi, erupsi gunung yang statusnya Level II (Waspada) itu terjadi pada pukul 09.42 dengan tinggi kolom abu 1,6 kilometer di atas puncak. ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/wpa.

tirto.id - Gunung Marapi yang berada di Kabupaten Agam dan Kabupaten Tanah Datar, Sumatra Barat, mengalami erupsi perdana pada awal 2026 pada pukul 04.58 WIB, Selasa (6/1/2026).

"Telah terjadi erupsi Gunung Marapi di Sumatra Barat pada 6 Januari 2026 pukul 04.58 WIB dengan tinggi kolom abu teramati sekitar 250 meter di atas puncak," kata Petugas Pos Gunung Api (PGA) Gunung Marapi Ahmad Rifandi, di Kota Padang, Selasa (6/1/2026) dilansir dari Antara.

Dalam catatan PGA, kolom letusan gunung api tersebut teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah tenggara. Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 3,1 milimeter serta berdurasi sekitar 35 detik.

Saat ini Gunung Marapi masih berstatus waspada atau Level II. Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) mengeluarkan sejumlah rekomendasi, antara lain melarang masyarakat, wisatawan atau pengunjung, berkegiatan di dalam radius tiga kilometer dari pusat aktivitas (Kawah Verbeek).

PVMBG juga mengingatkan ancaman potensi lahar dingin, terutama bagi masyarakat yang bermukim di sepanjang aliran sungai yang berhulu dari puncak gunung api.

Kondisi tersebut terutama saat terjadi hujan atau musim hujan.

Kemudian apabila terjadi hujan abu masyarakat diimbau menggunakan masker penutup hidung dan mulut, guna menghindari gangguan saluran pernapasan (ISPA).

PGA bersama PVMBG juga terus mengingatkan adanya tumpukan material akibat letusan gunung api tersebut yang menyebabkan munculnya aliran air dan sewaktu-waktu berpotensi terjadinya banjir lahar dingin.

Kondisi tersebut tidak bisa diabaikan, kata dia, karena sangat rentan dan berbahaya, terutama saat hujan dengan intensitas tinggi. Hal yang paling mungkin terjadi yakni banjir lahar dingin seperti peristiwa 11 Mei 2024 yang menelan puluhan korban jiwa.

Gunung Semeru Juga Alami Erupsi

Erupsi juga dialami Gunung Semeru, yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur, pada Selasa pagi ini. Gunung Semeru melontarkan abu vulkanik ke arah timur laut dan tercatat mengalami tiga kali erupsi kurang dari satu jam sejak pukul 08.07 WIB hingga 08.24 WIB.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada pukul 08.07 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 400 meter di atas puncak atau 4.076 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru Liswanto, dilansir dari Antara.

Penurunan status aktivitas Gunung Semeru

Asap vulkanik keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (13/12/2025). Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terhitung sejak 29 November 2025 status aktivitas Gunung Semeru diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), dengan rekomendasi masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak serta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai karena potensi awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU

Menurutnya, kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas sedang ke arah timur laut.

Gunung tertinggi di Pulau Jawa itu kembali erupsi pada pukul 08.21 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 600 meter di atas puncak (4.276 mdpl). Selang tiga menit kemudian, Gunung Semeru erupsi kembali pukul 08.24 WIB dengan tinggi kolom erupsi tidak teramati.

Baca juga artikel terkait ERUPSI GUNUNG

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Bayu Septianto