Menuju konten utama

Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas di Besuk Kobokan

Tinggi letusan hingga 900 meter mengarah ke tenggara sejauh 13 kilometer dari pusat erupsi.

Semeru Erupsi, Warga Dilarang Beraktivitas di Besuk Kobokan
Warga melintas saat asap vulkanik keluar dari kawah Gunung Semeru terlihat dari Desa Supiturang, Pronojiwo, Lumajang, Jawa Timur, Sabtu (13/12/2025). Berdasarkan hasil analisis dan evaluasi Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG), terhitung sejak 29 November 2025 status aktivitas Gunung Semeru diturunkan dari Level IV (Awas) menjadi Level III (Siaga), dengan rekomendasi masyarakat tidak beraktivitas di sektor tenggara sepanjang Besuk Kobokan sejauh 13 kilometer dari puncak serta menjaga jarak minimal 500 meter dari tepi sungai karena potensi awan panas dan aliran lahar hingga 17 kilometer. ANTARA FOTO/Irfan Sumanjaya/YU

tirto.id - Gunung Semeru yang berada di perbatasan Kabupaten Lumajang dan Malang, Jawa Timur kembali erupsi dengan tinggi letusan hingga 900 meter di atas puncak pada Jumat (26/12/2025) sore.

"Terjadi erupsi Gunung Semeru pada hari Jumat, 26 Desember 2025, pukul 15.27 WIB dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 900 meter di atas puncak atau 4.576 meter di atas permukaan laut (mdpl)," kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Semeru, Sigit Rian Alfian, dalam laporan tertulis yang diterima di Lumajang, Jumat.

Menurutnya, erupsi tersebut disertai kolom abu vulkanik teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut.

"Erupsi terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 22 mm dan durasi 108 detik," tuturnya.

Berdasarkan data petugas, Gunung Semeru sebelumnya pada Jumat pukul 07.31 WIB mengalami erupsi dengan tinggi kolom letusan teramati sekitar 800 meter di atas puncak (4.476 mdpl).

Kolom abu teramati berwarna putih hingga kelabu dengan intensitas tebal ke arah timur laut dan timur. Erupsi ini terekam di seismograf dengan amplitudo maksimum 17 mm dan durasi 98 detik.

Ia menjelaskan Gunung Semeru berada pada status level III (Siaga), sehingga Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) memberikan sejumlah rekomendasi.

"Masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas apapun di sektor tenggara di sepanjang Besuk Kobokan, sejauh 13 km dari puncak [pusat erupsi]," katanya.

Di luar jarak tersebut, masyarakat tidak boleh melakukan aktivitas pada jarak 500 meter dari tepi sungai (sempadan sungai) di sepanjang Besuk Kobokan, karena berpotensi terlanda perluasan awan panas dan aliran lahar hingga jarak 17 km dari puncak.

Masyarakat juga dilarang beraktivitas dalam radius 5 km dari kawah/puncak Gunung Api Semeru, karena rawan terhadap bahaya lontaran batu (pijar).

Kemudian, warga perlu mewaspadai potensi awan panas, guguran lava, dan lahar di sepanjang aliran sungai/lembah yang berhulu di puncak Gunung Api Semeru, terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan., terutama sepanjang Besuk Kobokan, Besuk Bang, Besuk Kembar, dan Besuk Sat serta potensi lahar pada sungai-sungai kecil yang merupakan anak sungai dari Besuk Kobokan.

Baca juga artikel terkait ERUPSI SEMERU

tirto.id - Flash News
Sumber: Antara
Editor: Siti Fatimah