tirto.id - Status Gunung Merapi Jogja pada hari ini, Rabu, 1 Oktober 2025, masih berada di level III atau siaga. Aktivitas Gunung Merapi hari ini (1/10) dilaporkan mengalami 10 guguran lava dan 26 kali gempa guguran.
Status siaga diberikan pada gunung api yang mengalami letusan atau menimbulkan bencana, seperti peningkatan intensif pada aktivitas seismik.
Seturut laman MAGMA Indonesia yang dikelola Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi Kementerian ESDM, pengamatan visual Gunung Merapi terlihat jelas dengan hembusan angin lemah ke arah timur.
Status Gunung Merapi Hari Ini Rabu 1 Oktober 2025
Berdasarkan laporan MAGMA Indonesia, per 1 Oktober 2025 periode 00:00 - 06:00 WIB, guguran lava dari Gunung Merapi teramati 10 kali ke arah Kali Krasak dengan jarak luncur maksimum 1800 meter, lebih pendek 200 meter dari luncuran lava kemarin (30/9).
Secara klimatologi, cuaca di sekitar Gunung Merapi tampak cerah berawan dengan suhu udara sekitar 19.2-19.7°C. Sementara itu, tingkat kelembaban berada di angka 77.7-88.6% dan tekanan udara 872.7-916.4 mmHg.
Mengacu pada pengamatan kegempaan, terjadi 1 kali gempa awan panas guguran dengan amplitudo 29 mm dan lama gempa 92.52 detik.
Selain itu, terjadi 26 kali gempa guguran dengan amplitudo 1-29 mm dan lama gempa 30.97-108.86 detik. Kemudian, 18 kali gempa hybrid dengan amplitudo 1-20 mm, S-P 0.3-0.5 detik dan lama gempa 10.1-37.64 detik. Hasil pengamatan ini dimuat dalam laman resmi MAGMA Indonesia.
Melihat aktivitas Gunung Merapi yang tinggi, potensi mengeluarkan guguran lava dan awanpanas pada sektor selatan-barat daya meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 km, Sungai Bedog, Krasak, Bebeng sejauh maksimal 7 km.
Potensi awan panas juga terjadi pada sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 km dan Sungai Gendol 5 km.
Sedangkan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dapat menjangkau radius 3 km dari puncak. Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awan panas guguran di dalam daerah potensi bahaya.
Berdasarkan analisis foto udara yang dirilis BNPB tanggal 25 Agustus 2025, volume Kubah Barat Daya dan Kubah Tengah berturut-turut adalah sebesar 4.179.900 m3 dan 2.368.800 m3.
Rekomendasi bagi Masyarakat Sekitar Gunung Merapi Jogja
Setelah menelaah hasil pengamatan MAGMA Indonesia, Merapi masih mengalami erupsi efusif, yaitu keluarnya magma secara perlahan dalam bentuk lava dan material guguran.
Akibat aktivitas tersebut, potensi bahaya tetap mengancam berupa awan panas guguran dan lontaran material vulkanik di radius hingga tujuh kilometer.
Pada level level III atau siaga, otoritas terkait akan melakukan sosialisasi pada wilayah yang terancam, menyiapkan sarana darurat, melakukan koordinasi harian, hingga piket penuh.
Berikut daftar rekomendasi yang dikeluarkan oleh MAGMA Indonesia:
- Masyarakat diimbau tidak melakukan kegiatan apapun di daerah potensi bahaya.
- Masyarakat diimbau mewaspadai bahaya lahar dan awanpanas guguran (APG) terutama saat terjadi hujan di seputar Gunung Merapi.
- Masyarakat agar mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik dari erupsi Gunung Merapi.
- Jika terjadi perubahan aktivitas yang signifikan, maka tingkat aktivitas Gunung Merapi akan segera ditinjau kembali.
Penulis: Sarah Rahma Agustin
Editor: Beni Jo
Masuk tirto.id

































